Jabar Tambah Perawat dan Kamar RS Hadapi Lonjakan Kasus Covid -->

IKLAN MGID ATAS

Jabar Tambah Perawat dan Kamar RS Hadapi Lonjakan Kasus Covid

Selasa, 08 Juni 2021

  

Petugas kesehatan berjaga di ruang isolasi hijau Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Hegarmanah, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengantisipasi skenario terburuk apabila kondisi rumah sakit mengalami lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Lebaran.


Di RSUD Al Ihsan Bandung, Pemprov Jabar bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jabar akan menambah 37 tenaga perawat.


Selain itu, kamar perawatan khusus pasien Covid-19 di rumah sakit Provinsi Jabar itu juga akan ditambah 40 unit, sebagaimana dikutip CNNindonesia.com


Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan sedianya Al Ihsan akan menambah 40 kamar itu sejak lama. Namun karena semua perawat sudah penuh tugas, penambahan kamar itu tak kunjung terealisasi.


"Di Al-Ihsan 150 (perawat) sudah full (tugas). Mau nambah 40 kamar terkendala SDM. Kami bekerja sama dengan PPNI, Insya Allah hari ini ada penambahan 37 tenaga kesehatan khusus untuk menambah kamar di Al-Ihsan 40 (kamar)," katanya di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (7/6).


Penambahan perawat dari PPNI, kata Daud, tidak hanya buat Al Ihsan saja tapi juga rumah sakit rujukan Covid-19 lain yang membutuhkan SDM.


"Kemudian di rumah sakit lain silakan (kami terbuka). Apa yang ada masalah di daerah kita pecahkan bersama," ujarnya.


Selain SDM, Daud menyebut penanganan Covid-19 di rumah sakit relatif tidak terkendali. Obat dan alat-alat medis masih cukup dan aman.


"Seminggu ini Pak Sekda rapat dengan kepala dinas kabupaten/kota serta direktur rumah sakit. Disampaikan bahwa secara umum ketersediaan obat dan perlengkapan tidak masalah," tutur Daud.


Sementara itu, mengenai tingkat keterisian kamar untuk pasien Covid-19 atau bed occupancy rate (BOR) secara umum naik. Dari yang tadinya hanya 39 persen pada pekan lalu naik menjadi 49 persen per Minggu (6/7).


"79,9 persen untuk di level merah. Jadi di kategori merah dan ICU memang tinggi. Hanya secara umum memang ada kenaikan. Per kemarin ada sekitar 49 persen BOR-nya. Seminggu lalu itu masih di angka 39 persen. Bisa dibayangkan sehari ada naik antara 1-2 persen," kata Daud. (*)