Libur Natal dan Tahun Baru, Puskesmas dan RS di Sleman Siaga 24 Jam -->

Libur Natal dan Tahun Baru, Puskesmas dan RS di Sleman Siaga 24 Jam

Selasa, 20 Desember 2022
Selama libur Nataru puskesmas di Kabupaten Sleman bakal beroperasi selama 24 jam.



SLEMAN- Selama libur Natal dan tahun baru (Natarupuskesmas di Kabupaten Sleman bakal beroperasi selama 24 jam. Tak hanya pusekesmas, semua rumah sakit juta diminta untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) selama musim libur Nataru nanti.


"Dinkes telah menyiagakan Puskesmas dan Rumah Sakit di musim libur Nataru nanti. Mereka juga meminta semua Puskesmas dan Rumah Sakit untuk menyiagakan ambulans berikut sopir," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, drg Atikah Nurhesti, Senin (19/12/2022), sebagaimana dikutip iNews.id.


Menurutnya masyarakat perlu memahami, bahwa ambulans pada prinsipnya adalah puskesmas keliling. Mobil puskesmas keliling fungsinya sebagai pendekatan akses layanan dan merujuk pasien kegawatdaruratan. Dia menekankan pada Puskesmas agar memberikan fungsi layanan ambulans kepada masyarakat, sesuai standar operasional prosedur.


Dia menambahkan puskesmas akan memberikan layanan 24 jam. Di antaranya diperuntukkan bagi layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) kedaruratan. Meliputi bersalin, nifas, bayi baru lahir dengan komplikasi.


"Rumah Sakit sudah kami minta untuk menambah SDM pelayanan pada 23 Desember 2022-1 Januari 2023," ujarnya.


Karena Covid-19 masih berlangsung maka masih ada upya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pihaknya akan tetap terus membuka layanan vaksinasi Covid-19 di sentra-sentra vaksinasi yang ada.


Bila ada kasus Covid-19, isoter Gemawang masih membuka layanan sampai 30 Desember 2022, namun pelayanan mulai dibatasi pada 20 Desember 2022. Namun mereka diminta diarahkan ke isolasi mandir. 


Demikian juga mencegah penularan Covid-19 dari pendatang, pihaknya terus mendorong agar lansia mengikuti vaksinasi booster, hingga dosis ke-4. Baik di Puskesmas maupun RS Akademik Universitas Gadjah Mada. 


"Cakupan vaksinasi lansia booster ke-4 baru mencapai 1,7 persen. Jadi memang masih rendah," ujarnya.(*)