Heboh Mayat Bayi Ditahan di RS Aisyiah karena Tidak Ada Biaya, Begini Fakta Sebenarnya -->

IKLAN MGID ATAS

Heboh Mayat Bayi Ditahan di RS Aisyiah karena Tidak Ada Biaya, Begini Fakta Sebenarnya

Sabtu, 10 April 2021
Febri Andi Suseno orangtua bayi malang serahkan surat pernyataan dengan memakai materai kepada direktur RS Aisyiah, Pariaman.


Kota Pariaman, fajarsumbar.com - Febri Andi Suseno (32) ayah dari bayi yang meninggal di RS Aisyiah Pariaman 4 April 2021, datangi direktur dan kuasa hukum rumah sakit tersebut untuk mengklarifikasi atas pemberitaan media online, Jum'at (9/04/2021) siang, sekira pukul 10.00 WIB.


Ada beberapa media online yang memberitakan Kisah Pilu dari Pariaman, Miris! Tak Mampu Bayar Rumah Sakit, Mayat Bayi Ditahan Sampai Enam Jam.


Menurut Febri Andi, tidak ada informasi yang disampaikan kepada wartawan seperti yang telah dimuat media online. Informasi yang beredar itu jauh dengan yang sampaikan saat seseorang yang mengaku wartawan dan berbicara melalui telepon.


Febri Andi Suseno kembali menjelaskan perihal berita yang keluar di media  membuat dirinya terkejut dan merasa tidak senang akibat informasi tersebut, karena dalam berita disebutkan bahwa jenazah bayinya ditahan oleh pihak rumah sakit akibat tidak ada biaya. 


Padahal faktanya tidak demikian, namun keterlambatannya sebagai ayah membawa jenazah dari rumah sakit untuk dimakamkan murni kelalaiannya yang belum melunasi pembayaran administrasi. Ditambah ada pihak lain yang berjanji ingin membantu, sampai anaknya dimakamkan.


Febri Andi Suseno kembali menjelaskan, dirinya tidak memiliki BPJS dan mandiri, sehingga kebingungan mencari biaya sekitar Rp5,1 juta (untuk biaya melahirkan dan Rp. 7,7 juga untuk biaya perawatan anak selama di rawat di RS Aisyiah Pariaman. 


Hal itu disampaikan Fabri Andi Suseno di depan direktur RS Aisyiah Pariaman, H. Zachlul yang didampingi kuasa hukumnya, Poniman, SH.I, MH Fitra Mulyawan, SH.I, MH dan Dasril, SH.I.


Atas informasi yang beredar di media online, Febri mengaku tidak pernah menyampaikan seperti apa yang diberitakan media online tersebut.. Kedatangan dirinya di RS Aisyiah dan peryataan ini memang tidak ada pihak yang memaksa. Malahan dirinya ingin meluruskan karena selama di RS Aisyiah Pariaman, istri dan bayinya mendapat pelayanan dan perawatan yang cukup maksimal sesuai standar dari pihak rumah sakit. 


"Kami mewakili istri dan keluarga menyampaikan maaf atas informasi yang berkembang di salah satu media online, sehingga membuat intitusi tercoreng akibat pemberitaan tersebut yang dalam isinya komentar darinya. "Padahal, tidak ada saya menyampaikan seperti itu," ujar Febri Andi Suseno dengan membuatkan surat pernyataan memakai matrai 10.000 dan dibubuhi tanda tandantangan bersama istirnya. 


Sementara itu direktur RS Aisyiah Pariaman H. Zachlul saat mendengarkan jawaban dari Febri Andi Suseno ayah dari bayi yang malang itu menyebutkan pihaknya bersama jajaran sudah menerima klarifikasi dari bersangkutan. Bahwa pemberitaan yang keluar di media masa itu tidak benar. Isi dalam berita tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh saudara Febri. 


Pihak direktur  RS Aisyiah Pariaman malahan menawarkan kepada  Febri Andi Suseno agar membuatkan surat tidak mampu agar bisa dibantu keringanan dalam melunasi sisa hutang yang belum dibayar. 


Karena sebelumnya, akibat tidak ada yang membayar uang pelunasan, memang pihak kasir rumah sakit menawarkan agar ada yang ditinggalkan sebagai laporan kepada atasan. Dalam hal ini, ayah korban meninggalkan motor milik orangtuanya sebagai bentuk anggunan. (heri)