KONI Sawahlunto Tekankan Kedisiplinan Organisasi dan Program Latihan Terukur Menuju Porprov -->

AdSense New

KONI Sawahlunto Tekankan Kedisiplinan Organisasi dan Program Latihan Terukur Menuju Porprov

Jumat, 06 Februari 2026
Rapat Koordinasi KONI Kota Sawahlunto bersama pengurus Cabang Olahraga (Cabor) di Sekretariat KONI, Kamis (5/2/2026), guna membahas persiapan dan strategi menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat. (foto/humas koni sawahlunto)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Suasana hangat menyelimuti Sekretariat KONI Kota Sawahlunto pada Kamis, 5 Februari 2026, saat puluhan pengurus cabang olahraga berkumpul untuk merumuskan langkah strategis menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat. 


Rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan 38 cabang olahraga (cabor) ini menjadi krusial mengingat adanya pergeseran jadwal pesta olahraga tingkat regional tersebut. 


Wakil Ketua I KONI Sawahlunto, Boy Purbadi, bersama Wakil Ketua II, Heru Apri Oval, secara resmi menyampaikan kesepakatan bahwa Porprov XVI Sumatera Barat diundur pelaksanaannya ke bulan Oktober 2026. 


Keputusan ini memberikan ruang napas sekaligus tantangan bagi manajemen organisasi, mengingat dari total cabor yang hadir, terdapat 13 cabor yang masa jabatan surat keputusannya telah habis, sehingga perlu segera melakukan Musyawarah Cabang atau menunggu surat rekomendasi demi legalitas organisasi.


​Dalam dinamika persiapan tersebut, Kota Sawahlunto menunjukkan ambisinya dengan mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk 11 cabang olahraga. Keinginan ini mencakup sektor yang luas, mulai dari Panjat Tebing, Binaraga, Angkat Berat, Balap Motor, Tenis Lapangan, Kempo, Taekwondo, Catur, Biliar, Bridge, hingga Panahan Berkuda. 


Heru Apri Oval menekankan bahwa pengajuan sebagai tuan rumah, khususnya untuk Panjat Tebing, didasari oleh dua faktor utama. "Ada dua faktor KONI mengajukan Panjat Tebing diadakan di Sawahlunto, yakni untuk meningkatkan perolehan medali dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga masyarakat. Jika pengurus siap, maka seluruh peralatan akan kami siapkan," tegas Heru dalam forum tersebut. Ia juga menambahkan bahwa KONI berkomitmen menyiapkan dana pendamping khusus bagi 11 cabor yang akan bertanding di rumah sendiri.


​Namun, semangat menjadi tuan rumah harus dibarengi dengan realitas kesiapan fisik atlet yang cukup mengejutkan. Berdasarkan laporan tim teknis percepatan Porprov 2026, dari 48 cabor yang terdata, hanya 31 cabor yang mengikuti pre-test fisik pada 24 Januari lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa 60 persen atlet Kota Sawahlunto saat ini dalam kondisi tidak siap untuk berlaga di level Porprov. 


Menanggapi hal ini, KONI telah merancang skema tes fisik sebanyak tiga kali untuk memantau progres performa. Tes kedua dijadwalkan pada awal Mei, disusul tes final pada awal Agustus. 


Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, Ari Pramanto, menegaskan pentingnya program latihan yang terstruktur. "Bulan Maret program latihan sudah harus ada dan diserahkan kepada KONI. Jika ada pelatih yang kesulitan menyusunnya, tim KONI akan turun tangan membantu," ujar Ari. Ia juga menawarkan bantuan biaya bagi pelatih yang ingin mengambil lisensi atau pelatihan spesifik sesuai cabang olahraganya.


​Persoalan anggaran dan fasilitas juga menjadi sorotan tajam, terutama bagi cabor Aero Sport yang mempertanyakan ketersediaan peralatan tanding. Menjawab keraguan tersebut, Boy Purbadi menjelaskan bahwa dana awal sebesar 625 juta rupiah memang tidak dialokasikan untuk pembelian alat, namun KONI tengah menyiapkan dana tahap kedua sebesar 2,5 miliar rupiah. Dalam tahapan tersebut, Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk peralatan tanding akan dinaikkan guna menunjang prestasi. 


Sementara itu, untuk kendala teknis non-lapangan seperti perizinan atlet yang masih berstatus sekolah, Sekretaris KONI Hendri Febriyudi memastikan bahwa pihaknya akan menjalin komunikasi formal dengan Dinas Pendidikan agar proses dispensasi berjalan lancar.


​Hingga saat ini, Ketua KONI H. Jhon Reflita belum memberikan keputusan final mengenai daftar cabor yang pasti akan diberangkatkan. Penentuan ini akan dilakukan secara selektif melalui tim monitoring dan evaluasi (monev) yang akan turun langsung memantau jadwal latihan rutin. 


Ketua Bidang Organisasi, Vicky, mengingatkan bahwa pengiriman kontingen tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknis, tetapi juga integritas organisasi. Seluruh cabor diingatkan bahwa penilaian utama meliputi etika berorganisasi dan keaktifan pengurus, disamping prestasi atlet itu sendiri. 


Melalui sinergi antara sport science, manajemen yang tertib administrasi, dan koordinasi intensif dengan Pengprov, KONI Sawahlunto berharap seluruh tahapan menuju Oktober 2026 dapat melahirkan prestasi yang membanggakan sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah. (ton)