Wabup Richi : Produk Tanah Datar Butuh Pendampingan BPPOM Padang -->

Iklan Atas

Wabup Richi : Produk Tanah Datar Butuh Pendampingan BPPOM Padang

Kamis, 25 Agustus 2022

 

Wabup Richi Aprian membuka acara Pemberdayaan Masyarakat bersama BPPOM Padang, di SMAN Batipuh



Tanah Datar, fajarsumbar.com - Obat, makanan dan kosmetik yang aman, merupakan salah satu hal penting yang harus diwujudkan bagi masyarakat. Persyaratan utama yang harus dipenuhi suatu produk adalah dari segi keamanan, mutu dan juga manfaatnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai obat, obat tradisional, makanan dan kosmetik yang aman dan terhindar dari bahan-bahan berbahaya yang beresiko bagi kesehatan. 


Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar Richi Aprian, SH, MH, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi, bersama tokoh masyarakat, yang dilaksanakan oleh BPPOM Padang, Rabu (24/8/22) di Aula SMAN Batipuh. 


Dikatakan Wabup, kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan BPPOM, untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, terkait dengan bahaya yang ditimbulkan akibat menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan, makanan, dan kosmetik, yang mengandung bahan-bahan berbahaya. 


"Penyuluhan ini sangat berguna bagi masyarakat, karena perkembangan berita akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Dimulai dari adanya peredaran obat ilegal, penggunaan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, jamu yang mengandung bahan kimia obat, dan banyak lagi kasus yang membuat kita harus lebih waspada," ujar Richi. 


Belum lagi tambah Wabup, di era globalisasi saat ini dimana produk luar negeri banyak dipasaran sehingga masyarakat bebas memilih bahan makanan dan obat yang akan dikonsumsi. Ditambah lagi kecenderungan masyarakat untuk membeli, menyimpan dan menggunakan obat tanpa indikasi. 


"Saat ini banyak masyarakat yang tergiur dengan iklan dan tanpa pikir panjang sudah langsung membeli tanpa mempelajari manfaat dan efek samping yang ditimbulkan. Dari itu, perlu pengetahuan bagi masyarakat terkait dengan pengawasan obat, makanan dan kosmetik. Selain itu, masyarakat juga harus tahu jenis produk mana yang aman digunakan dan yang tidak," tambah Wabup Richi. 


Pada acara yang dihadiri langsung oleh anggota DPR RI Komisi IX H. Suir Syam dan Kepala BP POM Padang Abdul Rahim tersebut, Wabup Richi menjelaskan, Kabupaten Tanah Datar yang merupakan daerah agraris serta memiliki banyak potensi wisata yang selalu berkaitan erat dengan handycraf dan kuliner, tentu perlu pengawasan yang ekstra, sehingga kejadian-kejadian serupa tidak terjadi. 


"Ini tentu erat kaitannya dengan produk UMKM kita yang memang perlu pendampingan khusus oleh BP POM, terutama menyangkut dengan produksi makanan yang butuh izin dan pengetahuan tentang penggunaan bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi," terang Wabup. 


Diakhir sambutannya, Wabup juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Tanah Datar, untuk cerdas dalam memilih dan menggunakan obat, makanan dan kosmetik, agar tidak ada efek samping yang berbahaya. "Sebelum membeli dan menggunakannya, terlebih dahulu baca petunjuk aturan pakai dan kandungannya dengan teliti, atau konsultasikan dulu dengan fasilitas kesehatan yang ada," pungkasnya.


Sementara itu, Kepala BPPOM Padang Abdul Rahim menjelaskan, bahwa BPPOM merupakan lembaga pemerintah non Kementerian, yang melaksanakan tugas pemerintah dibidang pengawasan obat dan makanan. Namun demikian, tanpa adanya dukungan dari masyarakat dan pihak terkait lainnya, BPPOM tentu tidak akan maksimal dalam menjalankan tugas-tugasnya. 


"Masyarakat juga harus pro aktif dalam melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan, jangan diam saja ketika mengetahui ada kecurangan-kecurangan yang terjadi. Kalau melihat kecurangan laporkan kepada kami atau pihak yang berwenang, seperti kepolisian dan juga dinas terkait, agar tidak ada orang yang dirugikan akibat kecurangan itu," sampainya. 


Abdul Rahim juga berharap masyarakat yang memiliki usaha dibidang makanan atau yang lainnya, untuk jangan sungkan sungkan menghubungi pihaknya, terutama terkait izin produksi dan pengawasan. (*/F12)