Segera Audit Biaya Pemeliharaan Bus Air Ombilin Tidak Terawat -->

IKLAN MGID ATAS

Segera Audit Biaya Pemeliharaan Bus Air Ombilin Tidak Terawat

Kamis, 27 Mei 2021
Bupati Eka Putra saat meninjau Kapal BA Ombilin yang rusak di Danau Singkarak, Kamis (27/5).


Tanah Datar, fajarsumbar.com - Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE bersama Wakil Bupati Richi Aprian, SH. MH langsung merespon cepat usai mendapat informasi kapal atau Bus Air (BA) Ombilin nyaris tenggelam di Tapian Bonjo Danau Singkarak, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (27/05/2021).


"Terima kasih kepada masyarakat maupun netizen yang telah menginformasikan kondisi BA Ombilin, dari yang tadi kami tidak tahu menjadi tahu," ungkap Bupati. 


Melihat kondisi kapal yang rusak dan tidak terawat, Bupati Eka minta agar dilakukan audit biaya pemeliharaan yang dialokasikan untuk kapal yang masih menjadi aset Kementerian Perhubungan ini.


"Kapal ini merupakan aset Kementerian Perhubungan, namun infonya ada biaya pemeliharaan. Karena kami baru menjabat, kami minta diaudit biaya pemeliharaan selama ini," kata Eka Putra.


Sebelumnya Kadis Perhubungan Harfian Fikri di lokasi mengatakan, kapal tersebut sudah ada di Danau Singkarak sejak tahun 2012, yang diserahkan penggunaannya kepada pemerintah daerah, namun masih tercatat sebagai aset Kementerian Perhubungan, sementara biaya pemeliharaan dibebankan kepada Pemkab Tanah Datar.


“Kapal ini pernah dua kali mengalami kecelakaan, karam dan tenggelam tahun 2013 dan 2017 akibat angin kencang saat itu, akibatnya beberapa peralatan penting seperti navigasi, kompas dan lainnya rusak,” terang Kadis Perhubungan. 


Ditambahkan Kadis Harfian, Dishub Tanah Datar sempat membuat surat kepada Kemenhub untuk mengembalikan kapal tersebut. Karena kapal tersebut dianggap tidak sesuai untuk danau, sementara biaya pemeliharaannya sangat tinggi. Namun, pihak Kementerian berpijak dari surat sebelumnya bahwa Pemkab Tanah Datar bersedia menerima kapal tersebut.


Jadi, sejak tahun 2020 Dishub Tanah Datar tidak lagi menganggarkan biaya perawatannya. Dengan kondisi saat ini, kita sudah laporkan kepada Balai yang berwenang yang di Kementerian. 


"Sesuai arahan, sementara kita selamatkan terlebih dahulu karena dinilai kondisinya sudah rusak berat, untuk diambil langkah selanjutnya," pungkas Kadishub. (fdy)