![]() |
| Oleh : H.Suhendrizal,MA |
Ini salah satu do'a yang penting kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari diajarkan Rasulullah ;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ, وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ, وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ, وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا
Dalam do'a diatas, ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil untuk dapat sebagai pedoman, juga terjauh dari perilaku yang tak elok dalam kehidupan yang fana ini, pertama, “Berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat”, dapat berarti ilmu yang tidak diamalkan, atau ilmu yang tidak berguna. Seperti hal-hal bersifat duniawi yang tidak memberikan manfaat apapun.
Hal ini, bisa membawa pemiliknya pada hukuman, Rasulullah SAW bersabda ; “Pada malam aku diangkat ke langit, aku bertemu dengan orang-orang yang bibirnya dipotong oleh tang yang terbuat dari Api. Setiap kali bibirnya terbelah dulu, semuanya akan dikembalikan dalam keadaan normal kembali.
Dan aku bertanya, “Wahai Jibril, siapakah orang-orang ini ..?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang banyak berkata-kata dari kaummu, mereka mengatakan sesuatu, tetapi tidak diwujudkan di dalam perbuatan, mereka membaca Al-Qur’an tetapi tidak berlaku sebagaimana yang tertera di dalamnya.” (HR Al Bayhaqi)
Kedua, berlindung dari hati yang tidak merasakan khusyuk. Allah SWT menjelaskan, orang-orang beriman selalu khusyuk dalam beribadah dan kekhusyukannya dapat dilihat dari anggota tubuhnya. Jika hati terasa khusyuk, tubuh pun akan khusyuk.
Khuysuk bukan hanya di hati, tapi juga kondisi hati yang bisa terlihat dalam akhlak dan sifat seseorang, pada setiap pembawaan, dan juga pergerakan.
Di akhirat nanti, Allah berkata pada orang-orang kafir, “Pandangannya tunduk.” (Qs. An-Naziat 79: 9). Mata-mata tersebut tidak tunduk kepada Allah saat mereka di dunia, dan akan merasakan ketakutan saat berada di akhirat. Ketakutan ini juga terlihat dari wajah-wajah mereka; wajah-wajah yang menahan malu, penghinaan, dan kehinaan.
Ketiga, berlindung dari jiwa yang tidak merasa puas. Manusiawi ketika manusia selalu ingin lebih, lebih dan lebih dari yang lain. Disinilah, seorang Muslim perlu memiliki sifat qona'ah (menerima apa adanya atas apa yang Allah berikan).
Jika seseorang merasa selalu tidak pernah puas, maka ia akan berkurang rasa syukurnya. Setiap orang beriman akan merasa bersyukur pada apa yang diberikan kepada mereka di dunia ini, dan di akhirat kelak, Allah SWT berfirman, “dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata…” (QS Az-Zukhruf 43:71).
Keempat, Doa yang tidak dikabulkan,Setiap manusia beriman tentu saja sangat berharap setiap doanya akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Tapi sungguh mengerikan, jika doa yang dipanjatkan itu tidak dikabulkan.
Salah satu sebab, kenapa doa tidak dikabulkan. Karena, apa yang ia makan, apa yang ia minum, dan apa yang ia pakai, semuanya adalah haram.
Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW menyebutkan, “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : ‘Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan ..?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].
Imam An-Nawawi berkata bahwa yang dimaksud lama bepergian dalam rangka beribadah kepada Allah seperti haji, ziarah, bersilaturrahmi dan yang lainnya. Lalu hari ini, berapa banyak orang yang mengonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang haram baik dari harta riba, perjudian atau harta suap yang yang lainnya. Tapi ia merasa seolah percaya diri untuk terus berdoa kepada Allah Ta’ala. [Syarh Shahih Muslim 7/100].
Kesimpulannya, dalam beramal ibadah, maka sangat perlu hati-hati maupun mengkosumsi makanan. Jangan ada muncul adagium minyak habis sambal tak enak. Kita telah bersusah payah beribadah dan mencari kebutuhan hidupan, ternyata sia-sia menurut pandangan Allah.
Untuk itu, maka diperlukan pemahaman dalam pengamalan ini dalam kehidupan sehari-hari. Yakni pertama beramal dengan ilmu, agar bermanfaat, kedua ditingkatkan kekhusukan dalam beribadah, terutama ibadah shalat, ketiga Yakinilah yang telah diberikan Allah merupakan yang terbaik, keempat hindarilah mengkonsumsi makanan haram, agar do'a dihijabah Allah. Semoga... ! Aamiin.

Komentar