Diterpa Isu Penggumpalan Darah, Pemerintah Tetap Pakai Vaksin AstraZeneca -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Diterpa Isu Penggumpalan Darah, Pemerintah Tetap Pakai Vaksin AstraZeneca

Senin, 19 April 2021
ilustrasi


Jakarta, fajarsumbar.com - Meski diterpa isu penggumpalan darah yang diduga disebabkan vaksin AstraZeneca, pemerintah Indonesia masih tetap memakai vaksin tersebut. 


Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Siti Nadia Tarmizi, menerangkan bahwa sesuai arahan Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin AstraZeneca masih direkomendasikan untuk diberikan ke masyarakat.


"WHO menilai manfaatnya jauh lebih besar dibanding risiko yang ditimbulkan," kata Nadia dalam keterangan pers virtual beberapa waktu lalu.


Soal kasus penggumpalan darah di Indonesia sendiri, sambung Nadia, sampai saat ini belum ada satu kasus pun yang dilaporkan. 


"Tidak ada satu laporan pun sampai saat ini mengenai penggumpalan darah akibat penyuntikkan vaksin AstraZeneca," ujarnya.


Nadia menambahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) pun belum mencabut izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AstraZeneca.


"Jadi, sementara ini kita akan tetap menggunakan vaksin AstraZeneca karena vaksin ini sudah digunakan di berbagai negara dan memenuhi kriteria vaksin yang layak dalam menangani pandemi Covid-19," papar Nadia. 


Dikutip dari Reuters, kasus penggumpalan darah akibat vaksin AstraZeneca yang kedua di Kanada terjadi pada Sabtu, 17 April 2021. Pembekuan darah pertama dilaporkan terjadi pada Selasa, 13 April 2021.


Meski begitu, pemerintah negara tersebut masih melanjutkan penyuntikan dengan vaksin Covid-19 buatan Inggris itu.


"Orang yang mengalami kejadian langka tersebut, penggumpalan darah telah dirawat dan sedang dalam pemulihan," kata Kementerian Kesehatan Kanada dalam pernyataan resminya. "Dia orang Alberta, salah satu provinsi di Kanada," tambahnya, dikutip dari Okezone.


Meski sudah ada dua kasus penggumpalan darah akibat vaksin AstraZeneca, pemerintah Kanada tetap menggunakan vaksin tersebut dengan alasan manfaatnya jauh lebih besar dibanding efek samping yang ditimbulkan. (*)



adsen