Berbekal Motor Warisan Ayah, Anak Yatim Keliling Jual Buah Demi Bantu Ortu dan Kuliah Sang Adik -->

AdSense New

Berbekal Motor Warisan Ayah, Anak Yatim Keliling Jual Buah Demi Bantu Ortu dan Kuliah Sang Adik

Jumat, 27 Juni 2025

"biarlah adik kuliah, awak yang manggaleh" - Ezer Henson Edward (foto.saco) 


Kota Pariaman - Pada setiap pagi, dengan sepeda motor berderu pelan menyusuri jalanan Kota Pariaman. Begitu terlihat keramaian, ia berhenti setidaknya disepanjang lokasi Wisata Pantai. Disamping itu, dekat lembaga sekolah maupun di halaman Masjid, begitu usai shalat Jum'at.


Di bagian belakangnya, tampak etalase mungil berisi potongan buah pepaya, nenas, dan bengkuang yang dibungkus rapi dalam plastik bening.


Di atas jok motor itu, duduk tegak seorang pemuda 21 tahun dengan semangat besar, Ezer Henson Edward, sang penjual buah keliling.


Ezer bukan sekadar berdagang. Sejak ayahnya, Redison, wafat tiga tahun lalu, Ezer menjadi tulang punggung keluarganya. Ia anak kedua dari tiga bersaudara yang tinggal bersama sang ibu di Desa Tungkal Utara, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.


“Saya jual buah sejak ayah meninggal. Sekarang, tanggung jawab keluarga jadi milik saya,” ucap Ezer dengan mata mantap kepada awak media ini, usai shalat Jumat (28/6/2025) di halaman Masjid Raya Mangguang.


Harga buah yang dijual Ezer pun terjangkau, Rp2.000 per potong, atau tiga potong seharga Rp5.000. Buah-buah itu ia beli dari grosir dan dikupas bersama ibu serta adik perempuannya, yang baru saja diterima kuliah di Fakultas Keperawatan, Universitas Negeri Padang (UNP) pada tahun ajaran 2025/2026 ini yang berkampus di Desa Ampalu, Kota Pariaman.


“Biarlah adik perempuan awak kuliah, dan biarlah awak manggaleh kecil-kecilan,” katanya lirih, menyiratkan tekad besar dalam sederhana.


Sepeda motor yang ia gunakan itu peninggalan mendiang ayah. Namun semangat yang dibawanya menyaingi deru kendaraan manapun. Ia belum pernah menerima bantuan modal usaha. Segalanya bermula dari tabungan kecil saat masih sekolah di SMAN 6 Pariaman.


Lebih dari sekadar berjualan, Ezer memegang teguh doa dan ibadah. Ia selalu menunaikan shalat lima waktu, bahkan rutin bangun malam untuk shalat tahajjud.


“Yang penting kita berdoa dan berusaha,” ucapnya tenang, menatap masa depan tanpa ragu.(saco).