Gubernur Mahyeldi Bicara Tegas Terkait Kesalahpahaman dengan Perantau Minang di Batam -->

Atas

Gubernur Mahyeldi Bicara Tegas Terkait Kesalahpahaman dengan Perantau Minang di Batam

Minggu, 28 Mei 2023
.


Padang - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah akhirnya memberikan tanggapannya terkait ketidakhadirannya dalam acara yang diadakan oleh Perantau Minang di Batam pada Sabtu (20/5) lalu. Pernyataan ini disampaikan melalui Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Marwansyah.

Marwansyah menjelaskan bahwa bagi Gubernur Mahyeldi, semua masyarakat Sumbar sama pentingnya dan layak mendapatkan pelayanan baik di dalam maupun di luar daerah. Gubernur selalu berusaha hadir dalam setiap undangan masyarakat, namun jika ada tugas mendesak yang menghalanginya, ia akan meminta pejabat senior di Pemprov. Sumbar untuk mewakilinya.

"Keterbatasan waktu membuat tidak mungkin semua undangan dapat dihadiri langsung oleh Gubernur atau Kepala Daerah. Namun, jika terdapat halangan, beliau selalu mencari solusi dengan mengirim perwakilan yang kompeten," ungkap Marwansyah di Padang, Sabtu (27/5/2023).

Hal yang sama terjadi saat acara International Rumah Gadang Expo 2023 (IRGE 2023) di Kota Batam pada Sabtu malam (20/5) lalu, dimana Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar, Maifrizon, diutus sebagai perwakilan Gubernur. Keputusan ini diambil karena adanya agenda nasional yang tidak dapat dihindari di Sumatera Barat seperti Latsitardanus, Penas Tani XVI, WIES, dan kunjungan Perdana Menteri Kamboja pada Agustus mendatang yang harus dikoordinasikan pada hari yang sama.

"Untuk acara IRGE di Batam, Gubernur telah menunjuk Kadispora Provinsi Sumbar sebagai perwakilan. Ini bukan berarti menganggap acara tersebut tidak penting, namun karena ada agenda lain yang juga harus dihadiri Gubernur secara langsung," ungkap Marwansyah.

Pagi harinya, Gubernur baru dapat berangkat ke Batam untuk membuka acara forum bisnis yang diselenggarakan oleh Dinas PTSP, dan siangnya harus kembali ke Padang untuk membuka pertemuan LPM se Sumatera Barat.

Marwansyah berharap masyarakat dapat memahami situasi tersebut karena sebagai Kepala Daerah, Gubernur Mahyeldi bertekad memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakatnya, namun terkadang situasi dan kondisi membatasi kehadirannya.

Ia menambahkan bahwa belakangan ini ada beberapa ungkapan kekecewaan terhadap Gubernur di berbagai media karena tidak dapat menghadiri undangan. Namun, Gubernur telah menunjuk perwakilan yang telah hadir dalam acara tersebut, yang seharusnya dianggap sebagai bentuk kehadiran Gubernur. Meskipun secara fisik Gubernur tidak dapat hadir karena kondisi dan keterbatasan waktu, undangan tersebut tetap terpenuhi.

Marwansyah menyatakan bahwa Gubernur tidak terlalu mempermasalahkan tuduhan tersebut dan menganggap insiden tersebut sebagai wujud cinta masyarakat kepadanya.

Terakhir, Marwansyah menyebutkan harapannya agar segera dapat dijadwalkan pertemuan langsung antara Gubernur dan para perantau Minang di Batam sebagai bentuk silaturahmi yang lebih personal. (adpsb)