Pemerhati Sosial Asep: Memanusiakan Manusia ODGJ Layaknya Sahabat -->

Pemerhati Sosial Asep: Memanusiakan Manusia ODGJ Layaknya Sahabat

Sabtu, 10 Desember 2022
Foto bersama


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Asep merupakan pemerhati sosial yang biasa memperlakukan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ layaknya seorang sahabat. Ia beserta kedua temannya datang ke Kota Sawahlunto dari Solok hanya untuk memperhatikan dan membersihkan ODGJ, seperti memotong rambut, memotong kuku hingga memandikannya. 


"Saya memang berencana membuat yayasan rumah singgah ODGJ termasuk buat pecandu narkoba yang sudah lepas kontrol lah istilahnya, bersama orang gangguan jiwa yang berseliweran di jalan, termasuk itu. Kita menampung rencananya sekalian tempat rehabilitasi," ungkapnya, Jumat (9/12/2022). 


Ia bersama temannya datang untuk membersihkan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang pada intinya memanusiakan manusia. "Kalau kita ikhlas, mau sejahat apapun mereka, mereka tak akan berontak. Asalkan tak terganggu ya," sambung pria asli Kebumen itu. 


Dijelaskan Asep, biasanya ODGJ dikucilkan atau dilempar pakai batu, itukan mindsetnya akan menjadi jahat. Tapi, kalau ikhlas, mereka akan tahu sendiri. Asep mengaku telah melakukan kegiatan tersebut hingga ke Lubuk Linggau (Jambi), Solok, Bukittinggi, Padang termasuk Sawahlunto. "Di Sawahlunto sudah dua orang, kemarin di Lapangan Segitiga dan sekarang disini," terang bapak 3 anak ini. 


Asep sedang memakaikan pakaian kepada salah seorang warga di Kelurahan Durian 1, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.


Disebutkan Asep, pada intinya sekaligus pesan untuk semuanya. "Jika menemukan ODGJ sebisa mungkin perlakukanlah mereka dengan memanusiakan manusia atau dianggap setara dengan kita dan jangan dikucilkan. Seandainya terjadi kepada diri kita, kaya gitu, gimana coba?" ujar Asep berharap. 


Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Sawahlunto Yosrisal turut mendampingi mengucapkan terimakasih banyak kepada Asep dan rekan yang peduli tentang ODGJ ini. 


"Terkadang masyarakat agak lain pandangannya terhadap ODGJ. Kewajiban kita untuk melakukan rehabilitasi dan memuaskan ODGJ ini agar mereka mendapat tempat yang layak dan nyaman. Itulah yang kita lakukan dari Pemerintah Kota Sawahlunto. Jadi ODGJ ini termasuk dari PPKS (Pemerlu Penyandang Kesejahteraan Sosial)," Imbuh Yosrisal didampingi Aholongan Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto. 


Disampaikannya, jadi semua orang-orang yang keterbelakangan, apa yang perlu direhab mental sudah dilakukan program-program untuk menangani  kasus-kasus tersebut. "Harapan kita di pemerintahan Kota Sawahlunto, perlunya keterlibatan masyarakat dalam menangani ODGJ ini termasuk dari Polres, Satpol-PP dan Dinas Kesehatan untuk berkolaborasi dalam menangani ODGJ ini," tandasnya. (ton)