Kadiknas Lima Puluh Kota Sebut 85 Persen Tenaga Pendidik dan Kependidikan Telah Divaksinasi -->

IKLAN ATAS

Kadiknas Lima Puluh Kota Sebut 85 Persen Tenaga Pendidik dan Kependidikan Telah Divaksinasi

Kamis, 09 September 2021
.


Lima Puluh Kota, fajarsumbar.com - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Radio Safasindo FM melaksanakan Talkshow/ Dialog Interaktif dengan narasumber Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (09/09/2021).


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Indrawati, S.Pd, M.Pd menyampaikan terkait pandemi dan salah satu poin dari SKB 4 Menteri terkait vaksinasi tenaga pengajar saat ini sudah mencapai 85% dan yang belum mengikuti vaksinasi biasanya yang memiliki penyakit bawaan. Salah satu Visi Misi Kepala Daerah yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, ada beberapa program unggulan kita salah satunya program Tahfiz Qur'an disetiap sekolah dan kita sudah kerjasama dengan Padang TV mengadakan lomba cerdas Al-Qur'an, untuk tingkat Sekolah Dasar yang juara SDN 03 Andaleh dan sudah lomba tingkat provinsi dan mendapatkan juara 1. 


Kemudian bagaimana kita meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar) di pendidikan PAUD dan pendidikan non formal karena kita ingin meningkatkan IPM salah satu yang berperan adalah pendidikan disamping kesehatan dan ekonomi ini merupakan tugas kita bersama dan kita sudah membuat program-program untuk meningkatkan APK, selanjutnya program peningkatan kualitas pembelajaran inilah program sekolah penggerak artinya kurikulum pada sekolah penggerak berbeda karena disesuaikan dengan kebutuhan anak tidak hanya mementingkan dari segi akademis tapi juga karakter. 


Kedepannya program kita bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai budaya minangkabau apakah nanti akan diintegrasikan dengan mata pelajaran tertentu karena sesuai dengan budaya kita adat basandi syarak syarak basandi kitabullah. 


Terakhir Indrawati menyampaikan pesan  agar guru selalu menerapkan protokol kesehatan dan terus meningkatkan kompetensi karena era digital ini kita harus menyesuaikan kompetensi kita sehingga anak-anak didik kita akan ter layani dengan berkualitas lebih baik.(Ul)