Gubernur Kian Banyak Penghafal Alquran Semakin Mengukuhkan Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah -->

Mgid Bawah Bapenda

Gubernur Kian Banyak Penghafal Alquran Semakin Mengukuhkan Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah

Sabtu, 10 April 2021

 

Gubernur Sumbar menyerahkan piagam dan hadiah untuk penghafal Alquran kelompok putra.

Padang Panjang, fajarsumbar.com -Banyaknya penghafal Alquran di Kota Padang Panjang, semakin mengukuhkan kota ini sebagai Kota Serambi Mekkah. 


"Makin nyata sebagai Serambi Mekkah. Banyak santri, pelajar dan masyarakat penghafal Alqura di sini," kata Gubernur Sumatra Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, SP Datuak Marajo dalam acara Khatam Tahfizh Alquran Madrasah Aliyah Kulliyatul Muballighien Muhammadiyah (MA KMM), Sabtu (10/5) di Komplek Kauman, Padang Panjang. 


Mempersiapkan generasi penghafal Alquran, menurut gubernur berarti telah mempersiapkan pemimpin masa depan. Pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan.


 "Semoga akan hadir, para pemimpin dari Kauman Muhammadiyah, para ekonom, ketua ekonomi Syariah dari Kauman. Karena Kauman Muhammadiyah punya darah orang sukses," tuturnya.


Gubernur  menyampaikan, selamat atas Haflah Khatam Tahfizh Alquran ini. 


"Para penghafal Alquran nantinya akan diharamkan Allah SWT neraka baginya. Orang penghafal Alquran memiliki kecerdasan lebih. Mampu bertahan dalam pikirannya 6.666 ayat. Untuk orangtua yang memiliki anak penghafal Alquran, akan dipasangkan mahkota olehnya kelak," kata gubernur Mahyeldi yang akrab disapa dengan Buya.


Wawako Asrul dalam sambutannya mengatakan, haflah Alquran di PontrenMu merupakan capaian membanggakan "Kami mengapresiasi setinggi-tingginya karena sejalan dengan visi misi Kota Padang Panjang yang bermarwah dan bermartabat," jelasnya.


Ditambahkannya, salah satu kehebatan Al Qur’an mampu mengubah perilaku, tidak ada kelemahan di dalamnya. Justru kekuataan. Keunikannya ada dua kekuatan, yaitu sakralitas dan rasionalitas.


Sementara itu Kepala MA KMM, Derliana berharap para wisudawan dapat berakhlak baik. 


"Proses tiga tahun mari teruskan budaya yang dibangun di MA ini. Tidak hanya hafal, tapi memahami dan menerapkan," katanya.


"Tahun ini, 126 santri mengikuti khatam, dengan hafalan 4 Juz menjadi posisi paling sedikit. Ada 30 Juz untuk tiga santri ditambah satu dari Rutan Kelas IIB. Mohon bantuan orangtua mengajak anaknya tetap menjalankan budaya baik seperti di asrama. Ketika berhasil, tetap menunjukkan akhlaq yang baik seperti berada di MA Kauman," jelasnya. 


Gubernur didampingi wawako turut menyerahkan hadiah kepada penghafal 30 Juz dan penghafal terbaik. (syam)