Pertama di Padang Panjang, SMPN 4 Laksanakan PTS Pengawasan Online -->

Pertama di Padang Panjang, SMPN 4 Laksanakan PTS Pengawasan Online

Sabtu, 08 Oktober 2022

 

Siswa SMP Negeri 4 Padang Panjang tengah mengikuti Penilaian Tengah Semester dengan pengawasan online.

Padang Panjang, fajarsumbar.com- Pertama Penilaian Tengah Semester (PTS) dilaksanakan di SMPN 4, menggunakan dua basis data yaitu Computer Based Test (CBT) dan Android Based Test (ABT). Menariknya, PTS yang digelar sejak Sabtu (1/10) hingga Jumat (7/10) ini, dilaksanankan dengan pengawasan online menggunakan autoproctor.


Kepala SMPN 4, Leli Suarni, S.Pd, Sabtu, (8/10) mengatakan, autoproctor merupakan salah satu pengaya yang bisa disematkan di form ujian. Memungkinkan pengecekan secara langsung pergerakan siswa-siswi pada saat ujian dengan rekam suara dan tangkapan kamera. 


"Sistem proctoring merupakan sebuah sistem pengawasan online yang dilakukan dengan cara merekam aktivitas yang dilakukan oleh peserta ujian. Baik layar komputer, smartphone yang digunakan, maupun wajah peserta ujian melalui webcam," kata Leli Suarni.


Sistem ini, sebutnya diolah oleh Dodo Fernando, M.Kom bersama guru TIK SMPN 4, Trisia Tiara Sanli, S.Kom, Weri Marliza, S.Kom di bawah koordinasi Wakil Kurikulum, yakni Miss Yessi Novita, S.Pd.


"Semoga ke depan pelaksanaan ujian di sekolah ini bisa menyeluruh dengan sistem CBT ataupun ABT, " ujarnya.


Ditambahkan Dodo Fernando, sistem proctoring ini tidak memungkinkan siswa menyontek atau selancar di Google meskipun melaksanakan ujian di rumah. 


"Sistem online proctoring adalah sebuah sistem pengawasan online yang dilakukan dengan cara merekam aktivitas yang dilakukan peserta ujian. Baik layar komputer yang digunakan, maupun wajah peserta ujian melalui webcam. Serta bisa langsung mengawasi jikalau peserta ujian membuka tab baru di pencarian," jelasnya.


Dengan adanya rancangan seperti ini, lanjutnya, ujian yang terlaksana di SMPN 4 sangat minim dengan kecurangan dari peserta didik. Pengawas ujian bisa bekerja lebih praktis dengan hanya melengkapi administrasi peserta ujian saja. 


"Penyajian dan pemilihan soal dilakukan secara online serta terkomputerisasi sehingga setiap peserta yang mengerjakan tes mendapatkan paket soal yang berbeda-beda," jelasnya. (syam)