Pompanisasi Tenaga Surya Resmi Beroperasi, 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak Siap Dialiri Air -->

Iklan Atas

Pompanisasi Tenaga Surya Resmi Beroperasi, 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak Siap Dialiri Air

Senin, 07 September 2026
.


Tanah Datar, fajarsumbar.com -  Harapan masyarakat Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, untuk mendapatkan pasokan air bagi lahan pertanian akhirnya mulai terwujud. Sistem pompanisasi berbasis energi surya yang mengambil air dari Batang Manganan resmi dioperasikan, Minggu (6/9/2026).


Peresmian fasilitas tersebut dilakukan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. Kehadiran pompanisasi ini menjadi angin segar bagi petani yang selama bertahun-tahun masih bergantung pada curah hujan untuk mengairi sawah mereka.


Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat melalui program “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari PLN Peduli dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat.


Mahyeldi mengatakan, pengoperasian pompanisasi bukan sekadar menghadirkan sumber air baru bagi pertanian, tetapi membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan intensitas tanam.


“Selama ini masyarakat sangat bergantung kepada hujan. Dengan adanya pompanisasi ini, peluang meningkatkan produktivitas pertanian menjadi lebih besar,” ujar Mahyeldi.


Menurutnya, ketersediaan air memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keberadaan fasilitas tersebut harus dijaga secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Mahyeldi mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan program tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, pemerintah nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang hingga sejumlah pihak lainnya.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menikmati manfaat fasilitas, tetapi ikut bertanggung jawab terhadap pemeliharaan pompa dan jaringan pipa yang telah dibangun. Jaringan distribusi air tersebut memiliki panjang sekitar empat kilometer.


“Ini adalah buah dari persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Kalau kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.


Pemerintah bersama masyarakat juga mulai membahas pengembangan bak penampungan air untuk memperkuat sistem distribusi. Mahyeldi mendorong agar rencana tersebut dikaji secara matang dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang dan pihak terkait lainnya.


Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi mengatakan, pompanisasi tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pengairan sekitar 400 hektare lahan pertanian.


Ia menyebutkan, Nagari Tanjung Barulak dihuni sekitar 5.000 jiwa atau 1.700 kepala keluarga. Selama ini sebagian besar aktivitas pertanian masyarakat masih mengandalkan sistem tadah hujan, sehingga kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan hasil produksi.


“Dengan adanya pompanisasi ini, tentu sangat membantu masyarakat, termasuk mendukung program bajak sawah gratis yang selama ini juga menghadapi kendala karena keterbatasan air,” jelasnya.


General Manager PLN UID Sumbar Ririn Rachma Wardini menjelaskan, pembangunan pompanisasi merupakan hasil kolaborasi antara PLN, Universitas Andalas dan sejumlah pemangku kepentingan.


Menurutnya, Fakultas Teknik Universitas Andalas sebelumnya telah mengembangkan prototipe pompanisasi dengan memanfaatkan energi matahari. Inovasi tersebut kemudian dikembangkan agar dapat diterapkan secara langsung untuk membantu kebutuhan masyarakat melalui dukungan program TJSL PLN.


Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala BIN Daerah Sumbar Ahad Dailimi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar Rifda Suriani, Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, perwakilan PT Semen Padang Nurwan, perwakilan Fakultas Teknik Universitas Andalas Dendi Adi Saputra, unsur Forkopimda dan Forkopimca, Wali Nagari dan KAN Tanjung Barulak, kelompok tani Saiyo, tokoh masyarakat serta bundo kanduang.(Sh)