Rapat Evaluasi Terus Digelar! Padang Pariaman Kejar Waktu untuk Pemulihan Infrastruktur -->

AdSense New

Rapat Evaluasi Terus Digelar! Padang Pariaman Kejar Waktu untuk Pemulihan Infrastruktur

Kamis, 11 Desember 2025
Bupati John Kenedy Azis pimpin rapat evaluasi pasca bencana terus digelar tanpa jeda untuk kepastian distribusi logistik kepada warga terdampak, dan kesiapan rehabilitasi infrastruktur di Pendopo, Rabu malam 10 Desember 2025 (foto.dok.ikp) 


Padang Pariaman - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman terus bekerja tanpa jeda. Setiap dua hari sekali, rapat evaluasi digelar sebagai ruang tempur memastikan seluruh proses pemulihan pascabencana bergerak cepat dan tepat yang dipimpin Bupati John Kenedy Azis di Pandopo Rumah Bupati, Rabu malam (10/12/2025).


Malam itu, tiga agenda utama menjadi fokus. Yakni percepatan distribusi logistik, tindak lanjut kunjungan Wakil Menteri PUPR dan Komisi V DPR RI, serta persiapan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi ratusan warga yang masih menggantungkan hidup di posko pengungsian.


Dalam arahannya, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa distribusi bantuan logistik tidak boleh mandek barang sedetik. Dinas Sosial, Satpol PP, dan seluruh OPD terkait diminta bergerak serempak memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi.


“Kerahkan semua armada, koordinasikan dengan camat dan wali nagari. Jangan sampai ada pengungsi yang kekurangan dan kelaparan,” tegasnya dengan suara yang memenuhi ruangan.


Rapat juga membahas serius hasil kunjungan Wakil Menteri PUPR dan Komisi V DPR RI. Dua jembatan vital itu Jembatan Anduring dan Jembatan Sikabu. Runtuh dihantam banjir. Keduanya sudah masuk prioritas pembangunan kembali pada tahun 2026.


Bupati John Kenedy Azis menekankan pentingnya penyusunan perencanaan teknis secara rinci, termasuk penyelesaian DED dan proposal yang sudah diajukan sebelumnya.


“Semua harus matang. Infrastruktur lain yang rusak juga segera kita siapkan perencanaannya,” ujarnya.


Menutup rapat, Bupati menginstruksikan Sekda, Kalaksa BPBD, dan Dinas LHKPP mempercepat penyiapan lahan untuk relokasi dan pendataan calon penerima Huntara.


“BNPB sudah menegaskan: lokasi Huntara harus clean and clear. Inventarisasi penerima, pastikan lahannya siap. Kita harus bergerak cepat,” kata dia. 


Sekda Rudi Repenaldy Rilis melaporkan kebutuhan sementara mencapai 237 unit Huntara, berdasarkan pendataan terbaru bersama camat dan wali nagari.


Kerusakan menganga Rp 967,8 miliar berdasarkan data BPBD per 10 Desember 2025 menunjukkan skala kerusakan yang begitu luas. 


Diantaranya 38 jembatan rusak, 29 ruas jalan rusak, 69 unit irigasi rusak, sekolah 3 rusak berat, 3 sedang, 47 ringan, Sarana ibadah 11 rusak berat, 7 sedang, 31 ringan


Sementara 3.163 rumah warga terdampak, 290 rusak berat, 221 rusak sedang, 2.652 rusak ringan.


Di sektor pertanian, sawah, ladang, dan tambak yang porak-poranda mencapai ribuan hektare. Pengungsi telah turun drastis dari 4.847 Jadi 367 Jiwa


Upaya relokasi bertahap akhirnya menurunkan jumlah pengungsi secara signifikan. Namun ratusan jiwa masih membutuhkan kepastian hunian dan pemulihan jangka panjang.


Dengan evaluasi rutin dan koordinasi lintas instansi yang terus dikebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berupaya memastikan pemulihan berjalan terukur, cepat, dan humanis. Ini demi memastikan tak ada warga yang kembali terjatuh dalam jurang kesulitan setelah bencana.(r-saco).