Satu Bulan Invasi ke Ukraina, 15 Ribu Tentara Rusia Tewas -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Satu Bulan Invasi ke Ukraina, 15 Ribu Tentara Rusia Tewas

Jumat, 25 Maret 2022
Tank rusia memasuki wilayah Ukraina. (app)


Jakarta - Diprediksi ada sekitar 15 ribu pasukan Rusia tewas selama sebulan invasi di Ukraina. "Estimasi yang kami miliki dari apa yang disampaikan orang Ukraina, apa yang Rusia biarkan kami ketahui, secara sengaja atau tidak, karena kesalahan terjadi saat perang, dan dari intelijen yang kami dapatkan dari sumber terbuka, kami berpikir Rusia telah kehilangan tujuh ribu sampai maksimal 15 ribu pasukan karena kematian," kata salah satu pejabat NATO, Rabu (23/3.


"Secara statistik dalam konflik, saat satu tentara Anda tewas, Anda secara umum memiliki tiga tentara terluka, jadi kita Anda mengalaminya empat kali lipat, saya akan mengatakan ada 30 ribu hingga 40 ribu kehilangan, kehilangan karena tewas dalam aksi, terluka dalam aksi, tawanan perang menghilang, Anda tidak tahu apa yang terjadi pada tentara," kata pejabat itu.


Beberapa pejabat Amerika Serikat juga mengklaim jumlah yang mirip, yakni antara tujuh ribu hingga 14 ribu pasukan Rusia telah terbunuh. Namun, mereka tak begitu yakin dengan estimasi ini.


Sementara itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina memperkirakan ada 15.600 tentara Rusia terbunuh dalam konflik ini, seperti dikutip CNN.


Berbagai perkiraan ini muncul mengingat pasukan Rusia menutup rapat kerugian dan jumlah pasukan yang terbunuh selama agresinya berlangsung sejak 24 Februari lalu.


Meski demikian, tabloid Rusia pro-pemerintah, Komsomolskaya Pravda sempat mempublikasikan laporan Kementerian Pertahanan Rusia yang mencatat ada 9.861 tentara terbunuh di Ukraina. Namun publikasi ini kemudian dihapus.


"Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, dalam operasi khusus di Ukraina, Angkatan Bersenjata Rusia kehilangan 9.861 orang terbunuh, dan 16.153 terluka," demikian laporan dari tabloid tersebut.


Serangan Rusia ke Ukraina terus terjadi dalam sebulan terakhir. Rusia kerap menargetkan warga sipil dan fasilitas militer di 'operasi khusus' mereka ini, menyebabkan lebih dari 800 orang tewas.


Rusia juga dikabarkan sering mengganggu upaya penyelamatan warga di kota-kota yang dikuasai Moskow, seperti Mariupol, membuat warga di kota itu harus berhadapan dengan kekurangan air, pangan, dan listrik.


Akibat invasi ini, berbagai negara dunia menjatuhkan sanksi ekonomi dan membuat perekonomian Rusia jatuh. Bahkan, Amerika Serikat menyatakan bahwa militer Rusia melakukan kejahatan perang di Ukraina.(*)