Kayu Tanam - Asap memang telah lama hilang dari Pasar Kayu Tanam. Namun, bekas kebakaran yang menghanguskan 15 petak kios pada akhir Juli lalu masih menyisakan luka yang belum benar-benar pulih.
Setidaknya, ada sekitar enam kepala keluarga (KK) kehilangan bukan hanya lapak usaha. Tetapi juga rumah yang selama ini menjadi tempat mereka menggantungkan hidup.
Di tengah situasi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman bersama Tim Penggerak PKK datang membawa pesan bahwa para korban tidak berjalan sendiri. Ketua TP-PKK Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta yang berasal dari donatur kepada korban kebakaran di Kantor Wali Nagari Kayu Tanam, Kamis (6/8/2026).
Bantuan tersebut diserahkan di hadapan jajaran kepala OPD, Camat 2x11 Kayu Tanam, Wali Nagari, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan tokoh masyarakat.
"Jangan dilihat dari nilainya, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan empati kami kepada saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban sekaligus memberikan semangat agar para korban kembali bangkit," kata Nita.
Ia memastikan pemerintah daerah telah bergerak sejak hari pertama pascakebakaran melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan sosial, dan pendampingan kepada warga terdampak.
Usai penyerahan bantuan, rombongan langsung meninjau lokasi kebakaran. Pemandangan bangunan kios yang gosong masih mendominasi kawasan pasar meski puing-puing telah dibersihkan secara gotong royong.
Para pedagang agaknya berpikir, yang tersisa hari ini bukan sekadar reruntuhan, melainkan harapan agar roda usaha bisa kembali berputar.
Pemerintah pun berpacu dengan waktu. Camat 2x11 Kayu Tanam, Junaidi Syah, mengatakan penanganan diawali dengan membersihkan lokasi kebakaran agar aktivitas pasar tetap berjalan, terutama pada hari balai yang menjadi urat nadi perdagangan masyarakat.
Langkah itu menjadi fondasi sebelum memasuki tahap pemulihan berikutnya.
Tahap selanjutnya, Pemkab Padang Pariaman melalui dinas terkait menyiapkan pembangunan los darurat sebagai tempat berdagang sementara bagi para korban.
Dalam jangka panjang, pemerintah juga menargetkan revitalisasi Pasar Kayu Tanam menjadi kawasan perdagangan yang lebih aman, tertata, dan mampu menggerakkan kembali ekonomi masyarakat.
Penyelesaian status lahan menjadi salah satu syarat penting sebelum pembangunan permanen dapat direalisasikan.
Di balik bantuan yang disalurkan dan rencana pembangunan yang disiapkan, tantangan sesungguhnya adalah mengembalikan kepercayaan para pedagang untuk memulai dari nol.
Kebakaran telah merenggut aset dan mata pencaharian mereka dalam hitungan jam. Kini, keberhasilan pemulihan akan diukur bukan hanya dari berdirinya kembali bangunan pasar, tetapi dari seberapa cepat kehidupan para pedagang dapat kembali pulih dan denyut ekonomi Kayu Tanam kembali hidup.(saco).

Komentar