Transformasi BUMN, Dukungan Erick Thohir untuk Rasionalisasi dan Privatisasi -->

Iklan Atas

Transformasi BUMN, Dukungan Erick Thohir untuk Rasionalisasi dan Privatisasi

Rabu, 06 Maret 2024

Erick Thohir Dukung Prabowo soal Privatisasi BUMN


Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan dukungan terhadap pernyataan Menteri Pertahanan dan juga Calon Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana rasionalisasi dan privatisasi BUMN yang tidak memiliki peran strategis, termasuk hotel-hotel milik BUMN.


Erick mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinannya, Kementerian BUMN telah berhasil mengurangi jumlah BUMN dari 142 menjadi 41 perusahaan. Langkah ini sejalan dengan peta jalan Kementerian BUMN untuk periode 2024-2034.


"Kami sangat mendukung, dan rekan-rekan media juga mengetahui bahwa dalam peta jalan 2024-2034, targetnya adalah hanya ada sekitar 30-an BUMN. Saat ini, jumlahnya baru berhasil dikurangi menjadi 41 perusahaan," kata Erick kepada wartawan di sela-sela Mandiri Investment Forum di Jakarta, pada hari Selasa (5/3/2024).


Erick juga menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Prabowo mengenai hotel-hotel BUMN yang dianggap tidak strategis.


"Dahulu setiap BUMN memiliki hotel, namun kini telah dikonsolidasikan di bawah satu payung, yaitu PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Apakah hal itu perlu? Menurut saya, tidak signifikan," ujarnya.


Menurut Erick, ada tiga hal penting yang harus dijalankan oleh BUMN. Pertama, BUMN harus menjadi korporasi yang sehat, karena mereka berperan dalam kontribusi pendapatan negara melalui pajak, dividen, dan lain-lain.


Kedua, BUMN harus berperan dalam pembangunan ekonomi dengan berinvestasi di sektor-sektor strategis dan menciptakan lapangan kerja. Ketiga, BUMN harus mendukung ekonomi kerakyatan.


Pada Mandiri Investment Forum, Prabowo juga menegaskan bahwa hotel-hotel BUMN tidak perlu karena dianggap tidak strategis.


"Kita tidak butuh hotel BUMN. Apa pendapat Anda, Pak Erick? Tetapi saya ingin mendengar saran dari Anda," ujar Prabowo seperti yang dilaporkan oleh Antara.(BY)