![]() |
| Petugas Israel mengevakuasi warga yang tertimbun dari reruntuhan akibat rudal Iran. |
Jakarta, fajarsumbar.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke Israel pada Minggu (1/3/2026). Hujan rudal balistik menghantam sejumlah titik, menghancurkan bangunan permukiman dan menewaskan sedikitnya sembilan orang.
Laporan The Jerusalem Post menyebutkan, satu rudal balistik Iran menghantam kawasan Beit Shemesh, wilayah barat Yerusalem. Serangan itu menewaskan sembilan warga dan melukai sedikitnya 20 orang, termasuk beberapa anak-anak. Empat gedung apartemen dilaporkan hancur akibat daya ledak rudal tersebut.
Media Israel menyebut rudal itu bahkan menembus area perlindungan di sekitar lokasi, memicu kepanikan di tengah warga yang berupaya menyelamatkan diri. Sirene peringatan dini meraung di sejumlah wilayah, menandai eskalasi konflik yang kini memasuki fase lebih berbahaya.
Tim medis bergerak cepat. Sekitar 30 ambulans dari Magen David Adom (MDA) dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban luka. Sementara itu, militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) mengirimkan Tim Pencarian dan Penyelamatan Komando Garda Depan, didukung helikopter medis guna mempercepat proses evakuasi.
IDF menyatakan sistem peringatan dini berfungsi sesuai prosedur dan aktif di area terdampak. Meski demikian, otoritas setempat masih melakukan penyelidikan mendalam terkait efektivitas perlindungan sipil setelah laporan menyebut rudal mampu menembus titik perlindungan tertentu.
Dampak serangan juga tercatat di wilayah Israel tengah. Seorang perempuan berusia 60-an meninggal dunia saat gelombang pertama sirene berbunyi di seluruh negeri. Ia dilaporkan mengalami sesak napas ketika berusaha menuju ruang aman.
Korban sempat dilarikan ke unit gawat darurat Tel Aviv Sourasky Medical Center atau yang dikenal sebagai Ichilov Hospital di Tel Aviv. Tim medis melakukan upaya resusitasi intensif, namun nyawanya tidak tertolong.
Secara terpisah, MDA juga merespons satu insiden di dekat Jalan Raya 38, Beit Shemesh. Dalam kejadian itu, korban hanya mengalami luka ringan dan tidak memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Israel melaporkan, hingga pukul 08.00 waktu setempat pada Minggu pagi, total 456 orang telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit sejak dimulainya operasi militer bertajuk Operasi Singa Mengaum. Sebagian besar korban mengalami luka ringan hingga trauma saat berupaya mencapai tempat perlindungan.
Otoritas menyebut tidak ada tambahan korban jiwa akibat langsung serangan rudal selain yang telah dilaporkan. Namun situasi keamanan tetap siaga tinggi, dengan sirene dan sistem pertahanan udara terus dipantau di berbagai wilayah Israel seiring meningkatnya tensi konflik dengan Iran.(*)
Komentar