Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Sarang Walet -->

IKLAN MGID ATAS

Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Sarang Walet

Kamis, 03 Juni 2021
Mahyudin salah seorang pendiri koperasi GOA Gasiang. Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari. (Abg)


Solsel, fajarsumbar.com - Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan (Solsel) sedang melakukan penyelidikan terhadap laporan masyarakat atas dugaan pencurian sarang burung walet di Goa Gasiang Nagari Lubuk Ulang Aling Kecamatan Sangir Batang Hari.


"Kami sedang Lidik dulu. Laporan dugaan pencurian sarang walet ini. Laporan baru masuk dalam pekan ini," ujar Kapolres Solsel AKBP Tedy Purnanto saat dihubungi pada Kamis (3/6/2021).


Senada, Kasat Reskrim Polres Solsel, AKP Dwi Poerwanto mengatakan bahwa dari laporan itu pihaknya sudah mencoba menghubungi pihak-pihak yang diadukan namun terkendala akses lokasi dan komunikasi. "Kendati demikian, Kami akan lakukan penjemputan dengan mendatangi lokasi, selambatnya Senin pekan depan (7/6/2021). Kita akan tuntaskan," tuturnya.


Sebelumnya, Mahyudin selaku anggota pendiri Koperasi Unit Desa Lubuk Ulang Aling (KUD-LUA) yang mengelola Sarang burung Walet mengatakan hasil panen sarang walet di Goa Gasiang diperkirakan sekitar 300-400 kilogram (kg) pertriwulan masa panen.


"Tapi sayangnya sebelum massa panen telah dicuri oleh oknum yang diduga juga pengurus KUD- LUA. Masih usia sekitar dua bulan dicuri. Kejadian ini sudah berulang kali terjadi. Terakhir diketahui sekitar 5 Mei 2021," katanya.


Sehingga, menindaklanjuti pencurian tersebut, ia diberikan kuasa oleh 30 orang masyarakat pemilik tangga goa gasiang mengadukan pencurian sarang walet itu.


"Kami pemilik tangga atau anggota KUD-LUA sangat dirugikan atas kejadian ini. Maka dari itu, kami pemilik tangga bersama-sama bermohon untuk dapat kiranya melakukan upaya penyelidikan, penyidikan dan memproses sesuai dengan ketentuan hukum dan Undang-undang yang berlaku," ucapnya sesuai surat pengaduan tertanggal 22 Mei 2021.


Dia mengatakan, hasil Goa Walet Gasiang ini, adalah penghasilan utama masyarakat sejak dulunya, dan hasilnya sangat membantu ekonomi masyarakat secara turun temurun.


H.Sutan Syahrilis, selaku Pengelola Ulayat Goa Gasiang mengatakan pihaknya bersama para pendiri seperti Abdul Mutalib, M. Rasyad, Syafri di Pulau Panjang, Usman di Talantam mendirikan KUD ini untuk masyarakat Lubuk Ulang Aling secara keseluruhan.


"Jadi atas nama pendiri dan atas pemegang penuh kuasa kaum, meminta pihak terkait untuk melakukan penyelesaian masalah dugaan pencurian walet di ngalau Gasiang," tuturnya. (Abg)