Wali Murid Sepakat Anak Tidak Boleh Bawa HP ke Sekolah -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Wali Murid Sepakat Anak Tidak Boleh Bawa HP ke Sekolah

Sabtu, 16 Juli 2022
Pemaparan tentang program dan aturan disekolah oleh kepala SMKN 1 Solok Selatan di hadapan orangtua siswa.


Solsel, fajarsumbar.com - Rapat dan sosialisasi tentang aturan dan program pembelajaran bagi siswa baru tahun ajaran 2022-2023 di SMKN 1 Solok Selatan.  Disepakati murid tidak boleh bawa hand phone (HP) ke sekolah.


Rapat ini menghadirkan pengawas sekolah tingkat SMK, seluruh orang tua wali murid kelas X serta komite sekolah dan majilis sekolah, Sabtu (16/7/2022).


Kepala Sekolah SMKN 1 Solok Selatan Efrisol dalam mengatakan, pertemuan ini pada intinya adalah jalinan silahturrahmi antara pihak sekolah dengan orang tua murid baru. 


Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan terkait dengan program dan aturan di sekolah, pendidikan di SMK jauh berbeda dengan sekolah umum lainya. Siswa di SMK banyak mengikuti praktek praktek dan kerja lapangan di luar jam kerja, untuk diketahui oleh orang tua siswa yang baru, bahwa sekolah di SMK memang harus sering sering berkoirdinasi tentang PBM di sekolah ini. 


Makanya orang tua siswa yang baru diundang menghadiri rapat untuk menanda tangangi berita acara pernyataan dan komitmen terkait dengan aturan sekolah dan mendisiplinkan siswa. 


Salah satu point dari surat pernyataan dan komitmen adalah siswa dilarang ke sekolah membawa hand phone, jika ada siswa nanti yang kedapatan. membawa HP akan disita dan akan dikembalikan setelah dia tamat nanti. 


Perlu diketahui terkait larangan membawa HP ke sekolah saat ini tidak ada lagi pelajaran melalui daring belajar sudah tatap muka. Tujuannya adalah agar siswa dalam belajar tidak lagi bermain HP dan mengantisipasi siswa untuk menonton hal hal yang lain, karena ini sering terjadi di sekolah. Disaat gurunya memberikan pelajaran dia asyik bergoyang goyang, saat diperiksa kiranya siswa itu bermain HP. 


Kondisi sekolah saat ini berjumlah 900 siswa dengan jumlah tenaga pendidik sebanyak 60 orang, tahun ajaran baru 2022-2023 siswa yang sudah diterima sebanyak 371 orang dengan rincian jurusan. 


Akuntansi dan keuangan lembaga sebanyak 58 orang, Bisnis Daring dan Pemasaran 30 orang, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis 72 orang. Perhotelan 70 orang, Kuliner 42 orang, Desain Komunikasi Visual 30 orang, Teknik Jaringan Komputer dan Komunikasi 30 orang. 


Tahun ajaran 2021-2022 kemarin hanya 272 orang siswa dan banyak peningkatan siswa di tahun ajaran baru ini, dengan bertambahnya siswa di tahun ajaran baru ini berarti sekolah ini sangat diminati. 


Jika sudah terlanjur orang tua siswa memasukan anaknya ke sekolah SMKN 1 ini tidak ada lagi siswa yang keluar dari sekolah ini dengan alasan tidak ada biaya sekolah. Pihak sekolah akan mengusahakan dengan biaya sekolah lainya seperti beasiswa dan sebagainya dengan ketentuan orang tua harus mengikuti aturan.


Ketua Madjilis Sekolah Syukriyal Syukur Dt Majo Basa dalam arahnya juga mengatakan, pertemuan perdana dengan orang tua murid baru di SMKN 1 Solok Selatan sangat perlu digelar, dengan tujuan agar apa apa aturan  dilakukan sekolah bisa diketahui.


Sementara itu pengawas sekolah SMK Privonsi Sumatera Barat, Dra. Selmi dalam pemaparanya di hadapan orang tua siswa mengatakan, semua program program yang sudah disampaikan oleh pihak sekolah merupakan sudah masuk dalam kurikulim sekolah dan akademik sekolah dan disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. 


Peraturam di sekolah di tingkat SLTA, SMK ini bukan dibuat asal asal saja, sudah melalui mekanisme dan aturan dan sudah sah, tinggal mentaati antara orang tua murid dengan sekolah. 


Ada peraturan kurikulum baru untuk anak anak siswa baru yaitu Kurikulum Mardeka, pemakaiannya sama, namun ada perbedaan. Ditekankan Projek Penguatan Pelajar Pancasila ( P5 ) dengan tujuan merobah karaktek anak anak di sekolah. 


Dengan diterimanya peraturan ini maka oleh orang tua siswa, diharapkan selalu melakukan pemantauan anaknya di sekolah. (Abg)