Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
SELASA (15/9/2026) menjadi hari yang sarat makna bagi keluarga jurnalis Kota Sawahlunto, Nova Hendra. Di aula Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, putra keduanya, Muhammad Aris Hendra, resmi menyandang gelar sarjana dari Jurusan Fotografi. Momen pemindahan kuncir toga itu bukan sekadar penanda berakhirnya masa kuliah, melainkan puncak dari ketekunan mengasah bakat dan visualisasi rasa.
Di balik riuh suka cita kelulusannya, Aris telah lebih dulu mengukir cerita membanggakan. Sebelum resmi diwisuda, fotografer muda berbakat ini menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara 1 Lomba Fotografi SISSCa 2026 Tingkat Nasional—bagian dari gelaran bergengsi Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival. Lewat karya bernomor peserta 079, Aris membuktikan kepiawaiannya mengolah komposisi, perspektif, dan narasi yang bernyawa di balik bidikan kamera.
Rasa bangga dan haru yang membuncah dituangkan Nova Hendra melalui unggahan di media sosialnya. Bagi seorang ayah, menyaksikan perjalanan sang buah hati melewati dinamika perjuangan hingga berhasil memetik buah manis adalah momen yang tak tergantikan.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi salah satu hari yang begitu membahagiakan dan membanggakan bagi keluarga. Selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Jurusan Fotografi,” tulis Nova dengan penuh rasa syukur.
![]() |
| Selamat! Muhammad Aris Hendra (N079) raih Juara 1 Lomba Foto Tingkat Nasional SISSCa 2026. (foto: istimewa) |
Ia mengenang setiap proses, peluh, dan doa yang menyertai langkah Aris selama menempuh studi. Sebagai anak kedua, Aris memiliki tempat istimewa di hati orang tuanya. Keikutsertaannya dalam dunia seni visual kini mendapat restu penuh untuk melangkah lebih jauh.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal dari babak baru untuk menjemput cita-cita yang lebih besar. Teruslah berkarya, karena setiap gambar yang kau abadikan adalah cerita yang akan hidup lebih lama dari waktu,” tambah Nova merangkum pesan mendalam untuk masa depan putranya.
Gelar sarjana kini telah didekap, dipadukan dengan jejak prestasi nasional yang sudah terpatri. Muhammad Aris Hendra siap melangkah memasuki babak baru—menatap dunia melalui pantaian lensa, mengabadikan setiap sudut kehidupan menjadi karya seni yang tak lekang oleh waktu. (*_*)
Komentar
