Lubang Peluru di Tabung Air, Buktikan Sengitnya Perang Korea -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Lubang Peluru di Tabung Air, Buktikan Sengitnya Perang Korea

Senin, 11 Juli 2022

DAEJEON -- Sersan Satu Lim Byung-ho masih berusia 23 tahun ketika hidupnya berakhir secara tragis di tengah Perang Korea. Ia baru saja sebulan menikah lalu ia dipanggil untuk bergabung dengan militer membela kebebasan dan demokrasi bangsa, yang terancam karena invasi Korea Utara yang dibantu tentara Tiongkok. 

Panggilan perang itu mengubah nasib anak muda ini selamanya. Ia pun gugur di medan perang meninggalkan istri dan bayi yang baru lahir.

Yang lebih menggenaskan, Lim meninggal hanya beberapa minggu sebelum gencatan senjata tahun 1953. Mimpinya untuk kembali ke keluarga dan orang-orang terkasihnya hancur secara brutal. Dia terbunuh dalam Pertempuran Arrowhead Ridge, yang sekarang terletak di zona demiliterisasi di Provinsi Gangwon utara, saat itu ia bertempur sengit melawan tentara Komunis Tiongkok.

Perjanjian Gencatan Senjata Korea ditandatangani 68 tahun yang lalu pada 27 Juli 1953. Tabung air militer milik Lim, yang digali pada 2019 di dekat punggung bukit, menceritakan dengan gamblang betapa tragis dan brutalnya perang itu.

Tabung itu memiliki beberapa lubang peluru yang merusak bentuk aslinya.

"Saya menjadi emosional ketika melihat tabung air ini," kata Lee Jae-sung, seorang konservator di Pusat Ilmu Konservasi Warisan Budaya di Daejeon, kepada The Korea Times. "Seperti yang Anda lihat di sini, ada sembilan atau setidaknya delapan lubang peluru. Ini menunjukkan bahwa empat peluru telah menembus wadah logam dan juga Lim."

Tabung air Lim adalah salah satu dari puluhan ribu artefak Perang Korea yang ditemukan di zona demiliterisasi, di daerah pegunungan timur Cheorwon, Provinsi Gangwon. Lee dan rekan kerjanya telah memulihkan mereka untuk menjelaskan tentara yang gugur dan hari-hari terakhir mereka dan untuk menghormati mereka dan mendorong bangsa untuk mengingat pengorbanan mereka.

Jenazahnya ditemukan oleh ekskavator Kementerian Pertahanan Nasional pada tahun 2019 dan diidentifikasi dengan mencocokkan DNA dengan kerabat yang masih hidup pada tahun 2020. Harta miliknya telah dikembalikan ke keluarganya 70 tahun setelah pecahnya perang dan Lim sekarang dimakamkan di Pemakaman Nasional Daejeon berdampingan dengan sesama prajurit lainnya.

Situs penggaljian dilakukan di dua punggung bukit DMZ yang dikenal sebagai Arrowhead dan White Horse, sebuah saksi bisu sengitnya pertempuran antara Tentara Korea dan pasukan Komunis Tiongkok di hari-hari terakhir Perang Korea.

Seperti dilansir Korea Times Lebih dari 3.000 tentara Korea gugur dan 101.000 peninggalan perang digali dari Arrowhead Ridge antara 2019 dan 2021. Lee dan timnya memelihara barang-barang yang ditemukan dan menjadi barang yang bernilai sejarah tertinggi, total 962, sehingga dapat dikembalikan ke kerabat atau dipamerkan di taman makam nasional.

Sebagai konservator warisan logam dengan pengalaman 23 tahun, Lee bekerja di Institut Penelitian Warisan Budaya Nasional Administrasi Warisan Budaya, sebuah tempat yang mengkhususkan diri dalam pelestarian dan pemulihan harta dan peninggalan nasional.