Pertempuran Sengit di Rafah: Pasukan Israel vs Pejuang Hamas -->

Iklan Atas

Pertempuran Sengit di Rafah: Pasukan Israel vs Pejuang Hamas

Senin, 24 Juni 2024

Tank -tank Israel terlihat menyisir wilayah Rafah, Jalur Gaza Selatan, akhir bulan lalu.


Gaza – Tank-tank Israel mengalihkan ke arah kamp pengungsi Mawasi di barat laut Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan, pada hari Minggu (23/6/2024). Penduduk setempat melaporkan pertempuran sengit terjadi antara pasukan Israel dan pejuang yang dipimpin Hamas.


“Pertempuran dengan kelompok perlawanan (Hamas) sangat intens. Pasukan Israel kini berada di wilayah Mawasi, memaksa banyak keluarga untuk mengungsi ke Khan Younis,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya melalui aplikasi obrolan.


Israel telah melancarkan operasi militer di Jalur Gaza selama lebih dari delapan bulan. Fokus saat ini adalah wilayah Rafah di ujung selatan dan sekitar Deir al-Balah di tengah Jalur Gaza yang belum berhasil direbut.


Warga melaporkan tank-tank Israel telah memasuki Rafah barat dan utara dalam beberapa hari terakhir. Militer Israel dilaporkan meledakkan puluhan rumah di wilayah tersebut.


Israel mengklaim operasinya didasarkan pada intelijen yang terarah di wilayah Rafah. Tentara Israel juga mengklaim menemukan gudang senjata, terowongan, dan membunuh pejuang Palestina.


Di sisi lain, Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, dan kelompok Jihad Islam mengklaim telah menyerang pasukan Israel di Rafah dengan roket antitank, bom mortir, dan bahan peledak yang dipasang sebelumnya.


Serangan udara Israel juga dilaporkan menewaskan delapan warga Palestina di Sabra, pinggiran Kota Gaza utara, serta dua lainnya di Nuseirat, Gaza Tengah.


Pejabat kesehatan Palestina mengatakan sebelumnya, setidaknya 40 warga sipil tewas dalam serangan Israel di beberapa distrik di Gaza Utara. Israel mengklaim menyerang infrastruktur militer Hamas, namun Hamas menyatakan yang diserang adalah penduduk sipil.


Operasi militer Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 37.400 warga, mayoritas perempuan dan anak-anak. Konflik ini juga menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal dan hidup dalam kemiskinan.(des)