Supardi : PERSEPAK Adalah Payakumbuh. Jangan Patah Arang ! -->

Supardi : PERSEPAK Adalah Payakumbuh. Jangan Patah Arang !

Jumat, 29 Oktober 2021

.


Payakumbuh, fajarsumbar.com --- Persatuan Sepakbola Payakumbuh (Persepak) merupakan wadah persepakbolaan warga Payakumbuh yang tumbuh sejak Payakumbuh menjadi daerah administrasi di tahun 1970. Lapangan Kapten Thantawi adalah pusat latihan, dulu. Banyak sudah tokoh persepakbolaan hingga tokoh birokrasi dan berprofesi lainnya, tumbuh sukses. Salah satunya melalui binaan disiplin di Persepak.


Berbagai terpaan dan gelombang dihadapi pengurus dan pemain yang tergabung dalam klub milik Kota Payakumbuh. Jatuh dan bangun, pasif lalu aktif lagi. Sempat 19 tahun tidak terdengar prestasi. Pada tahun 2007, Persepak yang dikenal hingga nasional melalui keterdaftarannya di PSSI Pusat toreh Juara I di tingkat Sumatera Barat.


Berbagai terpaan tersebut membuat Pengurus Persepak berupaya keras untuk tumbuh sebagai seorang dewasa. Bergerak swadaya Padamu Negeri, bahkan tak segan memohon bantuan donatur demi terlaksananya pembinaan, latihan dan kompetisi di klub kebanggaan Kota Payakumbuh tersebut. Salah satu contoh beban berat yang saat ini dihadapi pengurus Persepak Kota Payakumbuh, adalah sebagaimana diadukan Ketua Persepak melalui Sekretarisnya, Bambang Chibab kepada Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. 


Pertemuan singkat antara pengurus Peresepak dengan Ketua DPRD Sumbar dilaksanakan pada Jumat (28/10/2021) Malam di Agam Jua Kafe, Payakumbuh. Tampak hadir Pelatih Kepala Yudi Fo yang akrab disapa Madin bersama Asisten Pelatih Zulka Hendra, Wahyu, Anton Aruan dan beberapa penanggungjawab bidang. Pertemuan santai tapi serius, itu topik ngopi malam itu.


“Pak Ketua. Kami lah tabuntu pikiran. Kami butuh bantuah pikiran, solusi dan jalan keluar dari Pak Ketua. Persepak wajib ikut Liga 3, Kalau tidak akan degragasi bahkan dicoret. Kalau dicoret, tentu nama Persepak akan hilang. Mungkin saja berganti nama, tapi tahun terregistrasinya tentu beda. Antisipasi tersebut, dengan segala upaya dibantu para pemerhati bola Payakumbuh serta pecandu bola kaki rela patungan demi  kegiatan Persepak,”sebut bambang kepada Ketua DPRD.


Namun, ulas Bambang. Saat ini Persepak terkendala pembiayaan, untuk bisa tampil optimal di Liga 3. “Bahkan untuk latihan saja sudah badoncek apo adonyo sajo. Latihan kini kami pusatkan di lapangan Porsepa kaluek Payobasuang. Lapngan aman dan nyaman. Tapi, kalau lah bersaing bisuak di lapangan hijau, tantu indak namua kalau ndak maksimal. Kami siap batanak sahabih boreh, kini. Asalkan Persepak bisa eksis serta tidak dicoret keberadaannya,” ulasnya diamini pengurus Persepak yang ikut hadir, malam itu.


Dibeberkan Bambang, Saat ini Persepak ibarat mati suri. Namun kami sebagai pengurus punya beban yang harus ditanggungjawabkan. Tanggungjawab moril bagaimana Persepak mati ada dan tumbuh sebagai sebuah kebanggaan dengan profesionalitasnya kedepan.


“Untuk menghadapi Liga 3, ini Pak. Kami telah melakukan koordinasi, minta arahan bahkan dengan unsur pimpinan pemerintahan daerah. Namun ada dana proposal yang kami jemput hanya berisi Rp50rb. Alhamdulillah, untuk biaya pendaftaran ke Liga3 senilai Rp7juta, Lima jutanya ditanggung Bank Nagari KCP Payakumbuh. Kami mulai buntu Ketua,”beber Bambang, lagi.


Dijelaskan Bambang. “Saat ini ada 3 lapangan penyelenggaraan Liga 3, GMR Tanah Datar, lapangan Ateh Ngarai dan GOR Singa Harau. Setidaknya ada 8 kali pertandingan, kartu Kuning dihargai 500ribu, dan kartu merah, 1juta. Ini adalah dana taktis yang harus ada. Disamping itu, kita juga wajib menyediakan dana untuk Swab setiap kali akan bertanding. Insya Allah, teknikal miting akan dilaksanakan Senin (01/11/2021) di aula DPRD Sumbar. Setidaknya, ada dana di tangan pengurus Persepak senilai 20juta,”ungkap Bambang.


Itulah yang menjadi bahan pikiran yang membuat saya sempat dirawat 4 hari karena sakit. Ini hal pahit yang kami alami yang sudah saatnya kami sebut. Untuk mendapatkan dana jelang tanggal 3 November 2021, kami melakukan penjualan barang dan jasa. Itupun kalau ada yang berminat, kalau tidak ?. Bagaimana ?. Mohon arahan Ketua.


“Miris sekali. Berapa orang kontingen kita ?,”ujar Ketua DPRD Sumbar Supardi didampingi rekannya Zul Fahmi, Kepala Samsat Bukittinggi.


“Kalau dikaji secara histori, banyak sudah jasa Persepak untuk mengharumkan nama daerah. Persepak sudah jelas legalitasnya. Mestinya menjadi perhatian Payakumbuh,”ulas Supardi.


Iya, Ketua. “Tapi ada regulasi terbaru terkait pendanaan terkait klub bola yang sudah terdaftar di PSSI. Bahwa untuk pendanaan tidak boleh melibatkan atau menggunakan APBN. Kita harus intens cari sponsor dan donatur. Ini sedang pandemi. Ada 24 pemain yang akan ikut ditambah pelati, asisten, ofisial. Kita wajib masuk mess,”terang Bambang.


“Ini adalah pengalaman bagi Persepak. Jangan terulang lagi. Kedepan, Persepak wajib melakukan perencanaan, pengadministrasian, koordinasi, menjalin jaringan, melakukan evaluasi managerial kepengurusan, punya program kerja. Kami harap, siapkan Persepak sebelum hari “H”, jangan mepet seperti ini lagi. Karena waktu sudah mepet sekali, kami harap pengurus gerak cepat. Insya Allah, bersama kita carikan solusi. Karena Persepak adalah milik Payakumbuh. Pengurus jangan kendor, jangan patah arang. Ini demi Payakumbuh. Kalau posisi Persepak sudah aman. Kapan perlu Persepak ini akan melahirkan klub baru yang juga legal standing,” pesan Supardi, menyemangati.


“Kita salut dengan pembangunan Payakumbuh. Namun kita prihatin, dikala Persepak dilupakan Payakumbuh. Sekarang berbagai stadion dan lapangan olahraga dibangun megah. Kita bersyukur. Namun kita prihatin, jika Stadion Siap, Persepak Mati. Ayo bangkit pemuda. Inikan hari Sumpah Pemuda,”Sentil Anton Aruan Humas Persepak yang juga pernah menjadi kiper Persepak dimasanya.


Diulas kabar gembira dari Madin. "Salah seorang striker kita bernama Bintang (19th) dikontrak PERSITARA Jakarta Utara. Persepak bahkan bangga, binaannya dilirik klub lain. Walau kita kekurangan striker dengan mutasi Bintang, ini. Kita doakan semoga Bintang sukses, dan semakin sukses untuk dirinya, hingga kemajuan bola di Payakumbuh, kedepan,"Madin, infokan. 


“Sekarang kita tak kaji lagi masa lalu yang membuat kita lemah,” imbau Supardi. Sekarang Persepak wajib ikut Liga 3, demi persepakbolaan di Kota Payakumbuh yang kita cintai. Walau badan saya di Padang, namun ingatan saya di Payakumbuh. Bagaimana Payakumbuh bisa selalu ambil bagian, ikut andil dalam setiap iven dan momen,”pesan Supardi malam itu kepada pengurus Persepak.


“Kita di Minang ada tradisi badoncek. Tradisi ini bisa membangun Persepak. Inventarisir donatur tetap Persepak, baik di kampung maupun di rantau. Buatkan rekening, buatkan akuntabilitas dan transparansi. Pergunakan istilah tangguak rapek,”pungkas Supardi.(ul)