![]() |
| "Pasukan Oranye" Sawahlunto Berjibaku Bersihkan Sampah dan Saluran Air Jelang Lebaran. (foto/istimewa) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com - Pemerintah Kota Sawahlunto mengambil langkah responsif dalam menghadapi potensi penumpukan sampah selama masa libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH), pemerintah secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat dan pengelola destinasi wisata agar lebih bijak serta peduli dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya.
Kebijakan ini diperkuat dengan payung hukum berupa Surat Edaran Wali Kota Sawahlunto Nomor 600.4/112/DPKP2LH-SWL/2026 yang mengusung tema besar libur lebaran minim sampah.
Berdasarkan data teknis yang dihimpun dari lapangan, tantangan kebersihan di kota warisan budaya ini cukup signifikan. Kepala Dinas PKP2LH Maizir, melalui Plt. Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Andri Maha Putra, mengungkapkan bahwa tren kenaikan volume sampah sudah mulai terlihat sejak dua hari menjelang Idul Fitri. Berdasarkan pantauan di hulu, truk sampah mengalami rata-rata kelebihan muatan harian mencapai 2,5 meter kubik atau setara dengan 0,825 ton per hari.
Kondisi serupa terjadi pada layanan becak motor sampah di komplek perumahan yang harus menambah ritasi menjadi dua kali sehari, dengan kenaikan volume mencapai 1 hingga 1,5 meter kubik atau sekitar 0,33 sampai 0,48 ton per hari yang diangkut ke tempat penampungan sementara.
Andri Maha Putra menjelaskan bahwa akumulasi data yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kayu Gadang menunjukkan lonjakan timbulan sampah kota mencapai 15 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Kecamatan Talawi, Barangin, dan sebagian Lembah Segar tercatat sebagai wilayah penyumbang kenaikan tertinggi. Menghadapi situasi ini, Andri menekankan pentingnya disiplin waktu dan lokasi dalam pembuangan sampah rumah tangga.
"Kami mengimbau warga masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam mengelola sampah dengan cara membuang sampah rumah tangga pada TPS yang tersedia dan terdekat. Sangat disarankan membuang sampah pada sore atau malam hari agar pada pagi harinya dapat langsung diangkut oleh petugas sesuai jadwal layanan yang tepat," ujar Andri Maha Putra.
Selain menyasar pemukiman, pemerintah daerah juga menitikberatkan pengawasan pada pengelola objek wisata dan SPBU yang kerap beralih fungsi menjadi area istirahat atau rest area. Para pengelola diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah serta memasang media sosialisasi berupa spanduk yang mengajak wisatawan untuk menjaga kebersihan selama berlibur.
Langkah preventif ini mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra. Dalam tinjauan lapangannya ke sejumlah titik objek wisata dan pos pengamanan lebaran, ia memastikan kesiapan sarana sanitasi dan ketersediaan tong sampah. Fokus ini diambil mengingat Sawahlunto menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini, yang secara linear akan berdampak pada jumlah sampah yang dihasilkan. Riyanda menegaskan bahwa menjaga nilai estetika kota adalah kunci utama untuk mempertahankan daya tarik pariwisata Sumatera Barat.
"Kota Sawahlunto sebagai salah satu destinasi wisata harus menjaga nilai estetikanya, yang salah satunya diwujudkan dengan menjaga kebersihan. Kami ingin memastikan sarana prasarana sanitasi berfungsi baik agar wisatawan merasa nyaman dan aman, sehingga mereka memiliki keinginan untuk kembali lagi ke sini di masa depan," ungkap Wali Kota Riyanda Putra.
Sebagai bentuk keteladanan, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto bahkan telah melaksanakan aksi gotong royong atau korve massal pada Jumat, 13 Maret 2026 lalu, untuk membersihkan akses menuju objek wisata unggulan seperti Batu Runcing, Puncak Cemara, dan Kandi.
Di garis depan, pasukan oranye atau tim kebersihan DPKP2LH tetap bekerja ekstra keras melakukan pengangkutan di kawasan Desa Santur hingga melakukan pembersihan saluran air di kawasan Silo yang kerap tersumbat akibat perilaku buang sampah sembarangan.
Pemerintah juga telah menambah fasilitas tong sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hasil kolaborasi dengan PLTU Ombilin di kawasan Pasar Kuliner Silo guna memastikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam membuang sampah secara benar. (amp/ton)
Komentar