Transformasi Pelindo: 29 Pelabuhan Targetkan Pembayaran Non-Tunai Tahun Depan -->

Iklan Atas

Transformasi Pelindo: 29 Pelabuhan Targetkan Pembayaran Non-Tunai Tahun Depan

Minggu, 07 Juli 2024

Tidak Ada Pungli di Pelauhan.


Jakarta - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) merencanakan penggunaan pembayaran non-tunai di 29 pelabuhan pada tahun 2024. Langkah ini dilakukan dengan memperluas penggunaan gerbang otomatis untuk mempercepat arus barang dan mengurangi praktik pungutan liar.


“Dengan adopsi gerbang otomatis, pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara tunai akan beralih menjadi non-tunai," ujar Putut Sri Muljanto, Direktur Pengelola Pelindo, pada Minggu (7/7/2024).


Pada tahun 2023, Pelindo telah mengimplementasikan gerbang otomatis di 13 pelabuhan di Indonesia, menyusul 5 pelabuhan yang sebelumnya telah menggunakan sistem non-tunai, seperti Banten, Tanjung Pandan, Sunda Kelapa, Banjarmasin, Gresik, serta 12 pelabuhan lainnya di wilayah Indonesia Timur.


Beberapa pelabuhan yang telah menggunakan gerbang otomatis pada 2023 antara lain Tanjung Pinang (Kepulauan Riau) di Regional 1; Pangkal Balam (Bangka-Belitung), Jambi, Panjang (Lampung), dan Pontianak (Kalimantan Barat) di Regional 2. Selain itu, ada juga pelabuhan Celukan Bawang dan Benoa di Bali, Lembar di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Regional 3.


Putut menjelaskan bahwa ekspansi penggunaan gerbang otomatis akan terus dilakukan. Mulai Juli 2024 hingga akhir tahun, Pelindo akan memperluas operasi gerbang otomatis di empat pelabuhan di Regional 1, tiga pelabuhan di Regional 2, empat belas pelabuhan di Regional 3, dan delapan pelabuhan di Regional 4.


Dengan demikian, hingga akhir 2024, Pelindo menargetkan 59 pelabuhan akan menggunakan gerbang otomatis.


Keempat pelabuhan yang akan mengadopsi gerbang otomatis di Regional 1 adalah Gunung Sitoli, Sibolga, Tanjung Balai Asahan, dan Lhokseumawe. Sementara di Regional 2, tiga pelabuhan tersebut adalah Cirebon, Bengkulu, dan Palembang. Di Regional 3, 14 pelabuhan akan menggunakan gerbang otomatis, seperti Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap, Jawa Tengah; Tanjung Tembaga di Probolinggo, Jawa Timur; Waingapu (Sumba), Maumere (Flores) di NTT; Bima, Ende-Ippi, Kalabahi, Labuan Bajo, Kotabaru, Batulicin, Sampit, Kalianget, Tegal, dan Tanjung Wangi.


Pada akhir tahun, gerbang otomatis juga akan dioperasikan di delapan pelabuhan di Regional 4, termasuk Manokwari, Jayapura, Biak, Fakfak, dan Merauke di Papua; Tolitoli dan Pantoloan di Sulawesi Tengah; serta Gorontalo.


Putut menekankan bahwa implementasi gerbang otomatis dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan volume kendaraan di setiap pelabuhan serta hasil evaluasi dari implementasi sebelumnya yang menjadi best practices.


Selain untuk meningkatkan standar operasional pelabuhan, penggunaan gerbang otomatis juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang bebas dari pungutan liar.(BY)