![]() |
| Menteri Kebudayaan, Fadlizon didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumbar, Nurmatias menyerahkan bantuan bagi korban banjir bandang di Batu Busuak, Kota Padang. (Zal) |
Padang, fajarsumbar.com-Ratusa ratusan cagar budaya terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Kementrian Kebudayaan telah membantu ratusan cagar budaya tersebut.
Hal itu diungkapkan Menteri Kebudayaan, Fadlizon saat meninjau korban banjir di Kota Padang dan Padang Pariaman, Rabu (24/12). Dahsyatnya bencana juga menghancurkan cagar budaya yang ada di tiga privinsi.
Menurut Fadlizon, cagar budaya yang terdampak tak terlalu krusial. Tapi, ada beberapa yang sangat penting, seperti makam leluhur dan di Sumbar ada Warisan Tambang Batubara Ombilin, Sawahlunto. "Kita telah membantu beberapa titik cagar budaya. Mulanya puluhan. Setelah terus didata, kini ada seratusan lebih," ujar Fadlizon.
Beberapa cagar budaya itu menurut Fadlizon diupayakan untuk diselamatkan. Kementrian akan melakukan upaya penyelamatan setelah selesainya masa tanggap darurat dan mulainya tahap pemulihan.
Di tahap awal ini, Kementrian Kebudayaan lebih fokus untuk menangani korban bencana. "Tahap awal kita menyalurkan bantuan sesuai yang dibutuhkan korban. Kita fokus ke tanggap darurat dulu," ujar Fadlizon.
Pendataan terhadap cagar budaya terdampak sudah dilakukan. Fadlizon sendiri meninjau langsung kondisi jembatan kereta api Lembah Anai yang termasuk WTBOS yang telah ditetapkan PBB bidang kebudayaan, UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Secara prinsip, bila cagar budaya itu bisa diselamatkan, maka menurut Fadlizon akan diselamatkan dan dipertahankan.
Menteri Kebudayaan, Fadlizon dalam kunjungannya ke Sumbar didampingi oleh Kepala Balai Pelestarian Lebudayaan Wilayah III Provinsi Sumbar, Nurmatias. Nurmatias menjelaskan ada 89 cagar budaya yang terdampak banjir bandang dan longsor di Sumbar. Cagar budaya yang mendapat perhatian banyak orang adalah jembatan kereta api Lembah Anai yang merupakan bagian dari WTBOS sebagai warisan budaya dunia. (Zal)
Komentar