Pengalaman Dasril, Seminggu Melawan Ganasnya Covid-19 -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Pengalaman Dasril, Seminggu Melawan Ganasnya Covid-19

Rabu, 28 April 2021
H. Dasril

Payakumbuh, fajarsumbar.com -- Terima Kasih Dok !. Mukjizat rasanya Aku telah menjadi penyintas covid-19. Selasa pagi 27 April 2021 ba'da sholat subuh yang agak telat karena telat bangun dari tidur nyenyak setelah terbangun sebelumnya jam 04.00 pagi. 


Aku mengintip keluar melalui jendela kecil berpengaman besi kearah timur matahari terbit untuk mengetahui cuaca diluar kamar. Ku lihat cuaca cerah matahari mulai memancarkan sinar keemasaanya menyapu sehamparan alam pagi itu dengan cahaya kuning terang. Burung-burung kecil berlompatan sambil mencicit-cicit di dedahanan pohon cemara. 


Hatiku berbisik "Bolehkah hari ini aku keluar kamar oleh satpam gerbang paviliun rawat inap Covid19 Ambun Suri untuk menikmati  suasana pagi nan ceria ini ?. Setelah seminggu lebih terikat di tempat tidur oleh slang infus di tangan kiri dan slang oksigen dari arah kepala ke hidung. Kucoba bersama seorang teman sekamar yang senasib seperjuagan melawan covid19. Pak Jamal namanya. 


Aku siapkan diri dengan melepas slang oksigen dan botol infus yang sudah kosong semalaman lalu melilitkan slangnya dipergelangan tangan kiriku, tapi masih terpasang slang itu ke tangan kiriku. Perlahan aku berjalan ke arah gerbang pintu penjagaan, kebetulan penjagaan lagi kontrol ke lokasi samping gedung dan aku langsung keluar bersama Pak Jamal. 


Kami berjalan pelan-pelan disisi gedung disamping taman bunga Ambun Suri nan apik tertata rapi dengan bunga yang sedang bermekaran sungguh indah pemandangan diluar kamar pagi itu rupanya. Satu persatu spot bunga cantik itu ku abadikan dengan kamera ponselku sambil tetap berjalan. 


Aku dan Pak Jamal secara terpisah terus berjalan memutari keliling halaman dan parkiran yang bersih dan indah itu bermandikan cahaya kemilau keemesan sang mentari pagi. 


Baru pada putaran kedua kami di panggil oleh Pak Satpam yang piket. " Bapak-bapak pasien covid19 kan ? selidiknya. "Ya pak jawabku", Bapak-bapak harus kembali kekamar sekarang karena tidak boleh pasien covid19 keluar kamar, kecuali izin petugas katanya. 


"Oh maaf pak mohon izinkan kami menikmati cahaya matahari pagi sebentar saja kerena sudah seminggu kami tak bisa keluar kamar karena kondisi kesehatan kami pak dan semalam kami juga sudah minta izin dokter untuk berjemur pagi sebentar kalau cuaca cerah", jawabku. 


Dengan sedikit manggut- manggut pak Satpam izinkan kami berjalan sebentar dengan syarat tidak keluar dari halaman dan parkiran. 


Begitu senangnya dan gembiranya hatiku bisa menikmati sinar ultraviolet vitamin D  berlimpah secara gratis di sekeliling taman bunga dekat gedung Ambun Suri dan Gedung Cindua Mato RSAM Bukitinggi yang menjulang tinggi nan eksotis itu.


Puas berjemur sambil jogging dan memfoto-foto bunga aku kembali ke kamar mau bersih-bersih. Kepala pusing dan nafas sesakku semakin berkurang. Aura segar bak orang yang sedang bugar kurasakan.


Tiba-tiba masuk perawat petugas medis ruangan perawatan kami dengan pakain asmatnya membawa peralatan pengukur tensi dan kadar oksigen dalam darah. Saya diukur dengan mesin itu dan tensi darah saya masih sedikit tinggi tapi sudah turun dibanding pengukuran kemaren. Namun kadar oksigen dalam darah saya sudah naik melampaui batas minimal artinya semakin segar. 


Berita yang maha penting yang disampaikan perawat pagi menjelang siang itu sungguh berita yang kutunggu-tunggu sejak beberapa hari terakhir yakni hasil test Swab saya sudah " Negatif covid19" dan jadilah aku penyintas Covid19. 


Alhamdulillah Ya Allah begitu banyak doa yang telah dilafazkan, begitu banyak air mata yang telah menetes mengiringi doa-doa itu baik dari aku sendiri yang sedang merasakan ganasnya akibat covid19 maupun isteri, anak-anak, keluarga dan para kerabat dan sahabat dimanapun doa itu dimuajatkan. 


Begitu dahsyatnya doa dan begitu telatennya para dokter, perawat, para medis, petugas gizi, security menjaga kami dan Aku dinyatakan sembuh dari covid19 dan telah menjalani perawatan yang baik. Terima kasih banyak dokter dan para medis nan sabar mengganti tusukan infus aku yang sering macet kadang terjadi tengah malam saat kantuk sedang memuncak.


Mereka-mereka yang mulia yang sempat saya baca tulisan spidol dibaju asmat yang dipakainya antara lain, Dokter ahli Paru-Paru dr.Deddy Herman Syafar Sp.P yang sempat dua kali mengingatkan saya " Agar makan buah naga minimal 2 kali sehari dan kurangi berat badan kalau mau parunya sehat dan bisa menikmati hidup sehat katanya". 


Dan dr.Yet. yang juga Ahli Paru-paru selalu rajin menyapa keruangan pasien. Dokter ahli Penyakit Dalam dr.Linda serta dokter penanggung jawab Perawatan dr. Taufiq Hidayat, Sp.P (K). 


Tim medis, perawat yang dengan terampil dan sabar melayani walau slang infus sering mapet hingga darah tersedot dan terpaksa dipindah lagi posisi jarum infus ke pembuluh darah yang lain, bagian gizi yang dengan disiplin dan tepat waktu mengantarkan makanan, kudapan, buah, jus serta air mineral. Petugas Cleaning Servis yang selalu membersihkan sampai ke sudut-sudut ruangan, jendela, wc dan kamar mandi serta membuang sampah sisa-sisa makanan pasien. 


Terima kasih dan penghargaan Saya untuk jasa mereka tanpa pamrih tanpa kenal dengan saya Semoga jadi amal shaleh mereka dan mereka terpihara dan terhindar dari terpapar covid19.


Kamar 3-1 lt. 1 Paviliun Ambun Suri RSAM  diisi oleh 4 pasien. Aku sendiri Dasril 55 tahun dari Payakumbuh, Pak Heryanto 67 tahun alias Pak Kiang dari Aua Ateh Bukittinggi sehari-hari beraktifitas di  Bengkel Mobil Minang Baru Simpang Taluak Bukittinggi. Pak Jamal 58 tahun dari Kubang Putiah Bukittinggi berprofesi sebagai Guru SMK di Bukittinggi, Pak Budi 48 tahun asal Birugo Dosen IAIN Bukittinggi. Dari 4 penghuni kamar tersebut 3 orang kami dibolehkan pulang dan 1 Orang Pak Budi masih harus menjalani terapi lanjutan karena baru 2 malam di rawat dan belum di Swab.


Semoga Pak Budi bisa segera pulih, segera di Swab dan hasil moga negatif covid19 doa kami pagi itu sambil pamitan dengan Pak Budi yang belum dapat izin pulang. 


Dikamar sebelah kami dengar juga ada yang dapat izin pulang hari itu dan ternyata dia teman sama SPG dulu pada tahun 1986 Pak Em Kepsek di Kab. Limapuluh Kota. Namun suara teriakan dan erangan kesakitan sempat juga kudengar dari pasien dari lorong kamar  yang saya lewati menjelang pulang, semoga mereka segera disembuhkan Allah SWT.


Persiapan pulang sudah kurapikan barang-barang pribadiku, tapi penting juga untuk menunggu kunjungan penutup dokter penanggung jawab masing-masing pasien karena resep obat untuk dibawa pulang dan nasehat-nasehat dokter sangat diperlukan pasca perawatan dan isolasi. Oleh bagian administrasi kami yang pulang diberikan masing-masing 3 surat yakni surat keterangan telah dirawat covid19 sesuai lama waktu dirawat, surat keterangan negatif covid19 dari Laboratorium pengujinya dan surat keterangan untuk istirahat di rumah selama 7 hari untuk pemulihan. Serta obat-obatan beserta aturan makannya untuk seminggu kedepan. 


Tentunya pesan mereka sewaktu mengizinkan pulang jangan kembali lagi kesini bapak-bapak dengan cara mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada bersama orang pakai masker. Gelang kesayagan yang sudah seminggu melilit di lengan tangan kananku di lcopot oleh suster Owie." 


Bapak tidak boleh lagi pakai gelang ini, karena sudah kusam dan nama bapak sudah kami coret sebagai pemakai resmi gelang covid19" Kata suster Owie dihadapan teman-teman sekamar. Aku karena begitu senangnya bisa pulang sampai lupa gelang pasien covid19 berindentitas an. Dasril 55 tahun nomor... masih aku pakai saat menyandang tas pakaian ketika mau pulang he he he. Maklum kebelet ingin pulang ke rumah. 


Puji syukur dan terima kasih tak terhingga aku sampaikan kepada yang terhormat para dokter dan para medis yang merawat baik di Ambun Suri RSAM BKT maupun dokter dan para medis yang menangani perawatan awal di RSUD Adnaan Warga Dalam Payakumbuh melalui bu Direktur Dr. Yanti beserta tim medis dan ambulan. 


Terima kasih banyak atas doa-doa khusu' yang telah dilafazkan sehingga Allah telah kabulkan dan berikan keberkahan dalam kesehatan dan kesembuhanku dari semua pihak sahabat, kerabat, kenalan maupun insan-insan yang tergerak hatinya menolong saudaranya saat menghadapi cobaan berupa ganasnya covid19 ini. Salam hormatku.


"Patuhi protokol kesehatan dan jangan anda jadi korban ganasnya covid19.(Dasril, Bukitinggi, 27 April 2021).



adsen