Kapolres Solsel Bertindak Jadi Inspektur Upacara di SMPN14 -->

Kapolres Solsel Bertindak Jadi Inspektur Upacara di SMPN14

Senin, 10 Oktober 2022

Kapolres Solok Selatan AKBP Arief. Mufti Surya Adi Sabhara, saat menjadi inspektur upacara di SMPN 14 Solok Selatan. Abg


Solsel, fajarsumbar.com--- Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti Surya Adhi Sabhara bertindak menjadi Inspektur Upacara Bendera di SMPN14 Solok Selatan.Senin (10/10/2022).


Kapolres tidak sendirian juga turut didampingi Kasat Lantas Polres Solsel AKP Sugeng Riadi, Kasat Binmas AKP Hendwel dan Kasat Narkoba AKP Hendri.


Pada kesempatan itu, Kapolres Mufti menobatkan SMPN 14 Solok Selatan sebagai pelopor keselamatan lalu lintas, hal ini dalam mencegah dan mengantisipasi dini kasus laka lantas dikalangan pelajar daerah. 


Dia mengapresiasi pihak sekolah yang telah menjemput bola, dan berkomitmen menjadi pelopor keselamatan anak-anak sekolah dengan baik.


Dukungan moril sekolah ini dalam mengantisipasi kasus kecelakaan lalu lintas dikalangan pelajar sebagai tindak lanjut operasi zebra 2022 antara kepolisian dan sekolah-sekolah. 


Kapolres berharap anak sekolah yang masih dibawah umur dimintanya untuk tidak lagi mengendarai sepeda motor sendiri ketika hendak bepergian ke sekolah dan harus diantar pihak keluarga.


Dengan kondisi dan situasi pelajar yang masih labil, sehingga dengan mudah terpengaruh akan hal-hal yang dapat mengganggu keselamatan dirinyan saat berkendara.


"Sebab itu sekolah yang akan kita jadikan sebagai pelopor keselamatan lalu lintas, kita fokuskan pada sekolah di pusat Kabupaten dulu selama giat operasi zebra 2022," terangnya didampingi Kasat Lantas Polres Solsel AKP Sugeng Riadi, Kasat Binmas AKP Hendwel dan Kasat Narkoba AKP Hendri.


SMPN 14 Solok Selatan yang pertama tahun ini mengajukan diri sebagai pelopor keselamatan lalu lintas di Solok Selatan.


Dipertegasnya, jangan sekedar jadi pelopor, akan tetapi bagaimana memiliki tanggungjawab moral yang betul-betul bisa dicontoh dan mencontohkan diri ke anak sekolah lainnya sebagai pelopor yang baik.


Disamping itu, harus pintar mengendalikan media sosial, karena banyak kerawanan bila tidak mampu mengontrolnya dengan baik. Terutama hal negatif yang merusak.


"Paling di rugikan dalam kasus laka lantas adalah keluarga, termasuk perbuatan hal negatif dalam pengendalian media sosial," jelasnya.


Yang sangat mengiris hati Kapolres, karena ada anak dibawah umur yang terlibat kasus hukum sebagai pemakai dan kurir narkoba di Solok Selatan.


"Maka jauhilah narkoba dan perangi narkoba demi masa depan mu," pesan Kapolres kepada ratusan siswa SMPN 14 Solok Selatan. 


Sebagai warga yang baik, maka pelajar dan guru sekolah harus mematuhi segala bentuk peraturan dan undang-undang yang berlaku. Beradasarkan Peraturan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang angkutan jalan disebutkannya, minimal syarat izin mengemudi untuk SIM C usia 17 tahun dan Sim A usia 18 tahun. 


"Karena secara sosialogi sudah dianggap stabil dalam pengendalian kendaraan di usia yang diatur oleh undang-undang tersebut," paparnya.


Statistik laka lantas termasuk angka tertinggi di Indonesia, hampir setiap menit terjadi laka lantas di Indonesia dan tingkat kematian diseluruh wilayah Indonesia rata-rata di usia produktif.


"Penyebabbya faktor cuaca, faktor jalan dan kelalaian dari pengendara itu sendiri. Data Korlantas Polri mencatat hingga Mei 2022 tercatat sudah 11.183 jiwa jiwa melayang di jalan," tuturnya.


Sementara, Kepala SMPN 14 Solok Selatan Guswa Okrita mengatakan, ditunjuk sekolahnya jadi pelopor keselamatan lalu lintas merupakan hasil tamu ramah antara pihak sekolah  dengan Kasat Lantas Polres Solok Selatan AKP Sugeng Riadi minggu lalu.  


"Program ini demi keselamatan generasi muda yang akan datang, terutama pelajar kami di SMPN 14," tuturnya.


Dalam waktu dekat sesuai penyampaian Kapolres, pihak sekolah akan merapatkan dengan orang tua murid dan komite sekolah.


"Bagaimana anak-anak kita tidak bekendara di jalan raya. Kita akan bicarakan dengan orang tua siswa dan pemkab nantinya soal solusi keselamatan anak sekolah," Tutupnya. Abg.