![]() |
| Semen Padang FC kembali tumbang. |
Yogyakarta, fajarsumbar.com - PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan penting atas Semen Padang FC pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026) Laskar Mataram menang tipis 1-0 lewat gol penalti Jose Pedro “Ze” Magalhaes Valente pada menit ke-64, dalam laga yang berlangsung ketat dan sarat tensi.
Sejak peluit awal dibunyikan, Semen Padang tampil tanpa rasa gentar meski berstatus tim tamu. Anak asuh Dejan Antonic langsung mengambil inisiatif menyerang dengan tekanan tinggi ke area pertahanan PSIM. Agresivitas tersebut membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan pada menit-menit awal.
PSIM mencoba keluar dari tekanan dengan mengandalkan skema umpan-umpan pendek. Peluang pertama tuan rumah lahir dari kaki Ze Valente setelah menerima aliran bola dari Norberto Ezequiel Vidal. Namun, sepakan Valente dari dalam kotak penalti masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Semen Padang, Arthur Augusto.
Tekanan Semen Padang kembali mengancam pada menit ke-17. Cornelius Ezekiel Stewart melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak penalti, tetapi bola belum menemui sasaran. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim saling jual beli serangan tanpa mampu memecah kebuntuan. Skor kacamata 0-0 bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, PSIM tampil lebih berani dan mulai menekan sejak awal. Pergantian pemain dilakukan Semen Padang pada menit ke-51 dengan memasukkan Samuel Christianson menggantikan Juliansyah, demi menambah daya gedor lini tengah. Namun, satu menit berselang, peluang Semen Padang melalui Stewart kembali gagal berbuah gol.
Momentum pertandingan mulai berpihak kepada PSIM pada menit ke-58. Nermin Haljeta melakukan penetrasi individu menuju gawang Semen Padang, tetapi lagi-lagi Arthur Augusto tampil sigap menggagalkan peluang tersebut. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil enam menit kemudian.
PSIM mendapat hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang Semen Padang. Keputusan tersebut menjadi sorotan, namun Ze Valente yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga ini.
Tertinggal satu gol, Semen Padang meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan. Peluang emas sempat hadir pada menit ke-85 melalui aksi Leo Guntara yang menggiring bola hingga mendekati gawang PSIM, tetapi pertahanan rapat tuan rumah mampu mematahkan ancaman tersebut.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan PSIM Yogyakarta. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengakui kemenangan ini diraih lewat perjuangan keras. Ia menilai Semen Padang bermain sangat disiplin dengan garis pertahanan rendah, sehingga menyulitkan timnya menciptakan ruang.
Sementara itu, pelatih Semen Padang Dejan Antonic tetap memberikan apresiasi kepada PSIM, namun menyoroti keputusan perangkat pertandingan, khususnya terkait momen sebelum penalti dan penggunaan VAR. Antonic berharap evaluasi dilakukan dan bertekad membalas kekalahan ini saat kedua tim kembali bertemu di Padang pada putaran kedua.(*)
Komentar