![]() |
| Bupati John Kenedy Azis serahkan kunci rumah Huntara kepada korban bencana di Asam Pulau Nagari Anduriang, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Sabtu 24 Januari 2026 (foto.dok.ikp) |
Padang Pariaman - Pemerintah pusat kembali menunjukkan keseriusannya dalam penanganan pascabencana di Sumatera Barat dengan meresmikan dan menyerahkan kunci Hunian Sementara (Huntara), Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di Huntara Kayu Pasak, Nagari Salareh Aie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dan menjadi simbol dimulainya fase pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Peresmian Huntara tersebut sekaligus menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi tidak berhenti pada janji.
Hunian sementara ini disiapkan sebagai ruang aman bagi warga untuk kembali menata hidup setelah kehilangan akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Di sisi lain, Huntara Batang Anai yang dibangun di atas lahan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat dirancang dengan visi jangka panjang.
Pemerintah merencanakan kawasan ini tidak hanya sebagai hunian sementara, tetapi juga dikembangkan menjadi hunian tetap bagi masyarakat terdampak di wilayah Batang Anai. Sebagai bentuk dukungan menyeluruh, setiap keluarga penerima Huntara mendapatkan paket bantuan lengkap.
Bantuan tersebut mencakup paket kebersihan sebanyak 10 item dan paket isi rumah 14 item, mulai dari perlengkapan ibadah, pendidikan, sandang, kebutuhan dapur, hingga perlengkapan tidur, guna menunjang kehidupan sehari-hari di hunian baru.
Dalam kegiatan di Huntara Asam Pulau, Bupati Padang Pariaman hadir langsung didampingi Staf Ahli BNPB Dodi Ruswandi, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Padang Pariaman, Kepala Kemenag, serta jajaran kepala perangkat daerah.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas dukungan lintas sektor dalam pemulihan pascabencana.
Sementara itu, peresmian di Huntara Batang Anai dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman bersama Wakapolda Sumbar, Staf Ahli BNPB Armensyah, Dandim 0308, Kapolres Padang Pariaman, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta masyarakat penerima Huntara yang menyambut kegiatan tersebut dengan harapan baru.
Peresmian dan penyerahan kunci Huntara ini dinilai sebagai langkah strategis negara dalam memastikan warga terdampak bencana dapat segera bangkit.
Lebih dari sekadar bangunan, Huntara menjadi penanda kehadiran negara dalam menjamin keselamatan, kelayakan hidup, dan masa depan masyarakat Padang Pariaman yang sempat terpuruk akibat bencana.(saco).
Komentar