Tim Visitasi Kemenag RI Kunjungi IAIN Batusangkar Dalam Perubahan Menuju UIN -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Tim Visitasi Kemenag RI Kunjungi IAIN Batusangkar Dalam Perubahan Menuju UIN

Minggu, 28 Maret 2021

 

Bupati Eka Putra, Rektor IAIN Batusangkar foto bersama dengan Tim Visitasi Kemenag RI


Tanah Datar, fajarsumbar.com - Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE menerima kunjungan Tim Visitasi Kemenag RI, dalam jamuan makan siang di gedung Indo Jalito, menyampaikan harapan besar agar alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) segera terwujud, karena ini akan berpengaruh terhadap dunia pendidikan di Tanah Datar. 


"Kami atas nama Pemerintah Daerah, mendukung penuh perubahan alih status ini, kita siap bersinergi dalam upaya menjadikan UIN Batusangkar," sampai Bupati. 


Setelah dinyatakan lulus secara administrasi, IAIN Batusangkar tranformasi menjadi UIN Batusangkar, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2020, pada proses FGD Kementerian Agama RI pada bulan Februari 2021 yang lalu.


Hal itu disampaikan Humas IAIN Batusangkar Doni kepada fajarsumbar.com lewat pesan whatsapp, Minggu (28/3/21). Bahwa Tim Visitasi Kementerian Agama Republik Indonesia kunjungi IAIN Batusangkar dalam Asesmen Lapangan Perubahan Bentuk IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar.


Hal ini disampaikan oleh Tim Visitasi Kemenag RI, Kepala Biro Hukum Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Dr. Mudhofir, M.Si, ini adalah proses dimana semua PTKIN yang akan melakukan tranformasi menjadi UIN. 


"Kegiatan visitasi ini adalah dalam bentuk kongkrit dan kesiapan IAIN Batusangkar Menjadi UIN, ini semua adalah proses yang harus kita lalui dalam mewujudkan dunia pendidikan yang handal, karena pendidikan adalah kemajuan kita untuk Indonesia kedepan, dan IAIN Batusangkar harus bersenergi dalam melakukan komuniskasi cerdas kesemua Stakeholder, untuk mendukung alih status ini," ucap Mudhofir. 


Sementara itu Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Dir. PTKI H.M. Adib Abdushomad, M.Ag, M.Ed, Ph.D, mengatakan, IAIN Batusangkar yang sudah memenuhi PMA No. 20 tahun 2020, dimana IAIN Batusangkar segera kita ajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN-RB). 


"Harapan kita bersama, dalam waktu dekat ini akan ada visitasi dari MenPAN-RB secepatnya," kata Adib. 


Adib menambahkan, dikarenakan SDM yang dimiliki IAIN Batusangkar sudah terpenuhi semuanya, yang penting sakali Akreditasi jurusan/prodi IAIN Batusangkar, hari ini sudah memiliki 7 Akreditasi A. "Berarti sudah layak sekali IAIN ini untuk jadi UIN," terang Adib Abdushomad. 


Sementara itu Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Si menyampaikan, perubahan UIN Batusangkar adalah cita-cita dan kiat bersama warga Tanah Datar, terkhusus warga IAIN Batusangkar, seiring dengan perkembangan serta kebutuhan yang begitu cepat, sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri harus bisa mengatisipasi dan mengakomodir perubahan, serta tuntutan masyarakat dengan tranformasi menjadi UIN Batusangkar.


Marjoni mengatakan, kenapa Tranformasi IAIN Batusangkar menjadi UIN perlu dilakukan, yakni aspek filosofi keilmuan yang integrasi dan interkoneksi, aspek pragmatis yaitu terjadinya perubahan, tuntutan, dan kebutuhan masyarakat dan aspek filosofi kearifan lokal, ini semua merupakan gambaran bangkitnya kembali simbol budaya Minangkabau, yakni Surau. 


"Surau punya fungsi sebagi media pendidikan, yang mengakomodir keragaman keilmuan dan keterampilan nantinya, dan kita wujudkan UIN Batusangkar dengan slogan UIN Batusangkar, Kampus Siar Islam, Refleksi Surau Minangkabau," pungkas Marjoni. (fdy)