![]() |
| Mentan Andi Amran Sulaiman. (ist) |
Padang, fajarsumbar.com - Pemerintah pusat mempercepat distribusi bantuan logistik untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan dukungan penuh TNI agar seluruh bantuan dapat menjangkau daerah-daerah yang masih terisolasi akibat rusaknya akses darat.
Saat melepas pengiriman bantuan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, Amran menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.
Bantuan yang dikirim mencakup beras, minyak goreng, mi instan, air mineral, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Seluruhnya didistribusikan mengikuti rute yang telah dikoordinasikan secara khusus antara Kementerian Pertanian dan TNI.
Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang terlibat dalam pengiriman bantuan.
“Saya berterima kasih kepada Pak KASAL, KASAU, KASAD, Panglima TNI, dan juga Pak Kapolri. Tanpa dukungan mereka, bantuan ini tidak mungkin sampai tepat waktu. Begitu pula dengan Pak Jaksa Agung dan semua pihak yang berkolaborasi,” kata Amran.
Untuk distribusi lewat jalur laut, TNI AL menurunkan KRI Banda Aceh sebagai kapal utama pengangkut logistik. Sementara TNI AU mengoperasikan pesawat Hercules C-130 yang dapat menjangkau wilayah paling sulit, terutama daerah yang ruas jalannya putus terdampak bencana.
Menurut Amran, pengiriman ini menyesuaikan kebutuhan tiap daerah. Ia mencontohkan permintaan tambahan dari Pemerintah Provinsi Aceh yang membutuhkan pasokan minyak goreng. Merespons permintaan itu, Kementerian Pertanian segera mengirimkan 2.000 liter minyak goreng ke wilayah tersebut.
Sementara untuk kebutuhan beras, Amran memastikan Aceh masih memiliki stok yang sangat memadai dengan ketersediaan 83.000 ton beras di Gudang Bulog. Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan cadangan tiga kali lipat dari kebutuhan guna memastikan ketahanan pangan selama masa penanganan bencana.
Nilai bantuan pada tahap pertama mencapai Rp34,8 miliar. Logistik tersebut diangkut menggunakan 207 truk menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk kemudian dimuat ke KRI Banda Aceh. Sebagian lainnya diterbangkan langsung menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.
Pemerintah berharap distribusi yang dipercepat ini dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak serta memastikan tidak ada warga yang kekurangan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.(*)
Komentar