Pemkab Pessel Melalui Pemerintah Nagari Tekan Angka Stunting -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Pemkab Pessel Melalui Pemerintah Nagari Tekan Angka Stunting

Selasa, 10 Mei 2022
.


Pessel, fajarsumbar.com - Pemerintah Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Lomba Penyuluhan Kader Kesehatan Tingkat Nagari dengan tema "Stunting Di Pentas Seni Anakan", Selasa (10/5).


Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Kondisi ini nantinya mengakibatkan pertumbuhan otak dan organ lain menjadi terganggu.


Pertumbuhan otak yang tak maksimal akan menyulitkan anak bertanggung jawab atas hidupnya sendiri kelak dan pertumbuhan organ yang tidak baik maka hari tuanya bisa menjadi pendek, beresiko terkena penyakit cardiovaskuler, stroke dan diabetes.


Wali Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Mahardicka mengatakan lomba yang digelar dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Nagari ke 13 ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mengembangkan wawasan, memberi motivasi, pemahaman, dan keterampilan kepada para kader kesehatan nagari di bidang penyuluhan stunting.


“Lomba ini sebagai bentuk kepedulian dan upaya kami dalam penanganan dan pencegahan stunting di nagari,” ujarnya.


Mahardicka berharap setelah mengikuti kegiatan ini para kader kesehatan nagari telah memiliki wawasan dan pengetahuan yang lebih mengenai stunting sehingga mampu memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan baik dan menarik.


Menurutnya, stunting bisa dicegah bila masyarakat menyadari pentingnya asupan gizi serta merencanakan kehamilan dan pernikahan.


Untuk itu, peran aktif kader kesehatan nagari sangat dibutuhkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman stunting kepada masyarakat. “Jumlah stunting di nagari kami saat ini cukup tinggi yakni mencapai 71 kasus,” sebutnya.


Saat ini, Mahardicka terus berupaya dengan bimbingan Puskesmas Pasar Kuok dan Dinas Kesehatan Kabupaten untuk menekan angka stunting tersebut secara maksimal dengan target penurunan 75 persen. (Wandi)