SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Anggota KPPS Pasbar yang Meninggal Terima Bantuan dari Pemprov Sumbar
Sabtu, Mei 25, 2019

Diposkan oleh On Sabtu, Mei 25, 2019

>

Osniwati istri almarhum Andrizal menerima bantuan dari Wagub Sumbar Nasrul Abit, Jumat (24/5/2019)

Pasbar, fajarsumbar.com  - Wakil Gubernur Nasrul Abit menyerahkan bantuan uang sebanyak Rp5 juta kepada keluarga Almarhum Andriza yang meninggal saat bertugas sebagai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada Osniwati, isteri Almarhum Andrizal yang juga merupakan wartawan Surat Kabar Harian Haluan di Mesjid Raya Ujung Gading, Pasaman Barat yang sekaligus dilaksanakan safari ramadhan, Jumat (24/5/2019) malam.

"Kita dari provinsi cukup prihatin, bahwa di Sumbar ada 7 orang petugas KPPS yang meninggal dunia. Tadi malam kita sudah menyerahkan bantuan untuk keluarga petugas KPPS yang meninggal di Pasaman, malam ini di Pasaman Barat, nanti juga ada di Lubuk Alung, Lubuk Begalung. Kita akan datangi satu persatu, minimal apa yang kita perbuat ini bisa meringankan beban" sebutnya.

Selain itu, Wakil Gubernur juga berharap adanya bantuan yang diberikan oleh KPU kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal.

"Ketua KPU Provinsi pernah menyebut kepada kita, bahwa akan ada bantuan nantinya. Semoga bantuan tersebut bisa segera dicairkan" sebutnya.

Dengan banyak nya petugas KPPS yang meninggal saat menjalankan tugas, Nasrul mengatakan bahwa hal ini mesti menjadi pembelajaran bagi semua, dan harus di evaluasi pemerintah.

"Harapan kita jika ada pemilihan serentak kedepan jangan ada lagi korban seperti saat ini lebih kurang 600 orang" harapnya. (ab)

Silokek Durian Gadang Ditetapkan Sebagai Taman Nasional Geopark, Bisa Dongkrak PAD di Sijunjung
Sabtu, Mei 25, 2019

Diposkan oleh On Sabtu, Mei 25, 2019

>

Yuswir Arifin

Sijunjung fajarsumbar.com - Dalam masa jabatan yang lebih kurang satu setengah tahun ini, Bupati Kabupaten Sijunjung Yuswir Arifin, akan menuntaskan beberapa pembangunan.

Seperti penambahan bangunan Rumah Sakit RSUD di Tanah Badantuang dengan anggaran Rp28 miliar dan pembangunan Geopark dari pengerjaan fisik infrastruktur dengan anggaran Rp12,5 miliar.

Hal itu disampaikannya saat menjelang buka bersama dan  silaturrahmi Bupati Sijunjung dengan wartawan, Jumat (24/05).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Yunani SE Kabag Humas,  Jasril Kabag Umum, Drs Dodi Katim Kabag Kesra serta sejumlah wartawan cetak, elektronik dan media online.

Pada kesempatan itu, Yuswir Arifin menyampaikan Silokek Durian Gadang ditetapkan sebagai taman Nasional Geopark. Ini bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sijunjung ke depan.

Hal ini akan memberikan efek domino terhadap perkembangan pariwisata di Kabupaten Sijunjung ke depan. Diharapkan bisa sebagai penopang dan sumber pendapatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Lebih lanjut Yuswir Arifin menyampaikan, untuk mewujudkan rencana itu dibutuhkan partispasi semua pemangku kepentingan. Termasuk wartawan untuk mempublikasikan kepada khalayak ramai, agar masyarakat luas mengetahui bahwa Sijunjung Mempunyai Taman Nasional Geopark untuk dikunjungi.

Sedangkan untuk RSUD dari sisi pelayanan medis akan terus ditingkatkan, karena saat ini pemerintah Kabupaten Sijunjung sudah menyiapkan dokter spesialis 20 orang yang sudah selesai di sekolahkan.

Selain wartawan Berbuka Puasa di rumah dinas bupati  termasuk tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, serta Mualaf. (def)

PLN Sumbar Siap Daya Sambut Investasi
Sabtu, Mei 25, 2019

Diposkan oleh On Sabtu, Mei 25, 2019

>

GM PLN Bambang Prasetyo bersama Herman Darnel Ibrahim bertukar kenangan

Padang, fajarsumbar.com - Ketersediaan daya listrik di Sumbar makin menyenangkan investor. Jika bangun hotel atau industri apa pun, PLN siap menyediakan daya listriknya. Bahkan kesiapan PLN itu diperkirakan hingga lima tahun ke depan dan sejalan dengan itu PLN terus membangun pembangkit yang baru.

Kabar baik itu terungkap dalam dialog antara Anggota DPD RI DR. Ir. H. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc dengan jajaran PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumbar, Jumat (24/5). General Manager PLN Bambang Dwiyanto melakukan ekspose didampingi empat senior manager PLN wilayah Sumbar.

Ketersediaan listrik Sumbar itu berasal dari PLTU 424 MW, PLTA 243 MW, PLTG 49 MW dan PLTMH 26 MW. Totalnya mencapai 742 MW. Jumlah itu masih akan terus bertambah dengan makin banyaknya potensi energi terbarukan di Sumbar, seperti panas bumi dan mikro hidro.

"Sumbar saat ini ketahanan energinya paling baik di Sumatera," kata Bambang Dwiyanto.

Atas kondisi handalnya ketersediaan listrik PLN di Sumbar, Herman Darnel Ibrahim meminta Pemerintah Daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota memanfaatkan posisi itu sebagai bagian dari promosi daerah.

"Jika Pak Gubernur merayu investor, salah satu daya saing yang bisa dibanggakan adalah jaminan ketersediaan listrik, baik untuk perhotelan mau pun industri lainnnya," kata Herman Darnel Ibrahim. Secara berseloroh, jika dibangun seribu hotel pun di Sumbar, PLN akan siap.

Untuk jangka panjang, PLN terus meningkatkan kehandalan jaringan dan distribusi listrik di Sumbar. Konkritnya PLN membangun GIS Kota Padang, GI Bingkuang, GI Sungai Rumbai, GI Tapan, GI Lubuk Sikaping dan GI Ujung Gading. Tujuannya agar penyediaan listrik handal dan tidak ada padam-padamnya.

Dalam dialog Senator Herman Darnel Ibrahim dengan PLN Sumbar ini juga terungkap adanya kendala tanah dalam pembangunan GI, terutama menyangkut tanah ulayat. Karena itu,  Herman Darnel Ibrahim dan Bambang Dwiyanto sepakat akan melakukan pendekatan melalui Pemda dan ninik mamak.

Saat ini PLN Unit Induk Wilayah Sumbar memiliki pelanggan 1,3 juta dengan berbagai Kategori yaitu industri, masyarakat dan rumah ibadah.

Dalam Ramadhan 1440 H ini, PLN mengadakan bulan diskon 50 persen untuk tambah daya dan khusus rumah ibadah diskon 100 persen untuk pelayanan tambah daya. (fen)

Meski Dalam Renovasi Kebun Binatang Bukittinggi Aman Dikunjungi
Jumat, Mei 24, 2019

Diposkan oleh On Jumat, Mei 24, 2019

>


Bukittinggi fajarsumbar.com - Walaupun renovasi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi sedang berlangsung, pengunjung pada Hari Raya Idul Fitri dipastikan tidak akan terganggu. 

Hal itu dikatakan Kepala TMSBK Bukittinggi, Ikbal kepada fajarsumbar.com di Bukittinggi, Jumat (24/5). Menurutnya seperti pada tahun-tahun sebelumnya kalau Kebun Binatang menjadi daya tarik dan salah satu tujuan wisatawan datang ke Kota Wisata Bukittingi. 

"Pada umumnya wisatawan datang berombongan, membawa bekal nasi dan lengkap dengan tikar. Mereka menikmati hawa sejuk di Bukittinggi. Mereka membentangi tikar dan makan bersama keluarga di Kebun Binatang ini," akunya. 

Selesai makan mereka bergantian keliling melihat binatang dan berfoto bersama. Biasanya mereka cukup lama menghabiskan waktu di TMSBK sebelum keluar menuju Jam Gadang atau Taman Panorama. 

Labih lanjut kata Ikbal, dikerjakannya proyek rehabilisasi di lokasi itu, karena tidak akan mengganggu kunjungan wisatawan yang akan membludak Lebaran nanti. 

Lokasi itu hanya 10 persen dari luas TMSBK dan selama ini tidak produktif, hanya kandang babi hutan saja. Setelah selelesai ditempat ini akan ditempati khusus burung dari berbagai jenis. 

Jadi renofasi TMSBK tidak akan mengurangi minat pengunjung, dan kita akan arahkan ke Benteng Fort de Kock dengan segala prasarana yang memadai. Katanya. (gus)

Gembong Narkoba Lintas Provinsi Diringkus
Jumat, Mei 24, 2019

Diposkan oleh On Jumat, Mei 24, 2019

>

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen  Khasril Arifin memamerkan barang bukti yang berhasil disita dari enam tersangka saat pers rilis di BNNP Sumbar, Jumat (24/5). (deri oktazulmi)

Padang, fajarsumbar.com - Gembong pengedar narkoba lintas provinsi digulung Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar. Ia dibekuk bersama lima tersangka lainnya di sejumlah lokasi berikut sejumlah barang bukti sabu dan ektasi.

Rencananya barang haram tersebut akan diselundupkan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Enam dari tersangka yang ditangkap, satu orang merupakan sipir dan dua diantaranya merupakan warga binaan.

Keenam tersangka itu adalah, Afriadi (35) dan Armen (27) yang diduga sebagai kurir, yang menjem put narkoba ke Pekanbaru, Riau. Thendry Chrizandi (30) sipir, berperan menyelundupkan narkoba ke dalam lapas. Kemudian David Suarno dan Feri Irawan merupakan narapidana yang berperan sebagai penerima narkoba di dalam lapas.

Tidak hanya itu saja, pemasok barang haram dari Pekanbaru ini, Handani (46) yang juga resedivis juga ditangkap. Dia dijerat dengan pasal berlapis, mulai undang-undang narkotika hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Untuk Handani, BNNP Sumbar juga telah menyita beberapa asetnya, mulai dari rumah, tanah, ruko, mobil, emas, tabungan dan barang berharga lainya yang dibeli dari hasil penjualan narkoba.

“Seluruh asetnya disita di Sumbar, Riau, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan, dengan total Rp3,5 miliar,” kata Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin, saat konferensi pers di BNNP Sumbar, Jumat (24/5).

Khasril mengatakan, keenam tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda. Dari keenam tersangka ini, petugas menyita 500 gram sabu dibungkus dalam satu paket besar dan 29 butir pil ektasi berbagai warna. Narkoba ini akan dijual di dalam lapas maupun di luar lapas.

Selain itu, peredaran narkoba ini dikendalikan oleh narapidana yang juga melibatkan sipir lapas untuk membantu penyelundupan barang haram ini dari dalam lapas. 

“Untuk kurir berjumlah dua orang. Mereka diringkus di jembatan rusak Kayu Tanam, Padang Pariaman, saat mengemudikan mobil. Sementara sipir lapas dan dua warga binaannya ditangkap di Lapas Biaro Bukittinggi. Sedangkan pemasok narkoba ini ditangkap di Pekanbaru, Riau,” ujar Khasril.

Keenam tersangka ini memiliki peranan yang berbeda, namun satu jaringan. Ada sebagai pemasok, kurir dan penjual.? Kasus ini, pihaknya tidak hanya menjerat pelaku dengan pidana penyalahgunaan narkotika, namun juga menjerat pelakunya dengan TPPU.

Tujuannya untuk menarik semua aset yang telah dibeli pelaku dari uang keuntungan penjualan narkoba sehingga bisa dimiskinkan. “Pelaku Handani dua kali dipenjara berperan sebagai pemasok narkoba, kita jerat dengan TPPU. Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, kita telah menyita berbagai aset milik pelaku yang berada di empat provinsi. Aset-aset itu dibeli pelaku dari keuntungan jual narkoba. Totalnya Rp3,5 miliar lebih,” katanya.

Dijelaskannya, narkoba? yang ditemukan dari pengungkapan kasus ini ada dua jenis, yaitu sabu dan ekstasi. Dari hasil pemeriksaan, narkoba itu dijual sebagian di dalam Lapas, dan juga dijual ke luar lapas. Penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh jaringan tersebut diduga sudah berulang kali.

“Kita masih terus mengembangkan kasusnya. Untuk mengungkap bandar-bandar yang terlibat dalam jaringannya. Sudah ada beberapa nama yang kita kantongi. Terkait keterlibatan sipir dan narapidana, kita juga sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak Kemenkumham,” ujarnya.

Sementara itu, Handani (46) alias Aan Mamak mengatakan ia baru bebas dari penjara tahun 2018 di Pekanbaru. Setelah bebas, ia sudah bertekad untuk bertaubat. Namun, selepas menghirup udara bebas, ia masih saja dikejar-kejar oleh jaringan David Suarno untuk meminta bantuan agar narkoba bisa dipasok. 

“Saya sudah bilang kalau saya sudah taubat, dan tidak mau lagi terlibat. Tapi dia tetap ngotot, makanya bantu saja kenalkan sengan relasi yang pernah berhubungan dengan saya. Tapi, setelah dibantu malah saya ikut digigit. Padahal saya tidak mendapatkan keuntungan apapun,” tutupnya. (deri)

Bahas Renja 2020, Wawako Payakumbuh; Semoga Apa yang Dikerjakan Menjadi Kebaikan untuk Semua
Jumat, Mei 24, 2019

Diposkan oleh On Jumat, Mei 24, 2019

>


Payakumbuh, fajarsumbar.com -Terkait menjelang dilakukannya perubahan anggaran tahun anggaran 2020, pemerintah Kota Payakumbuh melakukan pertemuan untuk membahas rencana kerja tahun anggaran 2020 dalam pokok pembahasan untuk pembebasan wilayah pinggiran batang agam yg ada di kelurahan Nunang Daya Bangun.

Wakil Walikota Erwin Yunaz selaku pimpinan dalam rapat tersebut menyampaikan, "pemko akan melakukan pembebasan lahan yg belum sempat dilaksanakan kemaren dimulai dari jembatan ratapan ibu sampai labuah baru akan kita lakukan pembebasan lahannya", ujar wawako Erwin saat memulai rapat yg berlangsung di ruang pertemuan Randang lantai 2 Balaikota baru ex. Poliko, Jumat (24/5).

Untuk lahan yg berada di mesjid Makmur kelurahan Nunang Daya Bangun dekat jembatan ratapan ibu yg menjadi pokok utama untuk pembebasan lahan yg akan dilakukan.

"Di sekitar lokasi mesjid Makmur tersebut masih terdapat 2 buah rumah dan sebuah sawah yg masih menjadi kendala dalam pembebasan lahan ini, maka kita pihak pemko akan melakukan perbincangan terhadap si pemilik lahan agar dapat memberikan lahannya dg di ganti rugi oleh pemko sesuai ketentuan yg berlaku dan juga untuk Rumah Potong Hewan (RPH) yg berada persis di pinggir jalan tersebut akan turut di bebaskan", ucap Erwin.

Dilanjutkan, "nantinya lokasi yg telah dilakukan pembebasan lahan, akan kita dirikan lokasi untuk tempat sarana dan prasarana olahraga berkonsep outdoor, atau terbuka, sehingga masyarakat bebas dapat bermain di lokasi tersebut", terangnya.

Selain untuk fasilitas olahraga, lokasi tersebut juga akan dijadikan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan juga untuk di wilayah aliran sungai nya, direncanakan agar dapat dibuka lokasi bermain air, sehingga lokasi tersebut dapat menjadi titik berkumpul bermain keluarga di kota Payakumbuh.

Wawako juga menyampaikan harapan, "semoga dengan apa yg dikerjakan sekarang menjadi kebaikan untuk kita bersama terutama untuk kota Payakumbuh ke depannya, agar juga hendaknya nanti dapat menjadi unggulan untuk kota Payakumbuh", harap Erwin.

Dalam mendukung kelancaran dan suksesnya rencana kerja untuk 2020 tersebut, wawako mengundang beberapa kepala OPD terkait, yg terdiri dari kepala Dishub, dinas Lingkungan Hidup, dinas Pertanian, dinas PUPR, dinas Pariwisata, Bappeda, Camat Barat dan Utara serta lurah Nunang Daya Bangun. (ah)

Baznas Pasaman Barat Gelontorkan Zakat Rp1,7 Miliar untuk Fakir Miskin
Jumat, Mei 24, 2019

Diposkan oleh On Jumat, Mei 24, 2019

>

Pembagian zakat.

Pasbar, fajarsumbar.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pasaman Barat (Pasbar) pada tahun 2019 menyerahkan Rp 1.744.000.000 kepada 4.360 orang fakir dan miskin yang ada di Kabupaten Pasaman Barat.

Penyerahan pertama dilakukan oleh Bupati Pasbar, H. Syahiran yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesra Setda Pasbar, Hendrizal kepada 600 orang fakir miskin di Kecamatan Ranah Batahan, Jumat (25/5).

Seluruh kejorongan yang ada mendapat kuota sebanyak 20 orang per kejorongan dengan jumlah dana sebesar Rp 400.000 per orangnya.

Kebag Kesra Setda Pasbar, Hendrizal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya selama empat tahun terakhir oleh Baznas Pasbar, dimana dana zakat yang diserahkan merupakan zakat dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Pasbar.

"Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun. Alhamdulillah sudah berjalan selama 4 tahun terakhir. Begitu juga untuk bantuan sosial lainnya seperti bantuan biaya berobat bagi masyarakat kurang mampu, beasiswa pelajar, bantuan modal usaha yang juga diakomodir oleh Baznas Pasbar," katanya.

Sementara Ketua Baznas Pasbar, H. Fakhrizal menghimbau kepada seluruh penerima zakat untuk mensyukuri dana yang diterima.

Dikatakan, penerima zakat tahun ini secara data berbeda dengan penerima zakat tahun sebelumnya. Bagi yang sudah menerima zakat pada tahun2018 lalu, tidak diberikan lagi pada tahun 2019 ini. Hal itu diupayakan demi pemerataan.

"Penerima zakat tahun lalu tidak menerima lagi tahun ini. Ini dilakukan agar terjadi pemerataan. Namun kami menghimbau kepada seluruh penerima zakat tahun ini untuk terus berupaya meningkatkan perekonomian di masa mendatang, sehingga lebih sejahtera dan keluar dari kategori keluarga kurang mampu," ajaknya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Ranah Batahan, H. Syahwirman menghimbau kepada seluruh pihak untuk menjaga amanah tersebut dengan baik, terkhusus bagi kepala jorong yang juga ikut terlibat dalam pembagian zakat tersebut agar menjalankan amanah dan tugas sosial tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Saya himbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pembagian zakat ini, terutama kepada kepala jorong agar menjalankan tugas sosial ini dengan baik sehingga tidak menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang menerima zakat," himbaunya. (wati)

Anak TK Telkom, Padang Berbagi dengan Anak Yatim
Jumat, Mei 24, 2019

Diposkan oleh On Jumat, Mei 24, 2019

>


Padang, fajarsumbar.com Anak TK Telkom Padang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada anak yatim yang berada di lingkungan sekolah. Pada penutupan Pesantren Ramadhan sekolah itu menyerahkan infak dari sumbangan murid, orangtua murid serta guru pada anak yatim, Jumat (24/5).

Infak yang diberikan itu total dananya Rp6 juta. Dana tersebut merupakan kumpulan sedekah dari murid serta partisipasi orangtua murid selama pesantren Ramadhan yang dilaksanakan dari 13-24 Mei di TK Telkom, Padang.

Sementara jumlah anak yang menerima dana infak tersebut 30 orang. Masing-masingnya mendapatkan Rp200 ribu seorang. "Jangan lihat besar dan kecilnya dana yang diberikan, tapi lihat ketulusan murid serta orangtua murid memberikan sebagian rezekinya untuk membantu anak yatim di lingkungan TK Telkom ini," ujar Kepala TK Telkom Irma Candra Dewi di sela-sela penyerahan infak tersebut.



Menurut Dewi, yang juga Ketua IGTKI-PGRI Sumbar tersebut, sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Telkom setiap Ramadhan selalu berbagi. Dananya dikumpulkan selama pesantren Ramadhan dari sumbangan anak murid, guru dan orangtua murid. Hal itu sebagai wujud kepedulian terhadap anak yatim.

Rasa berbagi itu juga dilakukan saat merayakan HUT yang ke-33 TK Telkom dengan memberikan 100 paket kepada warga sekitar sekolah. Paket itu juga sumbangan wali murid, guru, kepala sekolah dan lainnya. Satu paket itu terdiri gula 1 kg, beras 3 kg dan minyak bimoli 5 liter. Jika ditotalkan nilai dalam satu paket sekitar Rp130 ribu.



Selain itu memberikan paket bingkisan kepada warga kurang mampu, bantuan ke panti asuhan yang diserahkan secara bergiliran setiap tahun.

"Semuanya ini terlaksana tidak lepas dari partisipasi, murid serta orangtuanya dan para guru di sekolah. Ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap anak yatim. Semoga harta yang diinfakkan ini akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang setimpal," ujarnya.(*)

Jaga Lisan dan Ibadah, Ini Pesan Sekdaprov Sumbar
Jumat, Mei 24, 2019

Diposkan oleh On Jumat, Mei 24, 2019

>


Padang Pariaman, fajarsumbar.com – Masyarakat diharapkan dapat menunaikan ibadah puasa dengan baik dan dapat menjaga lisan yang bisa menjadi faktor pemecah silaturahmi.

"Beberapa hari lagi kita menjalankan ibadah puasa, semoga kita tetap menjalankan ibadah dengan baik, dapat melaksanakan tarawih secara penuh dan beri’ktikaf pada sepuluh malam terakhir" ujar Sekda Provinsi Sumatera Barat Alwis saat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan di Mesjid Nurul Iman Muhammadiyah, Korong Padang Kajai, Nagari Limau Purut, Kec. V Koto Timur Kab. Padang Pariaman, Kamis (23/5/2019).

Alwis juga mengatakan, melihat kondisi negara pasca pemilu ini, masyarakat diharapkan dapat menjaga lisannya dengan tidak menyebarkan dan menambah berita-berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, menyaring seluruh informasi yang ada, agar kedamaian dan ketentraman kita tetap terjaga.

Alwis berpesan kepada masyarakat agar menyiapkan rumahnya guna menjaga kekhusyukan dalam beribadah.

“Kami juga berpesan agar masyarakat dapat menyiapkan rumahnya, memastikan peralatan-peralatan dirumahnya sudah dalam keadaan mati dan telah dicabut arus listriknya apabila tidak digunakan lagi, hal ini agar tidak mengganggu kekhusyukan kita dalam beribadah” ujar Alwis.

Dalam kesempatan itu turut hadir Asisten Pemerintahan Kab. Padang Pariaman Iddarussalam yang menyampaikan instruksi Bupati agar dapat melaksanakan I’tikaf di sepuluh malam terakhir.

“Sesuai Instruksi Bupati, selama bulan puasa dalam sepuluh malam terakhir sampai hari raya, agar masyarakat bersama pemerintah daerah dapat melaksanakan I’tikaf”, sebut Iddarussalam.

Sesuai program Tim Safari Ramadhan Provinsi, pada saat itu juga diberikan bantuan sebesar 20 juta rupiah kepada Mesjid Nurul Iman Muhammadiyah.(*)

Yayasan Alhuffazh Bagikan 500 Paket Sembako Kepada Dhuafa
Jumat, Mei 24, 2019

Diposkan oleh On Jumat, Mei 24, 2019

>


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Dihari ramadhan ke 19, Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz diundang oleh Yayasan Al Huffazh Kota Payakumbuh yang terletak di Kelurahan Tanjuang Pauah, Kecamatan Payakumbuh Barat saat menggelar kegiatan berbagi sembako kepada Dhuafa dan Petugas Kebersihan Kota Payakumbuh, Jum'at (24/5).

Wawako bersama kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh yang disambut pengurus Yayasan Al Huffazh mengungkapkan rasa terimakasih dari Pemerintah Kota Payakumbuh atas niat baik dari Yayasan Pendidikan Islami ini, menurut wawako, bentuk kepedulian yayasan yang mau membantu pemerintah dalam membantu masyarakat adalah sebuah kemuliaan yang tak mungkin dapat dibalas.

"Kita bersyukur, dengan adanya yayasan dan pemerintah yang bahu membahu, selaku pemerintah kami menyadari kalau kami tidak mampu untuk berbuat sendiri, kontribusi dari yayasan yang mau melibatkan pemerintah adalah sinergi yang sangat luar biasa, coba kita bayangkan jika sinergi ini juga ada ditingkat nasional," ujar wawako Erwin dengan tersenyum lebar.

Dengan mata berbinar-binar, wawako bercerita tentang bagaimana manusia ditakdirkan tuhan dengan berbagai kondisi, ada yang memberi dan ada yang diberi. Kondisi itu membuat manusia memahami arti kedatangan dari bulan suci ramadhan.

"Allah pertemukan kita dibulan suci ramadhan, agar mengingat untuk selalu berbagi kepada sesama. Mari saling peduli, mari tingkatkan kualitas keimanan dan keislaman kita, karena hanya sesama islamlah yang dikatakan bersaudara, sesuai dengan hadist yang menyebutkan sesungguhnya mukmin itu bersaudara," tambah wawako.

Orang nomor dua di Kota Payakumbuh ini juga menyebutkan, ada ukhwah yang tidak banyak orang yang mampu menyikapinya, makanya terjadi perpecahan dan tidak merasakan saling bersaudara. Namun Yayasan Alhuffaz mampu untuk menunjukkan sikap mau bergandengan bersama pemerintah, bersinergi dalam rasa persaudaraan membantu ummat.

"Semoga dengan kehadiran Yayasan Alhuffaz ditengah-tengah kita mampu menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan berbudaya, berdasarkan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," harap Wawako.

Kepala SD Al Huffazh Ustadz H. Rinaldi, S.Pd, M.Si mengatakan ada sebanyak 500 paket sembako yang diberikan kepada 186 petugas kebersihan Kota Payakumbuh, dan untuk ibu-ibu dhuafa diserahkan kepada 314 orang. Masing-masing sembako terdiri dari beras, telur, gula, dan minyak goreng. Dengan total harga Rp.160.000 perpaket.

Ustadz Rinaldi juga menyebut, sebagai yayasan pendidikan, tentunya segala kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat, yayasan ingin memberikan kabar kepedulian kepada kepala daerah. Dalam hal ini kepada Walikota Payakumbuh dan Wakilnya.

"Kehadiran wawako memberikan kita energi yang luar biasa, dengan datang langsung ketempat kita merupakan sebuah apresiasi oleh pimpinan daerah, Al Huffazh ingin memperlihatkan kepada wawako kalau Pemko Payakumbuh tak sendiri, ada yayasan yang berupaya peduli kepada masyarakat Kota Payakumbuh disini," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, untuk bantuan kepada dhuafa, yayasan Al Huffaz ternyata sebelumnya berkerjasama dengan kelurahan dalam melakukan pendataan dan mengamanahkan agar penyerahan sembako gratis itu tepat sasaran, dan setiap calon penerima diberikan kupon.

"Kami bersama dengan guru, dan respon masyarakat terutama walimurid sangat bagus, sehingga mereka dapat ikut serta membantu menyediakan paket sembako untuk di serahkan kepada dhuafa dan petugas kebersihan. Kami targetkan untuk tahun depan dapat meningkatkan kuantitas bantuan agar lebih banyak lagi masyarakat yang mendapatkan bantuan, semoga lembaga lain juga ikut serta bersinergi dengan pemerintah," harap Ustadz Rinaldi. (ah)

Pembabatan Hutan Merajalela di Rao Pasaman, Warga Ngadu ke Wagub
Jumat, Mei 24, 2019

Diposkan oleh On Jumat, Mei 24, 2019

>


Pasaman, fajarsumbar.com - Penebangan hutan secara liar membuat Warga Rao Selatan, Kabupaten Pasaman semakin cemas. Suatu saat sawah dan kolamnya tidak dialiri air kerena bukit semakin gundul.

Sehari hari mata pencairan Masyarakat Rao Selatan yaitu berkolam ikan dan kesawah tentu butuh air yang cukup. Kalaulah hutan sudah gundul resapan air berkurang petani ikan semakin merugi.

Hal ini dilaporkan Syahrial pemuka masyarakat Nagari Lansek Kadok kecamatan Rao Selatan Pasaman yang juga sebagai pengurus Masjid Raya Nurul Aman Beringin kepada Wakil Gubernur Nasrul Abit ketika melakukan safari ramadhan ke daerah itu.

Menangpi hal tersebut Wakil Gubernur Nasrul Abit merespon keluhan masyarakat tersebut, ia menjelaskan hutan merupakan sumber kehidupan, kalau lah hutan di babat tentu mengakibatkan erosi, banjir. Pembalakan secara liar tidak kita ditolerir, aparat akan segera bertindak tidak pandang bulu siapun orangnya.

“Kita akan laporkan kepada pihak yang berwajib bagi pembalak liar tersebut,” tegas Wagub.

Lebih lanjut wagub mengatakan Ia berjanji akan mengunjungi daerah tertinggal di daerah ini, walaupun Pasaman telah keluar dari daerah tertinggal namun sebagian masyarakat masih ada yang miskin. Nanti kita bersama Bupati mengunjungi masyarakat yang masih miskin kita data untuk dapat kita berdayakan, sehingga dapat memenuhi kehidupan mereka.

Sementara kata Wagub pasca pemilu sudah usai, kita telah memilih Presiden dan Wakil Presdien, serta anggota legislative. Kita mendengar disana sini ada keributan, masyarakat diminta tenang tidak usah ikut, siapun yang terpilih itulah pimpinan kita. Kepada anggota dewan yang terpilih di daerah Pasaman ia berharap ke masyarakat lakukanlah komunikasi dengan baik.

Untuk masalah perekonomian didaerah Pasaman Wagub selalu memantau termasuk masalah Perikanan dia selalu berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah. Apalagi pembukaan jalan menuju Riau sudah bagus dan lancar, tentu membawa hasil panen ikan semakin lancar pula ke daerah itu.

Sementara di bidang ke agamaan malam ini kita melakukan silturahmi di Masjid Nurul Aman Beringin, Alhamdulillah masjid masih terisi penuh. Ditambahkannya, untuk naik haji saja kita antri 19 tahun, kalau ada yang berniat mendaftarlah segera dan silahkan dulu umrah sambil belajar.

Pada kesempatan itu Wagub juga menyinggung masalah pendidikan, kalau ingin kuliah masuklah SMA, kuliahlah pada perguruan tinggi setidak akriditasi B. Sedangkan yang pingin bekerja cepat masuklah SMK sekolah kejuruan. “Sekarang masuk apapun tidak bisa ditolong- tolong sekarang zamannya komputerisasi digital, ujarnya.

Sementara Staf Ahli Bupati Pasaman Drs. H. Asari, M.Pd mewakili Bupati Pasaman menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi yang sudah memperhatikan daerah Pasaman. “ Kabupaten Pasaman untuk tahun ini paling banyak dikunjungi tim safari ramadhan provinsi,’’ ungkap Asari.

Hadir Pada kesempatan tersebut Asisten II Kab Pasaman, Camat Kecamatan Rao Selatan, Anggota dewan terpilih dan Ustadz Afrisal sebagai penceramah. Wagub kesempatan itu menyerahkan sumbangan untuk masjid Nurul Aman sebesar Rp.20 juta.(ab)

Korban Tewas Aksi 21-22 Mei Tercatat 8, Luka-luka 730 Orang
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>


Jakarta, fajarsumbar.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jumlah korban Aksi 22 Mei bertambah menjadi 8 orang per Kamis (23/5) pukul 11.00 WIB. Sementara yang luka-luka bertambah menjadi 730 korban yang sedang dalam penanganan medis.

"Korban yang meninggal jumlahnya terbaru adalah 8 orang. Ini untuk menangkis kesimpangsiuran berita yang menyebutkan ada banyak sekali korban yang meninggal," kata Anies di Jakarta, Kamis (23/5).

Enam korban awal orang yang teridentifikasi ialah Farhan Syafero (31) asal Depok, M. Reyhan Fajari (16) asal Jakpus, Abdul Ajiz (27) asal Pandeglang, dan Bachtiar Alamsyah asal Batu ceper.

Kemudian Adam Nooryan (19) asal Tambora, Widianto Rizky Ramadan (17) asal Kemanggisan. Sementara itu, Anies mengatakan dua warga yang baru meninggal ialah Sandro (31) dan satu lagi belum diketahui identitasnya.

"Itu 8 nama yang meninggal semua prosesnya kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan data-data ada di RS," jelas Anies.

Sementara korban luka-luka paling banyak berada pada luka ringan sebanyak 462 orang, kemudian nontrauma 93 orang dan luka berat sebanyak 79 orang dan belum ada keterangan 96 orang. Kemudian yang paling banyak menjadi korban ialah pemuda.

"Mereka yang mendapatkan pelayanan kesehatan adalah korban adalah usia 20-29 tahun ada 294 orang lalu usia dibawah 19 tahun ada 170 orang jadi jumlah anak muda cukup banyak disini," tegas Anies.

Atas kasus ini, Anies meminta agar semua masyarakat terus waspada terhadap pihak-pihak yang menginginkan kerusuhan. 

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus waspada karena kalau aksi damai berjalan dengan baik tapi ada pihak-pihak yang melakukan kerusuhan ini yang harus kita pantau," kata Anies.(*)

Layanan Publik di Kep. Mentawai Ditingkatkan
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>


Tuapejat, fajarsumbar.com — Dalam rangka meningkatkan layanan publik di Kepulauan Mentawai Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat melakukan sosialisasi terkait Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang pelayanan Publik, Kamis (23/5) di Aula Kantor Bupati Mentawai melibatkan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mentawai.

Staf Ahli Bupati Mentawai Bidang Politik Hukum dan Keamanan  Nurdin dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyebutkan bahwa sosialisasi yang diadakan merupakan keharusan yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik, dimana Ombudsman hadir memberikan pemahan terkait apa-apa saja yang menjadi indikator pelayan publik yang harus dipenuhi.

"Jadi sudah seharusnya kita memperbaiki pelayan publik, untuk itu diharapkan melalui sosialisasi ini, kita akan lebih paham lagi apa yang mesti kita lakukan untuk meningkatkan pelayan publik, apakah selama ini kita sudah memberikan pelayan publik sesuai undang-undang  atau belum,,? Nah ini yang nanti akan kita perbaiki," tuturnya.

Sementara itu Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumbar Meilisa Fitri Harahap kepada wartawan usai memaparkan materi kepada penyelenggara pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai, mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk memberikan gambaran tentang apa-apa saja yang menjadi komponen penilaian pelayan publik.

" Ada beberapa komponen yang menjadi kewajiban penyelenggara dalam memberikan pelayanan publik yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah melaksanakan pelayanan sesuai standar pelayanan, nah kita baru memperbaiki standar pelayan, sifatnya kami dari Ombudsman mendorong agar pelayan publik lebih baik, dan dapat memudahkan Masyarakat dalam hal mendapatkan pelayan, " paparnya. (st)

Hebat, Pemkab Mentawai Kembali Raih WTP
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>


Padang, fajarsumbar.com -Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018  Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Raihan opini WTP tersebut merupakan penghargaan kedua setelah pada Juni 2018 lalu kabupaten yang dikenal dengan julukan " bumi sikerei" ini juga meraih penghargaan yang sama, yakni penghargaan untuk laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017.

" Bersyukur kepada Tuhan tentunya, karena Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai
berhasil mmpertahankan Opini WTP utk kedua kalinya, hasil  ini adalah berkat makin baiknya kinerja dan kerjasama semua pihak, kami menyampaikan terima kasih atas resposibilitas dan kerjasama semua pihak OPD. Semoga kedepan makin baik," Kata  Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet di Padang, Kamis (23/5)

Yudas mengakui mempertahankan raihan opini WTP jauh lebih sulit, namun dengan didukung kinerja yang baik dan selalu   memperkuat institusi Badan Keuangan Daerah (BKD) Mentawai dalam artian profesionalisme dan Sumber Daya Manusia (SDM), maka kembali penghargaan itu dapat diraih di tahun 2019 ini.

"Loyalitas, kerja keras dan SDM menjadi acuan untuk dapat memperkuat institusi BKD, dan itu tentu membuahkan hasil dengan kita meraih WTP yang kedua ini," tutur Yudas dengan bangga

Ketua DPRD Kabupaten Mentawai, Yosef Sarogdok memberikan apresiasi kepada pemerintahan Mentawai yang mampu mempertahankan raihan opini WTP itu.

"Ini semua menjadi kebanggaan bersama, dan bersyukur karena dengan kinerja yang baik dan terukur kita bisa mempertahankan opini WTP ini, selamat untuk seluruh OPD di Mentawai, dan untuk kita semua ," katanya.

Meski sudah bisa mempertahankan raihan opini WTP itu namun Yosep juga kembali mengimbau, semua rekomendasi dan peningkatan mutu laporan juga harus terus ditinggkatkan untuk dapat mempertahankan opini WTP itu ke tiga kali, ke empat kali dan untuk seterusnya. (st)

LKKS Sumbar Bagikan 2000 Paket Ramadhan
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>


Padang, fajarsumbar.com – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar kembali memberikan paket lebaran kepada keluarga kurang mampu (dhuafa) dan para disabilitas. Tahun ini, ada 2000 paket yang disebar ke berbagai daerah di Sumbar.

“Alhamdulillah pada hari ini LKKS bekerjasama dengan mitra kerja di Provinsi Sumbar dapat melaksanakan bakti sosial dalam bentuk Penyerahan Bantuan Paket Ramadhan kepada keluarga kurang mampu dan disabilitas. Terima kasih kepada mitra kerja yang membuat salah satu rangkaian agenda kita di Ramadhan 1440 H ini menjadi bermakna,” ujar Ketua Umum LKKS Sumbar, Ny. Hj. Nevi Zuairina di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis 23 Mei 2019.

Menurut Nevi, bantuan paket Ramadhan ini bersumber dari dunia usaha, Baznas dan Pemerintah Provinsi Sumbar. Kalangan dunia usaha yang ikut beekontribusi diantaranya Wardah, Elzatta, PT Semen Padang, Bank Nagari, Askrida dan para dermawan lainnya. Penentuan sasaran keluarga penerima bantuan dilakukan oleh LKKS kabupaten/kota dan LKKS Sumbar.

Lebih jauh Nevi menjelaskan, bantuan Paket Ramadhan ini dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga dhuafa dan anggota organisasi penyandang disabilitas di Sumbar dalam memenuhi kebutuhan mereka di Puasa Ramadhan 1440 H atau menjelang Idul Fitri 1440 H nanti. “Kepada kepala keluarga penerima bantuan, kami harapkan untuk dapat memanfaatkan bantuan yang sedikit ini untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi dan sandang keluarga,” ulasnya.

Sebaliknya, kepada para donator atau keluarga mampu (muzakki) menjadikan kegiatan ini momentum penting di bulan Ramadhan untuk berbagi kepedulian terhadap sesama. “Kami harapkan pula kiranya dapat menyisihkan sebagian rezeki untuk para dhuafa yang masih banyak di lingkungan kita. Mari kita terus memupuk semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kepedulian dan kesetiakawananan sesuai makna dan hakekat yang terkandung dalam pelaksanaan Puasa Ramadhan,” tegasnya.

Nevi memberikan penegasan ini lantara kini banyak pihak yang mensinyalir terjadi erosi kepedulian dan kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat kita. Memang di perkotaan ada gelagat ketidakpedulian sosial, namun hal itu dianggapnya bukan erosi kepedulian sosial.

“Menurut hemat saya itu bukanlah erosi kesetiakawanan sosial di antara kita. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor kekurangjelian dalam mencari bentuk nyata penerapan kesetiakawanan sosial,” ujarnya.

Tapi terpenting dari semua itu adalah adanya gejala ketidakberdayaan buatan. Artinya ada orang-orang yang sengaja mengeksploitasi rasa iba orang lain. Mereka pura-pura jadi penyandang masalah sosial dengan menyewa bayi, jadi anak jalanan dan jadi pengemis. Sebagai jalan keluarnya, Nevi menawarkan penciptaan media penerapan semangat kesetiakawanan sosial.

Untuk itu, Nevi berharap agar LKKS Sumbar perlu terus menumbuhkembangkan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Jadikan Posdaya lembaga kesejahteraan sosial dan media yang tepat untuk menggalang semangat kepedulian terhadap sesama ini. “Jadikan Posdaya alternatif media pemberdayaan yang lebih produktif untuk mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya.

Tetap Alhamdulillah
Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution menyebutkan kegiatan penyerahan paket ramadhan tahun ini memang lebih sedikit kuantitasnya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini disebabkan mitra LKKS Sumbar melakukan rotasi penyaluran bantuan mereka.

Di sisi lain, masih ada mitra yang belum bisa melakukan pendistribusian bantuannya dalam waktu cepat. Padahal LKKS perlu segera melakukan pendistribusian agar bantuan ini bisa dimanfaatkan secepat mungkin oleh keluarga penerima bantuan.

Meski demikian para penerima bantuan tetap gembira mendapatkan perhatian dari organisasi yang dipimpin oleh istri kepala daerah mereka tersebut. “Kami tetap bersyukur Alhamdulillah. Sedikit atau banyak, yang penting LKKS Sumbar tahun ini tetap memberikan perhatian kepada kami,” ujar Beni Hidayat. (zul)

Dua Paripurna di DPRD Kota Payakumbuh
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>


Payakumbuh, fajarsumbar.com --- Penyampaian rekomendasi DPRD dipakai bersama antara Pemko Payakumbuh dan DPRD sebagai perwujudan satu dari tiga fungsi DPRD, yaitu fungsi pengawasan. Fungsi ini bermakna penting, baik bagi Pemko Payakumbuh maupun bagi DPRD.

“Bagi Pemko, fungsi pengawasan merupakan suatu mekanisme checks and balance untuk menjamin pelaksanaan aktivitas mencapai tujuan dan sasaran yang telah disepakati. Bagi DPRD, ini merupakan tugas mulia yang diamanatkan masyarakat,” ujar Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz, dalam Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD Kota Payakumbuh Terhadap LKPJ Wali Kota Payakumbuh 2018, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh, dipimpin Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Y.B. Dt. Parmato Alam, Kamis (23/5).

“Tujuan Pengawasan,” ujar Wakil Walikota, “agar Pemerintahan Daerah berjalan sesuai rencana, kemungkinan tindakan koreksi yang cepat dan tepat terhadap penyimpangan yang ditemukan, menumbuhkan motivasi perbaikan, dan meyakinkan kinerja Pemerintahan Daerah sedang dan telah mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Wakil Walikota berharap, terhadap rekomendasi yang disampaikan Juru Bicara Dewan, Djafiloes, fungsi pengawasan ini dapat diikuti dengan terjalinnya komunikasi timbal balik disertai keterbukaan antar pihak dalam penyelesaian segala permasalahan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan instruksikan Perangkat Daerah segera mempelajari secara seksama dan sungguh-sungguh materi Rekomendasi DPRD Kota Payakumbuh,” tegas Erwin.

Realisasi Anggaran 2018 Efektif dan Efisien

Dalam kesempatan sama, juga dilaksanakan Rapat Paripurna Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Empat Buah Rancangan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh, yakni Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2018, Ranperda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Ranperda tentang Pendirian Perusahaan Perseroan Daerah Payakumbuh Sejahtera Bersama, dan Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Payakumbuh Tahun 2010 – 2030.

Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Payakumbuh mengindikasikan berjalan efektif dan efisien. Dari sisi Pendapatan telah dianggarkan Rp. 723.204.712.708, terealisasi sebesar Rp. 708.532.769.024, atau sebesar 97,97 %. Pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari Rp. 103.244.423.500 yang dianggarkan, terealisasi sebesar Rp. 94.287.442.042, atau 91,32 %.

Dari sisi Belanja yang dianggarkan sebesar Rp. 794.830.171.158, terealisasi sebesar Rp. 716.396.747.761, atau sebesat 90,13 %. Belanja Tidak Langsung terealisasi sebesar 91,22 % dan Belanja Langsung terealisasi sebesar 89,30 %.

“Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota payakumbuh tahu Anggaran 2018, merupakan realisasi keuangan secara real dari pelaksanaan APBD. Untuk audit Laporan Keuangan 2018, alhamdulillah, BPK Perwakilan Sumatera Barat memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kelima kalinya secara berturut-turut,” urai Erwin.

Untuk tiga Ranperda lainnya yang diajukan Pemko Payakumbuh, dimaksudkan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan daerah ke depannya. 

“Kami ucapkan terima kasih, semoga dengan semangat kemitraan dan kerjasama yang baik, amanah yang dipercayakan Allah SWT kepada kita bersama, serta beban kerja yang kita pikul akan dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” tutup Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz. (ah)

Direktur PDAM Solok Ardinal:  “Sudahlah tak Bayar Air, Kran Jangan Pula Dilepas”
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>

Direktur PDAM Ardinal 

Arosuka, fajarsumbar.com - Menanggapi permasalahan kekrisisan air bersih PDAM di pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka, Direktur PDAM Ardinal mengaku telah berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulanginya. Diakuinya, memang sedikit bingung, kenapa debet air berkurang.

Tahunya setelah ia lakukan pembenahan bersama anggotanya, ditemui pada sumber air terdapat karung yang menyumbat.

“Ternyata ada karung yang menyumbat, pantas air sedikit masuk, sehingga berakibat sulit memenuhi konsumen,” ujarnya Rabu, (22/5)

Selain itu ia juga mengeluhkan paritisipasi atau kesadaran sebahagian (oknum) masyarakat, ketika ditemui pipa bocor, pihaknya segera membenahi, akan tetapi dilarang pula.

“Datang bapak itu dan berkebetulan ada saya disana, ketika kami akan memperbaiki pipa bocor, ia larang, biarkan sajalah katanya. Lalu saya beri pengertian, kalau air terbuang percuma, selain merusak jalan, orang lain tidak kebagian air pak,” ungkap saya sembari meminta pengertiannya.

Lebih jauh adapula disesalkan pihak PDAM, ada sekitar 150 pelanggan di Kayu Aro, yang tidak membayar rekening air. Karena ada informasi tidak tertulis, semasa Gamawan dan ketika awal sumber mata air Kayu Aro diambil, masyarakat setempat bisa memberikan, bersebab sumber mata airnya diambil dan akan mengurangi debetnya, makanya masyarakat Kayu Aro diberikan dispensasi free.

“Meski sedikit terpaksa ditolerir, akan tetapi sudahlah tidak membayar, kran pun dilepas saja, sehingga menyebabkan tekanan jadi berkurang dan tidak mendapatkan air bagi orang yang rumahnya di daerah ketinggian”, timpalnya.

Seiring keluhan tadi, pihaknya tetap berupaya memaksimalkan pelayanan. Namun semua itu tidak terlepas kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk saling menjaga pendistribusian air agar merata. Sebab, jika satu tempat saja yang dipenuhi, bagaimana dengan konsumen lainnya.

“Ada empat tempat yang airnya selalu dipergilirkan. Misalnya kalau pagi jatah di Pemda, tempat lain dikunci dulu, selepas jam kantor dialiri pula ke masyarakat”,kata Ardinal tanpa merinci empat titik lokus tersebut.

Dengan tidak lancarnya air mengalir ke konsumen, pihaknya juga merasa rugi. Sebab keengganan orang sudah pasti tidak mau membayar.

“Kini di Vila Garden Arosuka air tak masuk di RSUD biasanya tagihan Rp.7 juta, kini hanya Rp.500.000 saja, sebab air tak lancar. Sementara gaji karyawan diambilkan dari sana, karena mereka bukanlah ASN," paparnya.

Mencermati demikian, pantas Ardinal mewanti-wanti anak buahnya, bahwa ketergantungan gaji karyawan tidak terlepas pemasukan yang juga bersumber dari rekening listrik.

“Maka hal ini selalu saya pertegas terhadap anggota, sehingga bersungguh-sungguh untuk melayani konsumen, dimana air terkendala cepat dibenahi. Meski demikian, kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga sangat diharapkan, karena berkat tanggungjawab kita bersama semuanya bisa lancar”,harapnya. (yas)

Belasan Tahun Lumpuh,  Marbot Masjid Ini Butuh Uluran
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>


Pasbar -  Memiriskan, Tohir (80) kini harus mengarungi kehidupan seorang diri dalam kelumpuhan. Ia di Pasaman Barat sebatang kara. Marbot masjid ini, hanya bisa pasrah menerima takdir dan nasib. 

Konon Tohir merupakan warga Jawa yang datang ke Pasaman Barat puluhan tahun silam seorang diri. Tidak ada keluarga ataupun dunsanak yang ia dapati di Pasbar. Saat itu, usianya yang sudah mulai renta, akhirnya oleh masyarakat perumahan Kavlingan Empat, Kenagarian Lingkuang Aur, Kecamatan Pasaman ia dijadikan marbot di Masjid Nurul Ikhlas yang berada di komplek perumahan itu. 

Akan tetapi naas baginya, beberapa lama bekerja, Tohir mulai mengalami sakit. Awalnya dia diserang penyakit chikungunya dan sempat dirawat di Rumah Sakit. Kemudian berlanjut jadi lumpuh hingga tak dapat bicara hingga sekarang.  

Mengetahui hal itu, kepala dusun dan warga setempat berembuk, bagaimanapun juga Tohir adalah manusia yang harus diberlakukan dengan prikemanusiaan kendati siapapun dia dan darimanapun dia. Sehingga, warga mencari orang yang mau merawat Tohir dan diberi biaya perawatan dan makan setiap bulannya. Dana itu diambil dari infak sadakah Masjid  Nurul Ikhlas. 

Sugiono (58), dia lah kepala keluarga yang selama ini merawat Tohir. Sudah belasan tahun keluarga  tinggal bersama mereka  di Dusun I Bandarejo, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Sugino (58) merupakan warga yang diminta pengurus masjid nurul ikhlas untuk merawat kakek tohir. 

"Sudah sangat lama saya merawat beliau, ini tahun kesebelas saya merawat. Sejak sakit dan dirawat sebelas tahun lalu dia hanya seperti itu. Dia gak bisa ngomong dari awal," ucapnya.

Jelas sugino, hingga saat ini mereka tidak tahu dimana kampung kakek itu. Kabar yang didapat, beliau ini merantau dari pulau ke Pasaman Barat untuk bekerja di salah perkebunan di Kinali dahulu. Namun usai kontrak kerja habis, dia tidak kembali bersama rekan-rekan nya ke pulau jawa.

Atas penyakit yang diderita, berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, namun tidak ada perubahan hingga saat ini. Apa lagi biaya untuk perawatan kakek tohir beberapa bulan terakhir ini tidak ada bantuan lagi dari pengurus masjid.

"Biasanya kami diberikan 1juta buat biaya merawat kakek tohir. Uang tersebut didapat pengurus masjid dari iuran masyarakat kavlingan tiap bulan. Namun empat bulan terakhir ini tidak ada lagi. Saya ini hanya seorang petani mas, berapa lah penghasilan saya dengan umur telah 58 tahun," ungkapnya.

Katanya, kepala dusun juga sudah berupaya mengadukan kejadian ini terhadap pemerintah daerah. Akan tetapi responnya belum ada. 

"Dinas Sosial datang kesini, namun hanya mengantarkan materas dan beras. Ya, sekedar itu saja, namun untuk solusi lainnya gak ada mas, saya gak tau mau buat apa," jelasnya.

"Secara kan kakek tohir harus rutin minum obat belum lagi dia harus diberikan pempers. Untuk beli pempers orang dewasa mas kan tahu sendiri. Apa lagi pemakaian untuk kakek tohir sebulan itu bisa menghabiskan sebanyak 5pak," timpal Sugino.

Untuk itu, katanya mereka saat ini butuh solusi dan uluran tangan. Jika diantar ke panti jompo tidak memungkinkan, karena kondisi fisik yang sudah lumpuh total. (Andika)

Whatsapp-Medsos Dibatasi Pemerintah Sampai 25 Mei 2019
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>


Jakarta, fajarsumbar.com- Pembatasan akses media sosial dan layanan perpesanan Whatsapp dibatasi oleh pemerintah hingga beberapa hari ke depan. Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran informasi hoax yang tak terkendali. 

Menurut Menkopolhukam Wiranto pembatasan dilakukan hingga 2-3 hari ke depan, artinya bisa sampai tanggal 25 Mei 2019. "Jadi berkorban 2-3 hari tidak bisa lihat gambar tidak apa-apa, ini semata untuk keamanan nasional," ujarnya saat menggelar jumpa pers di kantornya, Rabu (22/5/2019).

Upaya ini, kata dia, agar negeri ini tetap aman tak hanya dengan aparat keamanan yang akan diperketat tapi juga perlu peran masyarakat. "Ketika masyarakat tidak termakan hoaks dan rasional, ini sudah membantu keamanan negeri ini."

Menkominfo Rudiantara menegaskan tak hanya media sosial, namun juga layanan perpesanan seperti WhatsApp dan lainnya.

"Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap," kata Rudiantara di Jakarta, Rabu (22/5/2019) sebagaimana dikutip CNBC Indonesia.com.

Dikatakan Rudiantara, saat ini media sosial dan layanan perpesanan menjadi media untuk penyebaran hoax. Modusnya, postingan tak benar di media sosial.

"Fitur-fitur media sosial tidak semuanya dan messaging system juga. Kita tahu modusnya adalah posting di medsos. FB [Facebook], Instagram dalam bentuk video, meme, foto," papar Rudiantara.

"Kemudian screen capture hoax itu disebarkan melalui WhatsApp. Dan karena viralnya makanya kita batasi," tutur Rudiantara.(*)

Penggunaan WhatsApp-Instagram cs Masih Dibatasi
Kamis, Mei 23, 2019

Diposkan oleh On Kamis, Mei 23, 2019

>

Menkopolhukam Wiranto

Jakarta, fajarsumbar.com - Pemerintah memutuskan untuk membatasi akses masyarakat ke media sosial dan layanan perpesanan seperti WhatsApp dan LINE. Keputusan ini untuk mencegah konten negatif dan penyebaran hoaks dari demo penolakan hasil Pilpres 2019.

Menkopolhukam mengatakan pemerintah memutuskan membatasi aktivitas di media sosial untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama peredaran info hoax.

"Sementara untuk hindari provokasi kita melakukan pembatasan akses di media tertentu agar tidak diaktifkan. Akses media sosial untuk jaga hal-hal negatif yang disebarkan masyarakat," kata Menkopolhukam Wiranto di Jakarta, Rabu (22/5/2019) sebagaimana dikutip CNBC Indonesia.com.

Pembatasan sebagian akses ke medsos dan layanan perpesanan akan dilakukan dalam 2-3 hari ke depan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menambahkan fitur yang dibatasi atau dinonaktifkan adalah fitur untuk mengunggah video dan foto.

"Sistem komunikasi vioce (suara) gak masalah. Yang kita freeze-kan (bekukan) sementara yang tidak diaktifkan itu video, foto dan gambar. Karena secara psikologi video dan gambar itu bisa membangkitkan emosi," jelasnya.

Rudiantara menambahkan pembatasan akses akan dilakukan secara bertahap karena operator telekomunikasi tidak bisa melakukan sekaligus, sangat tergantung teknis di lapangan.

Nah, untuk mengatasi keterbatasan akses ini sejumlah warga net menyarankan menggunakan VPN agar WhatsApp bisa lancar digunakan. Sebagian lagi menyarankan menggunakan aplikasi perpesanan Telegram.(*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *