WBP Lapas Kelas IIB Payakumbuh Buat Sepatu Siap Pakai -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

WBP Lapas Kelas IIB Payakumbuh Buat Sepatu Siap Pakai

Selasa, 08 Maret 2022
WBP buat sepatu 


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Payakumbuh membuat sepatu handmade di dalam Lapas. Mereka mendapatkan bimbingan untuk berwirausaha dengan memproduksi sepatu siap pakai.


Kepala Lapas Payakumbuh, Muhamad Kameily mengatakan, untuk mendukung kegiatan tersebut, Lapas menyediakan bengkel kerja khusus untuk WBP membuat sepatu. Selain itu, Lapas juga memfasilitasi kerja sama dengan lembaga lain untuk mempromosikan karya WBP.


Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, napi setelah bebas diharapkan tak akan 'masuk'  lagi ke dalam Lapas. Di sisi lain juga untuk memberdayakan narapidana kasus narkoba agar bisa mengalihkan ketergantungan terhadap narkoba dengan diisi dengan berkegiatan yang positif seperti ini, ujarnya, Selasa (8/3/2022).


Kalapas menambahkan, produk sepatu yang dihasilkan oleh para napi memiliki harga yang relatif murah dibandingkan produk keluaran pabrik. Meski murah, produk para napi memiliki kualitas yang bagus. 


"Jika harga sepasang sepatu produk pabrik sekitar Rp 400 ribu maka sepatu hasil karya para napi ini dibanderol Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu saja," imbuhnya.


Sementara itu, Kasi Pembinaan, Rizawaldi menerangkan, jika para napi tak hanya diajarkan untuk terampil membuat sepatu, tetapi juga diajari bagaimana manajemen penjualan. Dengan demikian, mereka tidak dipersiapkan menjadi buruh, namun agar jadi entrepreneur atau wirausahawan.


"Upaya pengembangan industri kecil di dalam Lapas, mendapat dukungan petugas/manajemen Lapas, Warga Binaan (WB)/napi, dan masyarakat. Dengan adanya dukungan dari tiga pihak tersebut, barulah disusun sebuah sistem," katanya.


"Pembinaan kepada para napi dilakukan dengan sistem dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Maksudnya, warga binaan yang dapat berperan sebagai instruktur dan dapat membina warga binaan lain yang belum memiliki kemampuan sebagaimana yang dimiliki instruktur tersebut,"tambahnya.(Ul)