Kawasan Padat Penduduk Diprioritaskan Bangun Shelter -->

Kawasan Padat Penduduk Diprioritaskan Bangun Shelter

Jumat, 08 Juli 2022
.


Pesisir Selatan - Keberadaan shelter dan jalur evakuasi tsunami, merupakan dua sarana penyelamatan yang tidak bisa diabaikan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).


Sebab sebagai daerah yang memiliki pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan Kepulauan Mentawai, daerah itu memiliki potensi bencana yang cukup besar seperti gempa yang disertai tsunami.


Demikian disampaikan tokoh masyarakat Lengayang, Rizal Mala 50, Jumat (8/7).


Dia mengatakan bahwa hal itu dapat dilihat dari kondisi lapangan, sebab dengan garis pantai yang memanjang dari utara hingga ke selatan mencapai 264 kilometer, sebesar 30 persen penduduknya yang saat ini mencapai 546 ribu jiwa, berada pada zona merah tsunami.


"Karena dari 15 kecamatan yang ada, 12 kecamatan diantaranya berbatasan langsung dengan pesisir pantai yang berhadapan dengan perairan laut Mentawai tersebut," katanya.


Setidaknya pada kecamatan-kecamatan tertentu yang masuk pada zona merah gempa yang disertai tsunami, membutuhkan empat hingga lima shelter tempat evakuasi akhir (TEA) disamping juga tempat evakuasi sementara (TES) dengan memanfaatkan kearifan lokal.


Dia menjelaskan bahwa kehadiran shelter pada kawasan padat penduduk yang berada pada zona merah tsunami dengan daya tampung 2 ribu jiwa, merupakan kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan di daerah itu.


"Terutama sekali pada kawasan atau pemukiman yang padat penduduk, seperti Kota Painan, Salido, Sago, Pasar Baru Bayang, Batang Kapas, Surantih, Amping Parak, Pasar Kambang, Pasar Lakitan, Koto Raya, Pulakek, Sumedang, Sungai Tunu Muaro Aia Jambu, Pasir Gantiang dan banyak lagi. Namun yang lebih utama sekali adalah kawasan atau pemukiman penduduk yang tidak memiliki daerah ketinggian. Sementara kawasan itu masuk pada zona merah tsunami," katanya.


Dia menjelaskan bahwa pada beberapa kawasan pemukiman yang dia jelaskan itu hingga saat ini hanya sebagian kecil yang memiliki daerah ketinggian seperti perbukitan.


"Oleh masyarakat lokal, keberadaan daerah ketinggian itu bisa dimanfaatkan sebagai shelter alami. Namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah agar berbagai sarana dan prasarana penunjang bisa terjawab pada kawasan yang memiliki daerah ketinggian tersebut," tutupnya. (*/wandy)