Pembina dan Pengurus GP Ansor Bahas Pernyataan Sikap LKAAM Sumbar -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Pembina dan Pengurus GP Ansor Bahas Pernyataan Sikap LKAAM Sumbar

Selasa, 22 Maret 2022
.


Padang - Pernyataan sikap Ketum LKAAM Sumbar terhadap Ketua Umum PB Ansor menjadi perhatian khusus dari Pembina dan Pengurus Harian Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat. Hal itu menjadi bahasan pokok dalam Silaturahim dan Dialog Kebangsaan yang berlansung di Aula Gedung PWNU Sumbar, Sabtu 12 Maret 2022.


"Sikap dari GP Ansor Sumbar sebagaimana yang ditunjukkan Ketua PW GP Ansor dan jajarannya dengan mendatangi Ketum LKAAM Sumbar dalam rangka klarifikasi dan publikasi berita di media massa sangat bagus. Itu baru Pemuda Ansor. Berani membela yang benar," ujar Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH begitu mendengar laporan dari Ketua PW GP Ansor Sumbar, Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman.


Leonardy menegaskan sejumlah berita yang bersumber dari Tuanku Rahmat dan Komandan Satuan Koordinasi Barisan Ansor Sumbar Jafrinal sungguh bernas. Terlebih Jafrinal yang menyebutkan mereka Ansor yang berasal dari Minang, basuku, bamamak bakamanakan, bapandam pakuburan. 


"Pernyataan Jafrinal ini sebenarnya jelas, tepat sasaran cukup tajam sebenarnya," ujar Leonardy lagi.


Leonardy mengajak Pengurus Harian PW GP Ansor Sumbar untuk memahami pokok persoalan dan efek dari pernyataan sikap Ketum LKAAM Sumbar tersebut terhadap pembangunan di daerah ini. Jika Ketum PB Ansor yang kini menjabat menteri agama tidak bisa ke Sumbar bagaimana dengan kelanjutan pembangunan asrama haji. Lalu bagaimana pula dengan peresmian dan pengembangan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol selanjutnya.


"Kita sebagai orang Minang hendaknya yang mengundang menteri untuk datang ke Sumbar. Jangan sampai sikap atau pernyataan kita berdampak negatif terhadap kepentingan daerah dan masyarakat Sumbar," ungkap Senator asal Sumbar yang tergabung di Komite IV DPD RI.


Lebih jauh dia memaparkan. Pembangunan asrama haji di Sungai Buluh Selatan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman masih dalam pengerjaan. Asrama haji itu, kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meletakkan batu pertama pada 2016 akan dibangun bertaraf internasional. Asrama dapat digunakan untuk kepentingan umum.


"Ketika saya Ketua DPRD Sumbar,  banyak sarana dan prasarana yang didukung pusat sebagai berkah mengundang menteri datang ke Sumbar. Asrama Haji di Sungai Buluh Selatan ini, saya ikut mencari lokasi, menentukannya, menganggarkan dan dalam pelaksanaan peletakan batu pertamanya," ujar Leonardy.


Asrama haji ini disetujui pembangunannya tahun 2005. Lalu dimulai peletakan batu pertama pada 2016. Dari pembicaraan dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifunddin dulu, asrama ini bertaraf internasional dan bisa digunakan oleh masyarakat umum. Waktu ketemu kembali saat naik haji tahun 2019, diingatkan lagi oleh Leonardy tentang kelanjutan pembangunan asrama haji tersebut, dan diiyakan oleh menteri.


Namun hingga kini pembangunannya masih tersendat. Sementara Asrama Haji Embarkasi Palembang yang sama-sama disetujui pembangunannya pada 2005 dengan asrama haji Embarkasi Padang, sudah bisa dimanfaatkan.


Dia mengingatkan, agar Ansor Sumbar bisa mampu menjadi perekat semua elemen di Sumbar. Niatkan semuanya untuk kemajuan dan perkembangan daerah kita ke arah yang lebih baik lagi.


Ketua PW GP Ansor Sumbar Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman Rahmat menyatakan wawasan mereka terbuka jika berdiskusi dengan H. Leonardy Harmainy. Pria yang akrab dipanggilnya Bang Leo. Menurut Rahmat, apa yang disampaikan Bang Leo, ada benarnya. Untuk itu Rahmat dan kawan-kawan siap menjadi jembatan hati bagi.bisa-bisa pembangunan keduanya terhambat. Apalagi pembangunan asrama haji, yang mana sebagai perbandingan, asrama haji di Palembang sudah selesai. Padahal sama waktu persetujuan pembangunannya.


“Makanya kami bercerita dengan Abangda Leonardy saat ini, karena kami yakin kami akan memperoleh pencerahan dari setiap pembicaraan atau diskusi dengan Abang. Semoga Abang sehat selalu sehingga mampu membawa kepentingan daerah dan kepentingan masyarakat Sumbar ke pentas nasional,” harap Tuanku Sulaiman lagi.


Dikatakannya, dari soal asrama haji yang diungkapkan Leonardy, contoh sederhana sebenarnya namun mereka mendapatkan gambaran yang lebih luas. Bahkan kita khawatirnya, penyelesaian kampus III UIN Imam Bonjol pun terkendala. “Peresmian gedung itu nanti jika dihadiri menteri agama kan bisa disampaikan rencana selanjutnya. Sungguh disayangkan," tegasnya.


Belum dampak ikutan lainnya, kata Rahmat yang banyak menerima kritikan dari berbagai kalangan baik lansung maupun tak lansung. Lebih jauh Rahmat yang juga aktif di LKAAM Kabupaten Padang Pariaman menyebutkan, Niniak mamak hendaknya mangawik sahabih raso.


Silaturahim kebangsaan mewakili kawan-kawannya menyatakan akan terus menggulirkan Silaturahim dan Dialog Kebangsaan ini. Salah satu sebabnya kata Rahmat adalah karena masih ada orang-orang yang mempertentangkan silaturahim dan kebangsaan. Juga masih banyak kelompok-kelompok pelajar dan mahasiswa kini dikhawatirkan banyak yang terpengaruh oleh doktrin atau paham-paham transnasional yang dibawa orang-orang yang pahamnya tidak diterima di negara asalnya tapi berhasil menginfiltrasi Indonesia dan beberapa negara lain.


"Di sini kami memandang dialog kebangsaan yang rutin dilaksanakan atas dukungan Bang Leonardy ini terus kami laksanakan. Agar semua pihak mampu merajut kebersamaan antar anak bangsa," ujarnya lagi.


Rahmat juga mengungkapkan gagasan rekannya sesama pengurus harian mengusulkan agar dibentuk Leonardy Harmainy Institute (LHI). LHI ini Gus Nofriandi perlu sebagai wadah bagaimana pemikiran dan inspirasi dari seorang Leonardy dapat dipahami oleh kalangan muda.


LHI ini nantinya diarahkan untuk mengkaji kenapa Sumbar seolah jalan di tempat. Bisa juga mengkaji persoalan kekinian dengan indikator-indikator yang jelas dan terukur. Hal ini diharapkan generasi muda Sumbar terus mampu memahami dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.



Kini, kata pria yang akrab dipanggil Bang Leo itu mengatakan asrama haji saat ini baru sekitar 25 persen. "Bagaimana kelanjutan asrama itu jika menteri agama yang punya punya kuasa atas anggaran pembangunannya mendapat pernyataan sikap negatif dari kita? Apa nggak rugi kita?" ujarnya.


Apalagi untuk membangun Sumbar yang APBD-nya hanya Rp6,2 triliun ini, dibutuhkan dukungan dari kementerian dan lembaga di Indonesia. Gunakan dialog kebangsaan kita ini untuk turut mencarikan solusi bagi kemajuan Sumbar ke depan. LHI yang diusulkan pengurus GP Ansor bisa segera diwujudkan. (*)