Halal bi Halal AGPAII Sumbar, Guru Agama Harus Bangkit Bukan Sekadar Mengajar! -->

AdSense New

Halal bi Halal AGPAII Sumbar, Guru Agama Harus Bangkit Bukan Sekadar Mengajar!

Sabtu, 28 Maret 2026
Keluarga Besar AGPAII Sumbar selenggarakan Halal bi Halal, dan Penyerahan Sertifikat Nazir Wakaf oleh Pembina AGPAII Dr.Kosim kepada Rimelfi bertempat di Graha AGPAII, Parak Karakah, Padang, Sabtu 28 Maret 2026 (foto.aa)

Padang - Suasana hangat penuh makna menyelimuti Graha Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Sumatera Barat (Sumbar) di Parak Karakah, Padang, Sabtu (28/3/2026).


Namun lebih dari sekadar tradisi pasca-Ramadhan, Halal bi Halal ini menjelma menjadi ruang konsolidasi. Tempat para guru agama Islam merumuskan arah baru perjuangan pendidikan di Sumatera Barat.


Ratusan guru yang tergabung dalam AGPAII Sumbar berkumpul, melebur dalam silaturahmi yang sarat pesan. Mereka datang bukan hanya untuk saling memaafkan, tetapi juga memperkuat tekad menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.


Ketua DPW AGPAII Sumbar, Rimelfi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kebersamaan.


Ia mengingatkan, silaturahmi bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan hati yang akan menentukan masa depan pendidikan agama Islam di daerah ini.


“Kekompakan adalah kunci. Dari sinilah lahir kekuatan untuk mencetak generasi yang taat dan berkarakter,” ujarnya, mengutip nilai-nilai kebersamaan dalam ajaran Islam.


Di tengah suasana reflektif itu, tausiah yang disampaikan Jaswir menjadi penegas arah.


Ia merumuskan empat kunci sukses.Iman yang kuat, keberanian dalam kebaikan, disiplin bangun lebih pagi, serta keikhlasan sebagai fondasi utama. Pesan tausiah itu terasa seperti tamparan halus, bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri.


Tak hanya wacana, AGPAII Sumbar juga menunjukkan langkah konkret. Sebanyak sembilan anggotanya dinyatakan lulus Diklat Nazir Wakaf dan resmi mengantongi sertifikat untuk mengelola dana wakaf sesuai ketentuan. 


Dalam kesempatan halal bi halal, Ketua AGPAII Sumbar Rimelfi menyampaikan hasil Diklat Nazir Wakaf yang diikuti DPW AGPAII Sumbar 9 orang lulus, dan mendapatkan sertifikat yang berhak mengelola dana lembaga wakaf menurut ketentuan yang  berlaku.


Kesembilan itu adalah Rimelfi MA, M.Yunus MA, Kanel MPd, Gusra MA, Dr.Jufrial Ara, Harianto MPd, Hasriyatul Husna M.Pd, Hendrizal MA, dan Umar MA.


"Ini menjadi sinyal bahwa organisasi guru pun mulai bergerak ke arah kemandirian ekonomi berbasis umat," kata Rimelfi. 


Momentum Halal bi halal ini pun dimanfaatkan untuk merancang masa depan. Dalam dialog terbuka, berbagai program strategis dibahas. Mulai dari rencana pembelian gedung permanen, pendirian TK.Islam Terpadu, hingga pembangunan rumah tahfiz sebagai pusat pembinaan generasi Qurani.


Di balik senyum dan jabat tangan, tersimpan tekad besar. AGPAII Sumbar ingin membuktikan bahwa guru agama bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga motor perubahan sosial.


Sebab di tengah derasnya arus globalisasi, mereka sadar. Bahwa yang dipertaruhkan bukan sekadar kurikulum, melainkan arah masa depan generasi.(aa).