![]() |
| Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis (foto.ikp) |
Padang Pariaman - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang. Pemerintah daerah resmi mengusulkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat hingga hanyut digulung arus.
Huntara ini menjadi harapan baru bagi keluarga yang kini hidup dalam ketidakpastian, menanti ruang aman untuk kembali menata hidup selama masa pemulihan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, memimpin rapat koordinasi untuk memperkuat usulan tersebut bersama Kepala Pelaksana BPBD dan jajaran perangkat daerah terkait, Senin (8/12/2025) di Ruang Rapat Sekda.
“Kami mengusulkan 225 unit Huntara di 23 titik, mencakup 16 nagari di 9 kecamatan. Angka ini hasil verifikasi ulang bersama pemerintah nagari,” jelas Rudy.
Ia menyebutkan, penentuan lokasi Huntara akan dibahas lebih detail bersama camat dan wali nagari untuk memastikan kelayakan lahan, aksesibilitas, dan keamanan lingkungan sekitar.
Rudy menekankan bahwa usulan ke BNPB harus segera diproses mengingat kebutuhan tempat tinggal sementara ini sangat mendesak.
“Semakin cepat terealisasi, semakin cepat pula kita bisa memberikan kepastian dan ketenangan bagi warga yang kehilangan rumah,” ujarnya.
Pemkab Padang Pariaman menegaskan komitmennya mempercepat seluruh proses pemulihan pascabencana. Mulai dari penyediaan tempat tinggal, pembenahan infrastruktur, hingga pemulihan layanan dasar masyarakat.
Usulan pembangunan 225 Huntara ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang dibiarkan, tanpa tempat tinggal di tengah bencana yang masih menyisakan luka mendalam.(rsaco).
Komentar