Bentrokan 40 Jam, Militer Balas Serangan Separatis -->

AdSense New

Bentrokan 40 Jam, Militer Balas Serangan Separatis

Senin, 02 Februari 2026

 

Dampak serangan kelompok separatis di Provinsi Balochistan, Pakistan


Jakarta – Pasukan keamanan Pakistan menewaskan sedikitnya 145 militan dalam bentrokan yang berlangsung selama 40 jam di Provinsi Balochistan. Operasi militer ini merupakan tindakan balasan atas serangkaian serangan yang dilakukan kelompok separatis, yang sebelumnya menewaskan hampir 50 orang.

Balochistan, provinsi di barat daya Pakistan, tengah menghadapi eskalasi konflik paling serius dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok pemberontak di wilayah kaya sumber daya yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan, warga sipil, dan infrastruktur publik.

Wakil Menteri Dalam Negeri Pakistan, Talal Chaudhry, menjelaskan bahwa para separatis menyamar sebagai warga sipil dan menyerang fasilitas-fasilitas umum, termasuk rumah sakit, sekolah, bank, serta pasar pada Sabtu (31/1/2026).

“Para penyerang berpakaian seperti warga sipil dan menargetkan masyarakat yang sedang beraktivitas di toko-toko,” ujar Chaudhry, dikutip dari Reuters pada Minggu (1/2/2026).

Kelompok Baloch Liberation Army (BLA) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyebut operasi itu dengan nama Herof, atau “badai hitam”, yang menargetkan pasukan keamanan di berbagai wilayah Balochistan.

Di Quetta, ibu kota provinsi, dampak serangan terlihat jelas: kendaraan hangus terbakar di halaman kantor polisi, pintu-pintu berlubang akibat tembakan, dan beberapa jalan ditutup dengan garis polisi. Aparat keamanan meningkatkan patroli dan membatasi pergerakan warga untuk menjaga situasi tetap terkendali.

Pejabat keamanan menyebut serangan terjadi hampir bersamaan di Quetta, Gwadar, Mastung, dan Noshki. Para militan menyerang fasilitas keamanan, termasuk markas Frontier Corps, melakukan percobaan bom bunuh diri, serta memblokade sejumlah jalan perkotaan sebelum pasukan militer melancarkan operasi balasan besar-besaran.

Balochistan, provinsi terbesar sekaligus termiskin di Pakistan, sudah lama menghadapi pemberontakan etnis Baloch yang menuntut otonomi lebih besar dan pembagian sumber daya alam yang lebih adil.

Militer Pakistan menuding serangan tersebut dilakukan oleh “militan yang disponsori India”. Tuduhan ini dibantah oleh New Delhi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar dan meminta Islamabad lebih fokus menyelesaikan masalah internalnya.(des*)