Sister Academy, Satgas KJK TNI AL Latih Kadet Australia -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Sister Academy, Satgas KJK TNI AL Latih Kadet Australia

m@s
Kamis, 22 September 2022
.


Jakarta, fajarsumbar.com - Sebanyak tujuh perwakilan Kadet Royal Australia Navy (RAN) Collage yang terdiri dari 6 personel Kadet dan 1 personel pelatih ikut onboard di KRI Bima Suci yang dikomandani Letkol Laut (P) M. Sati Lubis dalam program Sister Academy untuk belajar dan berlatih bersama taruna Akademi Angkatan Laut (Laut) ke-69 yang saat ini tergabung dalam pelayaran Muhibah Duta Bangsa Satgas Kartika Jala Krida (KJK) 2022. Rabu (22/9/2022).


Sister Academy dilaksanakan dalam pelayaran dari Sidney menuju Crains yang terletak di bagian timur laut Australia setelah menyelesaikan kunjungannya selama 4 hari di Sidney dengan berbagai kegiatan Diplomasinya.


Para Kadet Australia yang onboard di KRI Dewa Ruci mengikuti berbagai kegiatan latihan dan belajar para Taruna AAL seperti pengenalan kapal, peran layar, pelajaran sesuai dengan korps Taruna serta pelajaran mengenai tradisi AAL yang meliputi kegiatan apel divisi jaga, tradisi makan bersama, cara penghormatan, pelajaran tali temali bahkan belajar kesenian budaya Indonesia.


Selama kegiatan di atas KRI Bima Suci, para Kadet Australia terlihat sangat kagum dan antusias dengan berbagai kegiatan para taruna yang dilaksanakan selama pelayaran. Hal ini terlihat dari rasa keingintahuan yang tinggi terhadap, budaya, Bahasa dan makanan serta tradisi khas TNI AL,. Mereka turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang ada seperti Marching Band Genderang Suling maupun latihan kesenian.


Kegiatan pelayaran yang melibatkan para Kadet Australia ini dalam rangka meningkatkan profesionalisme, mempererat hubungan antar kedua Angkatan Laut juga untuk meningkatkan peran diplomasi TNI AL sesuai kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.


Dalam Satgas KJK 2022 ini, KRI Bima Suci membawa 208 personel terdiri dari 92 ABK, 102 Taruna AAL dan 14 personel staf latihan. Pelayaran selama 91 hari ini melewati rute Surabaya-Jakarta-Singapura-Sabah (Malaysia) – Tual - Townsville (Australia)-Sydney (Australia) - Cairns (Australia) - Darwin (Australia) – Bali -  dan kembali lagi ke Pangkalan Surabaya menempuh  jarak 11.122 Nm. Satgas ini direncanakan akan kembali lagi ke tanah air pada 18 Oktober 2022 mendatang.

(Dispenal)