Smart Surau: Pembinaan Generasi Berbasis Teknologi -->

AdSense New

Smart Surau: Pembinaan Generasi Berbasis Teknologi

Senin, 20 Oktober 2025
Syafriyon, M.Sos.,

Padang, fajarsumbar.com-Sejak tanggal 1 Oktober 2025 program smart surau resmi dimulai oleh pemerintahan Kota Padang. Smart surau adalah salah satu program unggulan Walikota Padang, Fadly Amran. Program ini telah mengubah situasi jamaah Subuh masjid dan musala yang sebelumnya hanya diisi oleh jamaah tua-tua, hari ini sudah diramaikan oleh siswa SD, SMP. Pemandangan ini memberikan nuansa yang menyejukkan mata. Program ini hadir saat dimana para siswa terlena dengan gadget mereka, hari-harinya dihabiskan bersama HP yang dipegang selalu, sampai lupa belajar, lupa ibadah. Hari ini anak-anak dilatih untuk salat ke masjid di Subuh hari, padahal salat Subuh berjamaah termasuk salat yang berat dilakukan oleh umat Islam kebanyakan. Buya Hamka pernah berkata:  "Jika Anda ingin melihat orang beriman, lihatlah ketika salat Subuh di masjid, jika Anda ingin melihat orang Islam, lihatlah ketika hari raya".

Selembar surat dan tanda tangan seorang pemegang kekuasaan akan mampu secara cepat mengubah kebiasaan, apabila kekuasaan dipegang oleh orang yang memiliki pemahaman agama yang baik, akan melahirkan kebijakan-kebijakan untuk mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Jika engkau melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tanganmu, apabila tidak sanggup ubahlah dengan lisan, apabila tidak sanggup ubahlah dengan hati".

Program smart surau di Kota Padang bertujuan membentuk karakter generasi muda  yang religius, cerdas dan berakhlak mulia melalui teknologi digital (fadly Amran). Apabila salat sudah menjadi kewajiban yang rutin dilakukan, dengan sendirinya akan mampu mencegah seseorang dari perbuat keji dan mungkar, meminimalisir terjadinya tawuran, komunitas bebas tanpa nilai.
Budiman Dt. Malano Garang (Ketua 3 LKAAM Sumbar, Smart surau sebagai implementasi dari UU No. 17 tahun 2022 tentang ‘Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah’, dalam kontek kekinian ABS SBK perlu diterapkan melalui pendekatan modern, salah satunya program yang digagas Pemko Padang, surau mesti jadi basis kegiatan umat, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda dan orang-orang dewasa, sebagaimana dahulunya Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam.
Kelanggengan program smart surau di Kota Padang akan mampu bertahan apabila tiga pemeran penting mampu berkolaborasi, bersinergi dengan baik, yakni:

Pertama, Orang tua sebagai pemeran yang paling bertanggung jawab dalam pendidikan anak, harus memberikan keteladanan dan motivasi agar anak beribadah dengan benar.

Kedua, masyarakat memberikan pengawasan yang baik pada generasi dengan tanggung jawab yang hampir sama sebagai orang tua di tengah masyarakat, memberikan arahan, teguran yang ahsan.

Ketiga, pemerintah berkewajiban melakukan evaluasi berjangka, mengikat program dengan peraturan daerah.
Program yang bagus, tanpa dukungan pihak terkait, akan memudar dan hilang ditelan waktu. (Syafriyon, M.Sos-Mahasiswa S3 Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat)