![]() |
| ilustrasi |
Oleh: Hellen Berlian Putri
(Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Minangkabau, Unand)
Kabar gembira bagi seluruh umat islam di dunia. Rabu 23 Maret 2023 jatuhnya bulan terbaik bagi umat muslim dunia untuk menaunaikan ibadah puasa. Bulan penuh berkah ini umat Islam berbondong-bondong melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh ampunan, tentunya orang Islam sangat bersemangat dalam penyambutan bulan suci tersebut.
Apakah mereka itu adalah orang muslim dari negara Timur ataupun Barat, mereka akan melakukan penyambutan bulan ramadhan dengan versi dan tradisi mereka masing-masing yang pastinya juga meriah, begitupun orang di Indonesia. Di Indonesia berziarah ke kuburan adalah hal yang umum dan pasti dilakukan sebelum bulan ramadhan,sama halnya dengan orang MinangKabau.
Orang orang minang menyambut bulan suci ramadhan dengan berbagai cara yang unik dan juga meriah mulai dari malamang, berziarah kubur sampai kepada balimau dan lain sebagainya, yang tentunya akan memeriahkan penyambutan bulan suci ramadhan.
Tradisi tradisi unik yang akan dibahas berikut ini adalah tradisi di yang turun temurun khususnya daerah padang yang sampai kini masih terpelihara kelestariannya.
1.Malamang
Malamang adalah tradisi turun temurun orang minangkabau yang sudah berlangsung sejak lama dan kelestariannya masih terjaga sampai sekarang, yang dikatakan Malamang adalah kegiatan membakar bambu yang sudah berisi bahan-bahan seperti beras ketan yang sudah diaduk dengan santan dan bahan-bahan lain misalnya pisang dan lain sebagainya, dan tentunya bambu tersebut sudah dilapisi daun pisang yang berfungsi untuk melapisi dinding bambu agar beras ketan didalam bambu tidak terkena serbuk yang ada didinding bambu tersebut.
Membakar lamang juga ada tekniknya,lamang akan dipanggang diatas api yang berbahan dasarkan kayu bakar. Malamang biasanya memakan waktu sekitar 5 jam mulai dari persiapan hingga lamang matang.
Setelah matang, lamang akan dipotong-potong kecil dan akan diantarkan ke rumah sanak saudara atau bisa juga menjadi bawaan saat manjalang mintuo. Lamang biasanya ditemukan di acara acara besar keagamaan salah satunya bulan ramadhan.
2.Berziarah ke kuburan sanak saudara
Bagi orang minang berziarah kubur adalah suatu keharusan yang dilakukan sebelum memasuki bulan ramadhan.Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan kuburan seperti mencabut rumput yang tumbuh diatas makam-makam,merapikan batu-batu yang berserakan hingga menyirami air mawar keatas makan tersebut,setelah itu akan dibacakan al-fatihah dan juga doa kepada sanak saudara yang telah dahulu pulang kepada rahmatullah.
Ziarah kubur ini biasa dilakukan beramai-ramai dengan keluarga besarnya, gunanya untuk saling maaf-memaafkan dan saling do’a –mendo’akan satu sama lain, agar ketika memasuki bulan ramadhan mereka tidak ada lagi masalah dengan satu sama lainnya.
3.Balimau
Balimau adalah tradisi yang biasa dilakukan oleh orang minang sebelum memasuki bulan ramadhan. Balimau adalah kegitan mandi-mandi bersama menggunakan limau atau jeruk nipis. Balimau biasa dilakukan di tempat-tempat tertentu seperti tempat yang ada aliran sungai-sungai atau tempat pemandian. Tujuan balimau adalah untuk membersihkan jasmani dan juga rohani. Balimau biasa disebut juga dengan mandi taubat.
Balimau diperkirakan sudah ada sejak ber abad-abad terdahulu dan masih popular hingga saat ini. Perlu kita perhatikan dalam acara balimau ini yaitu, dahulunya acara mandi mandi ini dilakukan tidaklah bercampur antara laki-laki dan perempuan karena orang minang sangatlah kental dengan keagamaan yang tentunya tidak akan melanggar syariat islam dengan mencampurkan pemandian yang bukan mahram dalam satu tempat. Namun seiring berjalannya waktu, kini tradisi itu sedikit melenceng dari yang telah ditetapkan oleh nenek moyang orang minang. Sehingga terjadilah pro dan kontra antara hukumnya balimau ini,yaitu antara boleh dan haram.
Dibolehkan karena dilihat dari sisi baiknya yang mentafaul untuk melunturkan dosa-dosa artian kata mandi taubat. Namun diharamkan dari segi timbulnya fitnah karena bercampurnya antara laki-laki dengan perempuan,yang takutnya akan menimbulkan syahwat dan tentu akan berdosa sehingga tiada arti lagi tujuan awalnya yaitu besuci dari segala dosa.
4.Marandang
Marandang adalah kegiatan memasak, yang dilakukan bersama sama dengan sanak saudara mulai dari penyembelihan kerbau atau sapi yang tidak perlu lagi untuk membelinya karna rata-rata orang minang memiliki hewan ternak sendiri, sampai pengadukan gulai randang pun masih dilakukan bersama-sama, randang sendiri adalah makanan khas dari minangkabau yang berbahan dasar daging sapi, santan, cabe dan bumbu-bumbu lainnya,memasak samba randang juga biasa dilakuan orang sebelum puasa karna randang adalah menu yang tanan lama dan sangat cocok untuk sahur maupun berbuka.menu randang ini juga biasa dibuat untuk menyambut hari raya idul fitri
5.Membersihkan masjid atau mushola
Demi menyambut bulan penuh berkah masyarakat sekitar akan membersih kan masjid masjid yang bertujuan agar lebih nyaman dalam melaksanakan ibadah didalam masjid seperti sholat tharawih,dan untuk para pelajar yaitu pesantren ramadhan yang dilakukan di pagi siang hingga malam secara bergantian, kegiatan bersih-bersih di mesjid mulai dari mencuci karpet masjid atau mushola,membersihkan perkarangan masjid,pengecatan ulang
Itulah lima tradisi dari beberapa tradisi penyambutan bulan ramadhan versi daerah padang yang umum dilakukan olah masyarakat sekitarnya,penyambutan bulan ramadhan tidak hanya itu saja,lebih banyak lagi tradisi-tradisi di daerah lain yang tak kalah seru dan unik nya.
Tradisi adalah warisan dari para pendahulu kita maka dari itu marilah kita sama-sama melestarikan tradisi ini agar ke depannya tradisi yang sudah ada tidak hilang atau punah,
Kita sebagai generasi penerus harus menjaga tradisi-tradisi tersebut. (***)
Komentar