TMMD Fokus Penanganan Stunting hingga Ketahanan Pangan di Rusunawa Kudu -->

TMMD Fokus Penanganan Stunting hingga Ketahanan Pangan di Rusunawa Kudu

Selasa, 11 Oktober 2022

Pembukaan TMMD di Lapangan Rusunawa Kudu Semarang. 



SEMARANG -  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler tahun 2022 mulai digelar hari ini, Selasa (11/10/2022).  Kali ini pelaksanaan TTMD fokus di Rusunawa Kudu, Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.


Dandim 0733 Kota Semarang, Letkol Inf Honi Havana mengatakan, dipilihnya lokasi tersebut karena Rusunawa Kudu ini dianggap menjadi sasaran TMMD yang tepat. Pasalnya dalam satu lokasi bisa mengakomodir semua kegiatan program TMMD Reguler baik kegiatan fisik dan non fisik, sebagaimana dikutip iNews.id.


Dia mengatakan, pada TMMD reguler kali ini, pihaknya bersama Pemerintah Kota Semarang tidak hanya fokus dalam pembangunan fisik tapi juga kegiatan non fisik. 


Menurutnya, di dalam Rusunawa Kudu yang terdapat 9 tower dengan 790 kepala keluarga bisa menjangkau seluruh warga sehingga pemerataan peningkatan kesejahteraan warga bisa terlihat nyata.


"TMMD Reguler ini kita adakah selama satu bulan ke depan dan kami kerahkan 150 personel yang akan bersinergi dengan unsur OPD sesuai dengan bidangnya masing-masing. Harapannya bisa optimal pelaksanaannya," kata Honi usai melakukan upacara penandatanganan MoU dengan Pemkot Semarang di Lapangan Rusunawa Kudu.


Wakil Wali Jota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi adanya program TMMD Reguler ini. 


Menurutnya, memang dalam TMMD Reguler ini tidak hanya fokus dalam pembangunan infrastruktur saja melainkan ada tiga hal lain yang juga menjadi fokus utama yakni penanganan stunting, pemberdayaan masyarakat dan kedaulatan pangan atau ketahanan pangan.


"Kalau infrastruktur memang sudah berjalan, nanti ada gerakan menanam karena disini sangat luas lahannya dan urban farming jadi salah satu fokus utama di Rusunawa," ujar Ita.


Stunting sengaja dimasukkan dalam program TMMD kali ini meski angka stunting di Kelurahan Kudu tidak terlalu tinggi. Namun Ita berharap ada pencegahan hingga penurunan angka stunting yang juga merupakan program nasional.


"Angka stunting memang kecil di sini, tapi tadi saya lihat ada ibu muda yang sudah punya empat anak, ini harus diedukasi agar tetap bisa menjaga gizi anak-anaknya agar tidak stunting dan ekonomi jangan sampai menurun," ujarnya.


Nantinya juga akan ada demo masak makanan untuk mencegah stunting atau Dahsat, tes kesehatan juga pemberdayaan masyarakat. 


Bersama Dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Dinas Kesehatan, Disdalduk KB ikut menuntaskan permasalahan stunting dan masalah kesehatan masyarakat di Kudu. 


Pihaknya juga akan mengajak warga untuk mengikuti pelatihan mulai dari sektor perikanan, pertanian, UMKM hingga ketahanan pangan.


"Harapannya nanti setelah program TMMD ini selesai warga di rusunawa bisa mandiri dan bisa menjaga ketahanan pangan mereka sehingga kesejahteraan terwujud," ujarnya.(*)