Sawahlunto, fajarsumbar.com - Gema peluit wasit yang memecah udara di Lapangan Voli PLTU Sijantang Koto pada Selasa, 27 Januari 2026, menjadi penanda penting kembalinya gairah kompetisi di Kota Sawahlunto. Perhelatan bertajuk Sijantang Koto Cup I Tahun 2026 ini bukan sekadar turnamen bola voli biasa, melainkan sebuah manifestasi semangat kolektif masyarakat Kecamatan Talawi dalam menghidupkan kembali marwah olahraga di tingkat regional Sumatera Barat.
Turnamen semi open antar klub ini diproyeksikan menjadi panggung prestisius yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai penjuru provinsi, sekaligus menjadi oase bagi dahaga masyarakat akan hiburan rakyat yang berkualitas dan kompetitif.
Direncanakan bergulir hingga awal Februari mendatang, Sijantang Koto Cup I mengusung misi yang jauh lebih mendalam daripada sekadar mengejar gelar juara di atas lapangan. Event ini dirancang sebagai jembatan silaturahmi yang mempererat ikatan emosional antar pemuda dan masyarakat se-Sumatera Barat.
Lebih dari itu, turnamen ini memegang peranan krusial dalam peta jalan olahraga daerah sebagai ajang penjaringan atlet-atlet potensial. Dengan pelaksanaan yang berdekatan dengan momentum Porprov XVI Sumatera Barat pada Juni-Juli mendatang, setiap smes dan blok yang tercipta di lapangan menjadi sarana seleksi alam bagi bakat-bakat muda yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.
Kekuatan teknis dan legitimasi turnamen ini semakin kokoh berkat dukungan penuh dari Pengurus Cabang Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Sawahlunto. Keterlibatan PBVSI memastikan bahwa standar pertandingan yang dijalankan selaras dengan regulasi nasional, memberikan jaminan kualitas bagi para klub yang bertanding. Sinergi ini menunjukkan bahwa Sijantang Koto Cup I merupakan bagian integral dari sistem pembinaan atlet bola voli di Kota Arang yang terukur dan berkelanjutan.
"Turnamen yang dilaksanakan menjelang Porprov XVI Sumatera Barat ini berdampak positif menambah jam terbang atlet dan pembinaan olahraga di Kota Sawahlunto serta memberikan dampak nyata bagi perputaran ekonomi pelaku UMKM sekitar sesuai visi Kota Arang," ungkap Sekretaris Umum KONI Sawahlunto, Hendri Febriyudi, saat memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut.
Keberhasilan pembukaan turnamen ini merupakan buah dari sinergi apik yang dikomandoi oleh Ketua Karang Taruna Desa Sijantang Koto, Ala Tonda Effendi. Persiapan matang yang dilakukan panitia pelaksana mencerminkan kolaborasi lintas generasi dan instansi yang harmonis. Keterlibatan aktif ibu-ibu PKK serta integrasi mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Padang (UNP) dalam manajemen turnamen memberikan warna tersendiri, menunjukkan bahwa sebuah event olahraga mampu menjadi pemersatu berbagai elemen sosial.
Penggunaan format sistem gugur dalam kompetisi ini pun memastikan bahwa setiap pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi dan sportivitas maksimal, memberikan tekanan positif bagi para atlet untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka sejak menit pertama.
Dampak dari Sijantang Koto Cup I ini meluas hingga menyentuh pilar ekonomi kerakyatan, sebuah visi yang selaras dengan cita-cita Sawahlunto sebagai "Kota Iven yang Hidup dan Menghidupi".
Kepala Desa Sijantang Koto, Rendi Setiawan, melihat bahwa antusiasme penonton yang datang dari luar daerah menjadi katalisator bagi perputaran ekonomi mikro. Para pedagang lokal di sekitar kawasan PLTU Sijantang Koto merasakan langsung dampak positif dari kerumunan massa, yang secara tidak langsung menggerakkan roda UMKM di wilayah tersebut. Turnamen ini membuktikan bahwa kegiatan olahraga yang dikelola dengan baik dapat berfungsi sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat sekitar.
Apresiasi tinggi juga datang dari otoritas olahraga dan pemerintah daerah. Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Irzam, yang secara resmi membuka turnamen menekankan pentingnya wadah kompetitif seperti ini. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Wakil Ketua DPRD Sawahlunto H. Jaswandi hingga jajaran manajemen PLN IP UBP Ombilin menunjukkan dukungan institusional yang kuat terhadap pengembangan bakat muda.
Dengan semangat yang berkobar di Sijantang Koto, turnamen ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai ajang musiman, tetapi bertransformasi menjadi pionir bagi event-event olahraga masa depan yang lebih megah, mengukuhkan posisi Sawahlunto sebagai destinasi olahraga utama di Sumatera Barat sekaligus benteng pertahanan bagi generasi muda dari aktivitas negatif. (ton)
Komentar