Walking Train Kota Tua Sawahlunto: Sinergi Sejarah dan Promosi Digital Jelang Lebaran -->

AdSense New

Walking Train Kota Tua Sawahlunto: Sinergi Sejarah dan Promosi Digital Jelang Lebaran

Minggu, 25 Januari 2026
Peserta Walking Train Kota Tua Sawahlunto berfoto bersama di kawasan bersejarah usai mengikuti rangkaian kegiatan promosi wisata sejarah dan budaya jelang libur Lebaran. (foto/istimewa)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Geliat pariwisata di Sumatra Barat kembali memancarkan pesonanya melalui sebuah inisiasi kreatif bertajuk Walking Train – Kota Tua Sawahlunto. Menjelang momentum libur Lebaran yang diprediksi akan membawa arus wisatawan besar, Kota Sawahlunto mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya tarik visualnya. 


Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah sinergi antara napas sejarah masa lalu dengan teknologi digital masa kini. Sebanyak 70 peserta yang datang dari berbagai pelosok kabupaten dan kota di Sumatera Barat berkumpul untuk menyusuri jejak-jejak kejayaan tambang batubara yang telah diakui dunia melalui status warisan budaya UNESCO.


​Resonansi semangat pelestarian sejarah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Drs. Guspriadi, M.M, didampingi oleh Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif, Meldi Hidayah Marta, SSTP., M.Si., yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. 


Kehadiran para pimpinan daerah ini menegaskan bahwa Walking Train merupakan agenda serius dalam peta jalan pengembangan ekonomi kreatif kota. Setiap peserta yang terdaftar secara resmi diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian perjalanan, meresapi setiap sudut Kota Tua, dan menangkap esensi keindahan arsitektur kolonial serta nilai budaya yang melekat erat di tanah Sawahlunto.


​Strategi promosi yang diusung dalam kegiatan ini sangat relevan dengan tren konsumsi informasi saat ini, yakni melalui kompetisi konten digital. Para peserta ditantang untuk meramu pengalaman mereka ke dalam format video pendek untuk diunggah di platform Instagram Reels dan TikTok. 


Dengan kewajiban menjaga akun tetap terbuka serta penggunaan tagar khusus, narasi tentang keelokan Sawahlunto akan tersebar secara organik dan masif di jagat maya. Hal ini menciptakan efek domino promosi yang mampu menjangkau calon wisatawan dari berbagai lapisan generasi, menjadikan layar ponsel sebagai jendela pertama untuk mengintip pesona kota tambang tersebut.


​Kesuksesan perhelatan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang solid antara Ikatan Uda Uni Kota Sawahlunto, komunitas pecinta kereta api Sumatrain, serta Pemerintah Kota melalui dinas terkait. 


Dukungan penuh dari mitra strategis seperti PTBA UPO dan Saka Ombilin Heritage Hotel memberikan fondasi kuat bagi kelancaran acara. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa menjaga identitas kota sebagai pusat sejarah adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan pemuda, komunitas, hingga sektor industri.


​Lebih dari sekadar perlombaan, seluruh karya visual yang dihasilkan oleh para peserta akan menjadi aset digital berharga bagi pemerintah kota. Video-video tersebut akan dialokasikan sebagai materi dokumentasi dan promosi jangka panjang. Melalui perspektif unik yang ditangkap oleh mata para peserta, Walking Train diharapkan mampu memberikan referensi visual yang segar dan menggugah bagi masyarakat luas. 


Hasil akhirnya adalah kesiapan Sawahlunto dalam menyambut para pemudik dan pelancong saat Lebaran, menawarkan sebuah pengalaman wisata sejarah yang autentik namun tetap selaras dengan perkembangan zaman. (ril/ton)