IRGC Klaim 560 Tentara AS Tewas dan Luka di Timur Tengah -->

AdSense New

IRGC Klaim 560 Tentara AS Tewas dan Luka di Timur Tengah

Senin, 02 Maret 2026

 

Enam perwira senior badan intelijen AS CIA dilaporkan tewas dalam serangan Iran di Uni Emirat Arab 


Jakarta  – Enam perwira senior Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan tewas dalam serangan yang diduga dilancarkan Iran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Dua agen CIA lainnya juga mengalami luka-luka, demikian laporan Kantor Berita Tasnim, dikutip Senin (2/3/2026).

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah menewaskan dan melukai setidaknya 560 personel. Serangan ini menargetkan fasilitas militer AS di Bahrain, Qatar, Irak, UEA, dan Kuwait.

“Fasilitas militer AS di Bahrain terkena serangan dua rudal balistik, sementara pangkalan lain berada di bawah serangan berkelanjutan. Hingga saat ini, sekitar 560 tentara AS tewas atau mengalami luka,” ujar IRGC dalam pernyataannya.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan empat serangan drone terhadap pangkalan angkatan laut AS di Bahrain menimbulkan kerusakan signifikan pada pusat komando dan fasilitas pendukung militer. Selain itu, IRGC mengaku menonaktifkan operasional lanal AS Ali Al Salem di Kuwait serta tiga fasilitas Lanal Mohammed Al Ahmad.

Sementara itu, Misi Tetap Iran untuk PBB menegaskan bahwa AS tidak akan mampu menaklukkan Iran. “Impian pemerintah AS untuk menundukkan Republik Islam Iran tidak akan pernah terwujud,” bunyi pernyataan resmi mereka.

Hingga saat ini, Washington belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim kematian agen dan personel militer yang dilaporkan media Iran. Pentagon hanya menyebutkan tiga tentara AS tewas akibat serangan balasan Iran, menjadi korban pertama sejak serangan dimulai pada Sabtu (28/2/2026).

“Beberapa tentara lain mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, dan sedang dipulangkan untuk pemulihan. Operasi tempur utama terus berlanjut, dan upaya respons sedang dilakukan,” kata Komando Pusat AS (Centcom) melalui akun media sosialnya.(des*)